Istilah desil 1-10 mungkin sudah sering kamu dengar, terutama saat mencari informasi tentang bansos. Namun, tidak sedikit masyarakat yang masih bingung ketika melihat angka desil pada hasil pengecekan data.
Ada yang bertanya, “Kalau saya masuk desil 3, apakah pasti dapat bansos?” Ada juga yang mengira desil merupakan nomor urut penerima bantuan. Padahal, pengertiannya tidak seperti itu.
Secara sederhana, desil adalah kelompok kesejahteraan keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi. Dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), keluarga dikelompokkan menjadi 10 desil. Desil 1 menunjukkan kelompok 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 menunjukkan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. (Cek Bansos)
Nah, supaya tidak salah memahami angka desil, yuk kita bahas dengan bahasa yang sederhana.
Desil Itu Sebenarnya Apa?
Bayangkan ada 100 keluarga yang dikelompokkan berdasarkan kondisi sosial ekonominya.
Kemudian, 100 keluarga tersebut dibagi menjadi 10 kelompok.
Masing-masing kelompok berisi sekitar 10 persen keluarga.
Kelompok pertama disebut desil 1, kelompok kedua disebut desil 2, dan seterusnya sampai desil 10.
Urutannya menggambarkan posisi kesejahteraan.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan.
Sebaliknya:
Semakin besar angka desil, semakin tinggi posisi kesejahteraan.
Jadi, kalau seseorang masuk desil 2, bukan berarti mendapatkan bantuan nomor dua. Begitu juga kalau masuk desil 10, bukan berarti mendapatkan bantuan paling besar.
Desil adalah peringkat kelompok kesejahteraan, bukan nomor antrean bansos.
Mengenal Desil 1 sampai 10
Supaya lebih gampang dibayangkan, berikut penjelasan sederhananya.
Desil 1
Desil 1 merupakan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Kelompok ini berada di bagian paling bawah dalam pemeringkatan kesejahteraan keluarga.
Karena itu, desil 1 menjadi salah satu kelompok yang sangat diperhatikan dalam berbagai program perlindungan sosial.
Namun, perlu diingat bahwa berada di desil 1 tidak otomatis berarti seseorang pasti mendapatkan semua jenis bantuan.
Setiap program pemerintah tetap mempunyai persyaratan dan mekanisme masing-masing.
Desil 2
Desil 2 berada satu tingkat di atas desil 1.
Kelompok ini masih termasuk dalam bagian masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.
Masyarakat dalam kelompok ini dapat menjadi sasaran berbagai program sosial sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Desil 3
Desil 3 termasuk dalam kelompok 30 persen terbawah.
Kalau hasil pengecekan menunjukkan kamu berada di desil 3, artinya posisi keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan termasuk kelompok bawah.
Namun, jangan langsung menganggap bahwa bantuan pasti cair.
Status desil perlu dilihat bersama informasi program bantuan dan persyaratan penerima.
Desil 4
Desil 4 berada dalam kelompok 40 persen terbawah.
Menurut informasi pada layanan resmi Cek Bansos Kemensos, desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial PKH dan Sembako, sesuai ketentuan program yang berlaku. (Cek Bansos)
Kata “dapat diusulkan” penting diperhatikan.
Artinya, masuk desil 4 bukan jaminan otomatis mendapatkan bantuan. Masih ada kriteria dan proses penetapan penerima yang harus dipenuhi.
Desil 5
Desil 5 berada di tengah pemeringkatan.
Kelompok ini tidak termasuk 40 persen terbawah, tetapi juga belum masuk kelompok kesejahteraan tertinggi.
Dalam informasi resmi Cek Bansos, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK, sesuai ketentuan yang berlaku. (Cek Bansos)
Jadi, jangan menyimpulkan bahwa desil 5 berarti seseorang sama sekali tidak bisa mendapatkan program pemerintah.
Desil 6
Desil 6 berada di atas kelompok tengah.
Posisi kesejahteraannya lebih tinggi dibandingkan desil 1 sampai 5.
Namun, angka desil tetap harus dipahami sebagai hasil pemeringkatan, bukan sebagai penilaian terhadap seseorang.
Kondisi sosial ekonomi keluarga dapat berubah sehingga status desil juga dapat berubah setelah pemutakhiran data.
Desil 7
Desil 7 menunjukkan posisi kesejahteraan yang lebih tinggi lagi.
Kelompok ini berada di atas desil 1 sampai 6.
Secara umum, kelompok dengan desil lebih tinggi bukan menjadi sasaran utama bantuan yang diprioritaskan bagi keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Namun, setiap program tetap memiliki aturan tersendiri.
Desil 8
Desil 8 termasuk kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif tinggi.
Jika hasil pengecekan menunjukkan desil 8, berarti keluarga tersebut berada dalam kelompok yang lebih tinggi dibandingkan sebagian besar kelompok lainnya.
Tetapi, jangan menganggap angka desil sebagai gambaran mutlak seluruh kondisi keluarga.
Desil 9
Desil 9 berada dalam kelompok kesejahteraan tinggi.
Kelompok ini termasuk 20 persen teratas dalam pemeringkatan.
Dengan kata lain, hanya desil 10 yang berada di atasnya.
Desil 10
Desil 10 merupakan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. (Cek Bansos)
Jadi, kalau kamu melihat status desil 10, jangan salah mengartikannya sebagai “bansos paling tinggi”.
Justru angka tersebut menunjukkan posisi kesejahteraan yang paling tinggi dalam pembagian 10 desil.
Apa yang Menentukan Desil?
Pertanyaan berikutnya mungkin, “Kenapa saya masuk desil tertentu?”
Pengelompokan desil tidak hanya melihat satu faktor.
Menurut informasi resmi Cek Bansos, penentuan kelompok kesejahteraan menggunakan berbagai variabel sosial ekonomi. Informasi tersebut mencakup pekerjaan dan pendidikan, kondisi perumahan seperti kondisi rumah dan daya listrik, serta kepemilikan aset. (Cek Bansos)
Jadi, bukan hanya penghasilan yang diperhatikan.
Kondisi keluarga dilihat secara lebih luas agar gambaran sosial ekonominya lebih lengkap.
Itulah sebabnya dua keluarga yang memiliki penghasilan terlihat mirip belum tentu mempunyai status desil yang sama.
Apakah Desil Menentukan Penerima Bansos?
Nah, ini bagian yang paling penting.
Desil dapat digunakan untuk membantu menentukan sasaran bantuan sosial, tetapi desil bukan jaminan otomatis seseorang mendapatkan bansos.
Misalnya, seseorang berada di desil 2.
Posisinya memang berada dalam kelompok kesejahteraan rendah.
Tetapi, untuk mendapatkan PKH, Sembako, atau program lainnya, tetap ada ketentuan dan kriteria yang harus dipenuhi.
Begitu pula jika seseorang berada di desil 4.
Meskipun desil 1-4 dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako, bukan berarti semua keluarga di dalamnya otomatis menjadi penerima. (Cek Bansos)
Jadi, jangan hanya melihat angka desil.
Periksa juga status bantuan dan informasi penerima manfaat yang tersedia pada layanan resmi.
Bagaimana Cara Mengecek Status Desil?
Kalau kamu ingin mengetahui status sendiri, pengecekan dapat dilakukan melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Pada layanan tersebut, pencarian menggunakan NIK 16 digit sesuai KTP. Pengguna juga perlu memasukkan kode verifikasi yang tersedia, kemudian memilih tombol pencarian. (Cek Bansos)
Langkah sederhananya seperti ini:
- Siapkan KTP.
- Buka situs resmi Cek Bansos.
- Masukkan NIK 16 digit.
- Masukkan huruf atau kode verifikasi.
- Klik Cari Data.
- Tunggu hasil pencarian.
- Periksa informasi yang ditampilkan.
Pastikan NIK yang dimasukkan benar agar proses pencarian tidak mengalami kendala.
Kalau Data Tidak Sesuai, Bagaimana?
Kadang-kadang kondisi yang tercatat dalam data belum sesuai dengan keadaan keluarga saat ini.
Misalnya, seseorang sudah kehilangan pekerjaan, tetapi data ekonominya belum berubah.
Atau kondisi keluarga sudah berubah, tetapi status desil masih menunjukkan data sebelumnya.
Tidak perlu langsung panik.
Menurut informasi resmi Cek Bansos, desil bersifat dinamis. Jika tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial, atau menggunakan mekanisme pada aplikasi Cek Bansos. Setelah itu, data dapat dihitung ulang secara berkala. (Cek Bansos)
Hal ini penting karena kondisi sosial ekonomi masyarakat memang dapat berubah dari waktu ke waktu.
Kenapa Desil Bisa Berubah?
Kehidupan keluarga tidak selalu berjalan dalam kondisi yang sama.
Ada orang yang sebelumnya bekerja kemudian kehilangan pekerjaan.
Ada keluarga yang penghasilannya meningkat.
Ada pula yang mengalami perubahan jumlah anggota keluarga atau kondisi tempat tinggal.
Perubahan seperti itu dapat memengaruhi kondisi sosial ekonomi.
Karena itu, DTSEN memang dirancang sebagai data yang dapat dimutakhirkan secara berkala. Regulasi Kementerian Sosial menjelaskan bahwa DTSEN mencakup kondisi sosial, ekonomi, dan peringkat kesejahteraan keluarga serta dimutakhirkan secara berkala. (JDIH Kemensos)
Jadi, jangan menganggap status desil sebagai sesuatu yang tidak akan pernah berubah.
Jangan Samakan Desil dengan Jumlah Bantuan
Ini kesalahan yang cukup sering terjadi.
Misalnya seseorang berkata:
“Desil 3 berarti dapat bantuan Rp3 juta.”
Pernyataan tersebut tidak benar.
Desil tidak menunjukkan jumlah rupiah bantuan.
Desil hanya menunjukkan posisi keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan.
Jumlah dan jenis bantuan ditentukan berdasarkan program serta aturan yang berlaku.
Jadi, jangan menggunakan angka desil untuk menghitung nominal bansos.
Desil Bukan Label Harga Diri
Ada satu hal yang juga perlu dipahami.
Desil bukanlah label yang menentukan apakah seseorang “lebih baik” atau “lebih buruk” daripada orang lain.
Orang yang berada di desil 1 tetap memiliki hak dan martabat yang sama.
Begitu pula orang yang berada di desil 10 tidak otomatis memiliki kehidupan yang sempurna.
Desil merupakan alat pemetaan data sosial ekonomi untuk membantu kebijakan pemerintah.
Kondisi seseorang bisa berubah sewaktu-waktu.
Karena itu, sebaiknya jangan menggunakan status desil untuk membandingkan atau merendahkan orang lain.
Hati-Hati dengan Penipuan
Informasi tentang bansos sering dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Misalnya, ada pesan yang mengatakan bahwa seseorang harus membayar sejumlah uang agar status desilnya diturunkan.
Ada juga pihak yang mengaku bisa memastikan bansos cair dengan meminta NIK, foto KTP, atau data pribadi lainnya.
Sebaiknya jangan mudah percaya.
Untuk mengecek informasi, gunakan situs resmi pemerintah.
Jangan memberikan data pribadi kepada orang yang tidak jelas identitas dan kewenangannya.
Kalau ada informasi yang mencurigakan, lakukan pengecekan ulang melalui kanal resmi.
Ringkasan Desil 1 sampai 10
Biar semakin gampang diingat, berikut ringkasannya:
| Desil | Gambaran umum |
|---|---|
| 1 | 10% terbawah |
| 2 | Kelompok kesejahteraan rendah |
| 3 | Masih dalam 30% terbawah |
| 4 | Masuk 40% terbawah |
| 5 | Kelompok tengah |
| 6 | Di atas kelompok tengah |
| 7 | Kesejahteraan relatif lebih tinggi |
| 8 | Kelompok kesejahteraan tinggi |
| 9 | Masuk 20% teratas |
| 10 | 10% teratas |
Tabel tersebut merupakan gambaran sederhana untuk membantu memahami urutan desil. Untuk menentukan apakah seseorang berhak menerima suatu program, tetap mengacu pada persyaratan resmi program tersebut.
Kesimpulan
Jadi, apa itu desil 1-10?
Desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan kondisi sosial ekonomi. Ada 10 kelompok, dengan desil 1 sebagai kelompok 10 persen terbawah dan desil 10 sebagai kelompok 10 persen teratas. (Cek Bansos)
Penentuannya mempertimbangkan berbagai informasi sosial ekonomi, seperti pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, dan kepemilikan aset.
Dalam kaitannya dengan bansos, desil dapat digunakan untuk membantu menentukan sasaran program. Namun, status desil tidak otomatis berarti seseorang pasti menerima bantuan. Desil 1-4, misalnya, dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Sembako sesuai ketentuan program, sementara desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. (Cek Bansos)
Kalau ingin mengetahui status sendiri, gunakan layanan resmi Cek Bansos dan masukkan NIK sesuai KTP.
Jika data yang muncul terasa tidak sesuai dengan kondisi sekarang, tersedia mekanisme pembaruan melalui jalur resmi. Desil juga bersifat dinamis sehingga dapat berubah setelah data diperbarui dan dihitung kembali. (Cek Bansos)
Intinya, jangan takut dengan istilah desil dan jangan pula salah mengartikannya.
Desil bukan nomor antrean bansos, bukan nominal bantuan, dan bukan ukuran harga diri seseorang.
Desil hanyalah salah satu cara pemerintah memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat agar program perlindungan sosial dapat diarahkan dengan lebih tepat.
Jadi, kalau kamu melihat tulisan “Desil 1”, “Desil 4”, atau “Desil 10”, sekarang sudah tahu artinya, kan?
Semakin kecil angka desil, semakin rendah posisi kesejahteraan dalam pemeringkatan. Semakin besar angkanya, semakin tinggi posisi kesejahteraannya. Yang terpenting, selalu cek informasi melalui sumber resmi dan jangan sembarangan membagikan data pribadi.
Penulis:Deka Pratiwi