Inovasi BRIN: Rumah Tahan Gempa dan Roket Dua Tingkat Siap Menghadapi Tantangan Bencana dan Ruang Angkasa
Berita Hari Ini – 22 Agustus 2026 | Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Dua proyek ambisius yang sedang digarap oleh BRIN adalah pengembangan rumah tahan gempa dan peluncuran roket dua tingkat, keduanya bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian teknologi di Indonesia.
Rumah Tahan Gempa BRIN di NTT
Pada tanggal 15 Agustus 2026, wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa dengan magnitudo 7,7. Namun, tiga rumah prototipe tahan gempa yang dibangun oleh BRIN di Dusun Rangko, Kabupaten Manggarai Barat, tetap berdiri kokoh tanpa mengalami kerusakan struktural signifikan. Dinding, kolom, dan fondasi dari ketiga rumah tersebut tidak mengalami retak, menunjukkan efektivitas teknologi konstruksi yang diterapkan.
Teknologi ini mengadopsi prinsip strong column weak beam, dimana kolom bangunan dirancang lebih kuat dibandingkan dengan balok. Hal ini memungkinkan sendi plastis terbentuk di bagian balok saat menerima beban gempa, sehingga kerusakan dapat lebih terkendali dan struktur utama tetap stabil. Selain itu, desain simetris dan ringan dari rumah ini juga berkontribusi pada kestabilan saat menghadapi guncangan.
BRIN berencana menjadikan rumah modular ini sebagai model nasional dalam rehabilitasi dan rekonstruksi hunian masyarakat di daerah rawan bencana. Prototipe rumah ini dibangun sebagai bagian dari program yang sebelumnya dirintis oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan dilanjutkan oleh BRIN setelah integrasi berbagai lembaga riset pemerintah.
Roket Dua Tingkat untuk Kemandirian Teknologi
Selain di bidang konstruksi, BRIN juga tengah mempersiapkan inovasi luar angkasa. Roket dua tingkat yang sedang dikembangkan ditargetkan untuk uji terbang pada tahun 2029. Kepala BRIN, Arif Satria, menyatakan bahwa semua persiapan dilakukan secara bertahap dengan peta jalan yang jelas, termasuk pengembangan motor roket RX 450 yang merupakan bagian penting dari proyek ini.
Program Riset Invitasi Strategis (PRIS) memberikan dukungan pendanaan untuk periset yang terlibat dalam pengembangan teknologi kunci. Arif menegaskan bahwa kehadiran PRIS sangat mendorong semangat periset untuk melanjutkan penelitian dan pengembangan, serta memastikan setiap tahapan dalam peta jalan dapat dikuasai dengan baik.
Rencana pengujian meliputi uji statis motor roket dan uji terbang sistem separasi pada tahun 2027. Selanjutnya, pada tahun 2028, akan dilakukan uji terbang untuk kedua tingkat roket secara terpisah. Ini adalah langkah besar bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian dalam teknologi roket dan memperkuat posisi negara di kancah luar angkasa.
Meningkatkan Ketahanan dan Kemandirian
Inovasi-inovasi yang dilakukan oleh BRIN, baik dalam pengembangan rumah tahan gempa maupun roket dua tingkat, menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana alam dan memperkuat kemampuan teknologi nasional. Dengan teknologi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam negeri maupun di luar angkasa.
Dengan pencapaian ini, BRIN tidak hanya berkontribusi pada pengembangan teknologi di Indonesia, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk berkarya dalam bidang riset dan inovasi. Harapan besar tertuju pada proyek-proyek ini agar dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan.