Penurunan berat badan menjadi topik hangat di kalangan profesional kesehatan, terutama bagi mereka yang mencari solusi alami untuk menstabilkan tekanan darah. Menurut spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, proses mengurangi kilogram pada tubuh tidak hanya menurunkan lemak viseral, tetapi juga memberi dampak positif pada fungsi jantung dan tekanan darah.
Memahami Hubungan Antara Lemak Visceral dan Tekanan Darah
Lemak visceral, yang menumpuk di sekitar organ internal, dapat menambah beban kerja jantung. Ketika otot-otot jantung harus memompa darah melalui sirkuit yang lebih padat, tekanan dalam arteri meningkat. Dr Yaze menjelaskan bahwa penurunan berat badan secara signifikan mengurangi penumpukan lemak ini. Dengan lemak berlebih berkurang, jantung tidak lagi harus bekerja keras, sehingga tekanan darah berangsur stabil.
Dalam Live TikTok detikHealth, dr Yaze menegaskan bahwa âketika lemaknya sudah mulai berkurang, pasti pompa jantungnya akan baik-baik saja dan lega lagi karena tidak ada yang membuat dia berat.â Ia menambahkan bahwa âtensinya pasti akan kembali stabil.â Penjelasan ini menyoroti mekanisme fisiologis di balik penurunan berat badan: tubuh menjadi lebih efisien, metabolisme berfungsi lebih baik, dan sistem kardiovaskular dapat beroperasi dengan lebih ringan.
Penurunan Berat Badan: Langkah Awal Menuju Hipertensi Terkontrol
Hipertensi seringkali berhubungan erat dengan kelebihan berat badan. Banyak pasien yang mengalami tekanan darah tinggi juga memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi. Dr Yaze menegaskan bahwa âorang dengan hipertensi umumnya memiliki masalah berat badan berlebih.â Ketika pasien berhasil menurunkan berat badan melalui perubahan gaya hidup sehatâseperti pola makan seimbang, olahraga teratur, dan manajemen stresâpenurunan tekanan darah menjadi lebih lambat namun pasti.
Proses penurunan berat badan juga memengaruhi peradangan kronis dalam tubuh. Dr Yaze menyebutkan bahwa âproses penurunan berat badan juga membantu mengurangi berbagai tingkat peradangan kronis di dalam tubuh.â Peradangan ini, jika tidak ditangani, dapat memperburuk kondisi jantung dan memicu kenaikan tekanan darah. Dengan menurunkan lemak tubuh, peradangan berkurang, sehingga jantung dan sistem vaskular menjadi lebih sehat.
Efek Positif Lainnya: Gula Darah dan Metabolisme
Selain menstabilkan tensi, penurunan berat badan membawa dampak positif pada gula darah. Dr Yaze menekankan bahwa âtermasuk misalnya gula darah yang tadinya tinggi bisa jadi lebih stabil.â Penurunan berat badan meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh dapat memproses glukosa lebih efisien. Hal ini sangat penting bagi pasien dengan diabetes tipe 2 atau prediabetes, karena kontrol gula darah yang baik dapat mencegah komplikasi jantung.
Metabolisme tubuh juga mengalami peningkatan ketika berat badan berkurang. Sel-sel otot menjadi lebih aktif, membantu pembakaran kalori lebih cepat. Dengan metabolisme yang lebih baik, tubuh dapat memelihara keseimbangan energi tanpa menumpuk lemak berlebih. Ini secara langsung berkontribusi pada penurunan tekanan darah dan peningkatan kesehatan jantung.
Strategi Praktis untuk Menurunkan Berat Badan dan Menstabilkan Tekanan Darah
Walaupun artikel ini tidak mencakup rincian program diet spesifik, beberapa strategi umum dapat membantu. Pertama, fokus pada pola makan seimbang dengan proporsi karbohidrat kompleks, protein sehat, dan lemak tak jenuh. Kedua, lakukan aktivitas fisik secara rutin, baik kardio maupun latihan kekuatan. Ketiga, perhatikan kualitas tidur dan tingkat stres, karena keduanya memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan dan tekanan darah.
Dengan pendekatan holistik, penurunan berat badan menjadi proses alami yang tidak memerlukan obat-obatan tambahan. Proses ini memberi manfaat jangka panjang bagi kesehatan jantung, menurunkan peradangan, dan menstabilkan gula darah. Semua faktor ini berkontribusi pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular.
Kesimpulan: Penurunan Berat Badan sebagai Kunci Kesehatan Jantung
Penurunan berat badan bukan sekadar soal angka di timbangan, melainkan langkah penting untuk menurunkan lemak viseral, mengurangi beban kerja jantung, dan menstabilkan tekanan darah. Menurut spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, ketika lemak berlebih berkurang, jantung dapat berfungsi lebih optimal, sehingga tekanan darah berangsur kembali normal. Proses ini juga mengurangi peradangan kronis, meningkatkan sensitivitas insulin, dan memberi manfaat kesehatan jantung yang lebih luas.
Dengan menerapkan perubahan gaya hidup sehat secara konsisten, pasien hipertensi dapat melihat peningkatan signifikan dalam kontrol tekanan darah dan kualitas hidup. Penurunan berat badan menjadi strategi efektif yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan praktik klinis, menunjukkan bahwa kesehatan jantung dapat dipertahankan melalui pilihan gaya hidup sederhana namun konsisten.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/diet/d-8635862/benarkah-berat-badan-turun-tekanan-darah-ikut-stabil-ini-kata-dokter-gizi, without altering the facts of the original article.