Ari Askhara: Profil, Karier, Jabatan, dan Perjalanan di Dunia BUMN
Ari Askhara merupakan salah satu nama yang pernah menempati sejumlah posisi strategis di perusahaan besar Indonesia, terutama di sektor BUMN. Sosok yang memiliki nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra ini dikenal luas setelah dipercaya menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.
Perjalanan karier Ari Askhara cukup panjang. Sebelum menduduki posisi puncak di Garuda Indonesia, ia memiliki pengalaman di sektor perbankan, keuangan, pelabuhan, hingga konstruksi. Pada 2026, namanya kembali menjadi perhatian setelah ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI). (IDN Times)
Lalu, siapa sebenarnya Ari Askhara? Bagaimana perjalanan kariernya di dunia BUMN dan apa saja jabatan penting yang pernah diembannya? Berikut ulasan lengkapnya.
Profil Ari Askhara
Ari Askhara memiliki nama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra. Ia lahir di Jakarta pada 13 Oktober 1971. Dari sisi pendidikan, Ari merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 1990–1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia dengan fokus Administrasi Bisnis dan International Finance. Latar belakang pendidikan tersebut kemudian menjadi modal penting dalam membangun karier di sektor keuangan dan korporasi. (IDN Times)
Berikut gambaran singkat profil Ari Askhara:
- Nama lengkap: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra
- Nama populer: Ari Askhara
- Tempat lahir: Jakarta
- Tanggal lahir: 13 Oktober 1971
- Pendidikan: Universitas Gadjah Mada dan Universitas Indonesia
- Bidang pengalaman: Perbankan, keuangan, BUMN, transportasi, dan maritim
- Jabatan terbaru: Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI)
Awal Karier di Dunia Perbankan
Sebelum masuk ke jajaran pimpinan BUMN, Ari Askhara memulai kariernya di sektor perbankan. Ia bergabung dengan Bank Mandiri dan berkarier di institusi tersebut selama lebih dari satu dekade.
Pengalaman di dunia perbankan memberikan Ari pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, manajemen risiko, investasi, serta strategi bisnis. Setelah mengembangkan pengalaman di dalam negeri, ia kemudian memperluas karier ke sejumlah lembaga keuangan internasional. (IDN Times)
Ari pernah menjabat sebagai Vice President Deutsche Bank, kemudian menjadi direktur di Barclays Investment Bank. Ia juga pernah berkarier di Standard Chartered serta menangani bidang yang berkaitan dengan sumber daya alam dan keuangan. (IDN Times)
Pengalaman lintas perusahaan tersebut menjadi salah satu alasan Ari kemudian dipercaya menduduki posisi strategis di perusahaan BUMN.
Masuk ke Lingkungan BUMN
Perjalanan Ari Askhara di dunia BUMN mulai semakin terlihat ketika ia bergabung dengan PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III.
Pada 2014, Ari dipercaya menjadi Direktur Keuangan Pelindo III. Jabatan tersebut membuatnya semakin dekat dengan industri transportasi, logistik, pelabuhan, dan pengelolaan perusahaan negara. (suara.com)
Pengalaman di Pelindo juga menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan profesional Ari. Industri pelabuhan memiliki karakter bisnis yang kompleks karena berkaitan dengan logistik, perdagangan, transportasi, serta aktivitas ekonomi nasional.
Kemampuan di bidang keuangan dan manajemen kemudian membawanya ke perusahaan BUMN lainnya.
Menjadi Direktur Keuangan Garuda Indonesia
Pada 2014, Ari Askhara juga dipercaya menjadi bagian dari jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.
Posisi tersebut mempertemukannya dengan industri penerbangan yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan sektor perbankan dan pelabuhan.
Pengelolaan maskapai membutuhkan kemampuan dalam mengatur biaya operasional, armada pesawat, rute penerbangan, pendapatan, hingga risiko bisnis. Pengalaman Ari di sektor keuangan menjadi salah satu bekal dalam menjalankan tugas tersebut. (IDN Times)
Pernah Menjadi Direktur di Wijaya Karya
Perjalanan karier Ari Askhara tidak hanya berada di sektor perbankan, pelabuhan, dan penerbangan.
Pada 2016, ia dipercaya menjadi Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Jabatan ini memperluas pengalamannya ke sektor konstruksi dan pengembangan sumber daya manusia.
Perpindahan lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa karier Ari tidak hanya berfokus pada satu bidang. Ia memiliki pengalaman dalam pengelolaan keuangan sekaligus manajemen perusahaan besar. (IDN Times)
Kembali ke Pelindo III sebagai Direktur Utama
Setelah sebelumnya menjadi bagian dari Pelindo III, Ari Askhara kemudian dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) pada 2017.
Jabatan tersebut merupakan salah satu posisi tertinggi dalam perjalanan kariernya di lingkungan BUMN sebelum akhirnya kembali ke Garuda Indonesia.
Sebagai Direktur Utama Pelindo III, Ari berhadapan dengan berbagai persoalan terkait pengembangan pelabuhan, efisiensi, logistik, serta peningkatan kinerja perusahaan. Pengalaman tersebut memperkuat reputasinya sebagai eksekutif yang memiliki pengalaman di berbagai sektor strategis. (Antara News)
Menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia
Puncak perjalanan karier Ari Askhara di BUMN terjadi ketika ia ditunjuk menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada September 2018.
Ari menggantikan Pahala Mansury dan dipercaya memimpin salah satu perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia. Penunjukannya dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Garuda Indonesia. (Antara News)
Sebagai Direktur Utama, Ari memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola perusahaan yang memiliki jaringan penerbangan domestik dan internasional.
Pada masa kepemimpinannya, berbagai kebijakan perusahaan mendapat perhatian publik. Garuda Indonesia juga menghadapi tantangan bisnis yang cukup kompleks, mulai dari efisiensi operasional hingga hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Kontroversi yang Mengakhiri Jabatan di Garuda
Nama Ari Askhara kemudian kembali menjadi sorotan pada akhir 2019.
Menteri BUMN saat itu, Erick Thohir, memberhentikan Ari dari posisi Direktur Utama Garuda Indonesia setelah muncul kasus terkait ditemukannya Harley-Davidson dan sepeda Brompton dalam pesawat baru Garuda yang tiba dari Toulouse, Prancis. (IDN Times)
Kasus tersebut menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam perjalanan karier Ari Askhara.
Pemberhentian dari jabatan Direktur Utama Garuda kemudian menjadi titik balik dalam perjalanan profesionalnya. Setelah sebelumnya berada di puncak salah satu BUMN besar, Ari harus meninggalkan posisi tersebut.
Perlu dibedakan antara fakta mengenai pencopotan jabatan dan proses hukum yang kemudian berlangsung. Pemberitaan pada 2021 menyebut Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan putusan terhadap Ari dalam perkara terkait tersebut dengan hukuman satu tahun penjara dan masa percobaan 20 bulan. (IDN Times)
Perjalanan Karier Setelah Garuda Indonesia
Setelah meninggalkan Garuda Indonesia, Ari Askhara tidak berhenti dari dunia korporasi.
Ia kemudian kembali berkiprah di sektor maritim dan tercatat pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT GTS Internasional Tbk (GTSI), perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi gas dan terkait dengan kelompok usaha Humpuss.
Pengalaman Ari di sektor pelabuhan, transportasi, dan logistik menjadi relevan dengan bidang usaha tersebut.
Kariernya kemudian memasuki babak baru pada 2026.
Ari Askhara Ditunjuk sebagai Dirut HUMI
Pada 14 Januari 2026, Ari Askhara resmi ditunjuk menjadi Direktur Utama PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB. Ia menggantikan Tirta Hidayat. (IDN Times)
Penunjukan tersebut membuat nama Ari kembali menjadi perhatian publik setelah beberapa tahun tidak menduduki posisi puncak perusahaan BUMN.
HUMI merupakan perusahaan yang bergerak di sektor jasa maritim dan logistik energi. Posisi baru tersebut juga menunjukkan bahwa pengalaman Ari di bidang transportasi dan logistik masih menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya.
Dengan jabatan tersebut, Ari kembali dipercaya memimpin perusahaan publik dan menghadapi tantangan bisnis di sektor maritim.
Tantangan Ari Askhara di HUMI
Sebagai Direktur Utama HUMI, Ari menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan ketika memimpin Garuda Indonesia.
Sektor maritim dan logistik energi memiliki hubungan erat dengan perdagangan, distribusi energi, transportasi laut, serta kondisi ekonomi global.
Pengalaman Ari di Pelindo III dan GTSI dapat menjadi modal untuk memahami karakter industri tersebut. Namun, posisi sebagai direktur utama juga menuntut kemampuan dalam meningkatkan kinerja, menjaga tata kelola perusahaan, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
HUMI juga harus menghadapi perkembangan industri energi dan kebutuhan efisiensi dalam transportasi laut.
Perjalanan Karier yang Penuh Dinamika
Jika melihat keseluruhan perjalanan karier Ari Askhara, terlihat bahwa ia memiliki pengalaman yang cukup luas.
Ia memulai perjalanan sebagai bankir, kemudian memasuki sektor perbankan internasional, sebelum akhirnya masuk ke lingkungan BUMN. Setelah itu, ia berpindah-pindah sektor mulai dari pelabuhan, penerbangan, konstruksi, hingga maritim.
Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya antara lain:
- Bank Mandiri – berkarier selama lebih dari satu dekade.
- Deutsche Bank – Vice President.
- Barclays Investment Bank – Director.
- Pelindo III – Direktur Keuangan dan kemudian Direktur Utama.
- Garuda Indonesia – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, kemudian Direktur Utama.
- Wijaya Karya – Direktur Human Capital dan Pengembangan Sistem.
- GTS Internasional – Direktur Utama.
- Humpuss Maritim Internasional – Direktur Utama sejak Januari 2026. (IDN Times)
Kesimpulan
Ari Askhara memiliki perjalanan karier yang panjang dan beragam. Berawal dari dunia perbankan, ia kemudian memasuki sektor keuangan internasional sebelum mendapatkan berbagai posisi strategis di lingkungan BUMN.
Namanya semakin dikenal ketika menjadi Direktur Utama Garuda Indonesia pada 2018. Namun, masa kepemimpinannya berakhir pada 2019 setelah kontroversi terkait temuan Harley-Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda. (IDN Times)
Setelah melewati fase tersebut, Ari kembali ke dunia korporasi dan sektor maritim. Pada Januari 2026, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama Humpuss Maritim Internasional, menandai babak baru dalam perjalanan profesionalnya. (IDN Times)
Dengan pengalaman di perbankan, BUMN, penerbangan, pelabuhan, konstruksi, dan maritim, perjalanan Ari Askhara di dunia BUMN menjadi salah satu contoh karier eksekutif yang penuh perubahan dan dinamika.
penulis :Nofa oktaviya