**Ratusan Pelajar di Papua Keracunan MBG, Mereka Mencari Keadilan** **Momen Penentu di Menit Akhir** Ratusan pelajar di Kabupaten Jayapura, Papua, dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan sejak Selasa (04/08) hingga Rabu (05/08) kemarin. Mereka menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur milik yayasan pimpinan Ketua DPC Partai Gerindra Jayapura, Edison Awoitauw. Yayasan Kasih Iman Samuel Papua, yang mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut, meminta maaf atas keracunan massal ini. Mereka mengklaim akan membayar biaya pengobatan seluruh siswa yang sakit seusai menyantap masakan mereka. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Polres Jayapura mengklaim telah memeriksa 30 orang, termasuk mereka yang mengoperasikan dapur SPPG milik Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menyebut pelanggaran prosedur merupakan pemicu keracunan massal di Jayapura. Peristiwa keracunan massal ini terjadi di Kabupaten Jayapura yang daya tampung puskesmas dan rumah sakitnya terbatas. Penanganan sebagian pelajar yang mengalami diare dan nyeri perut hebat akibat menu MBG terpaksa dilakukan di tenda-tenda darurat. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keracunan massal MBG di Jayapura bukanlah kejadian pertama. Kasus serupa telah terjadi di Semarang, Jawa Tengah, pada awal Juli ini dengan korban mencapai 707 pelajar. Sejak Januari 2025 hingga April 2026, setidaknya 33.626 pelajar telah mengalami keracunan MBG, menurut Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia. Para pelajar yang menjadi korban keracunan makanan MBG berasal dari sejumlah sekolah di Distrik Depapre, Jayapura. Wilayah setara kecamatan di sisi utara Jayapura ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat kabupaten. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Presiden Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional mendirikan 2.500 dapur MBG di seluruh Papua dan menargetkan semuanya telah menyebarkan “makanan bergizi” pada 17 Agustus mendatang. Namun, kejadian di Jayapura menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus diatasi sebelum program MBG dapat diimplementasikan dengan efektif. Yayasan Kasih Iman Samuel Papua harus bertanggung jawab atas keracunan massal ini dan memastikan bahwa dapur SPPG mereka dapat diandalkan untuk menyediakan makanan yang aman bagi pelajar. Selain itu, pemerintah harus memprioritaskan peningkatan infrastruktur kesehatan di Papua untuk menghadapi situasi seperti ini di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cqjxg9l9jr9o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.