Waterfront City Bandar Lampung kini masuk daftar prioritas tahun 2027, namun anggaran proyek masih belum diumumkan pemerintah, menimbulkan pertanyaan di kalangan publik dan pemangku kepentingan.
Rencana Penataan Kawasan Pesisir Menjadi Prioritas di RPJMD
Menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Djumadi, konsep penataan kawasan pesisir sudah termasuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menaruh perhatian serius pada potensi pesisir Bandar Lampung sebagai wilayah yang dapat dikembangkan menjadi kawasan ekonomi dan pariwisata.
Agus menyatakan bahwa penataan kawasan pesisir, atau yang sering disebut âWaterfront Cityâ, akan menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan anggaran tahun 2027. Ia menegaskan bahwa meskipun sudah masuk RPJMD, rincian anggaran masih bersifat umum dan belum memiliki angka spesifik. Oleh karena itu, pihak DPRD akan mendorong agar program tersebut diprioritaskan dalam perencanaan anggaran di masa mendatang.
Anggaran Belum Tercatat: Tantangan dalam Penyusunan Rencana Keuangan
Meski konsep sudah ada, Agus menambahkan bahwa belum ada angka spesifik yang dapat dijadikan acuan kebutuhan anggaran. Ia menjelaskan bahwa pembahasan dalam RPJMD masih berada pada tataran umum, sehingga rincian pembiayaan harus disusun kembali. âKalau di RPJMD sudah ada, cuma ini kan baru secara umum. Secara politiknya mungkin kita belum untuk spesifik. Kami akan bahas kembali penataan di tahun 2027, mulai anggaran nya,â ujarnya.
Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana alokasi dana akan dilakukan dan kapan anggaran tersebut akan resmi diumumkan. Tanpa angka konkret, sulit bagi pihak terkait untuk menilai skala investasi yang diperlukan serta dampak ekonomi jangka panjang bagi kota.
Potensi Besar Pesisir Bandar Lampung
Penataan pesisir bukan merupakan gagasan baru di Bandar Lampung. Kajian mengenai pengembangan kawasan tersebut telah dilakukan sejak lama karena pesisir kota dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi dan pariwisata. Pesisir yang melintasi Sungai Batanghari dan berdekatan dengan pelabuhan menawarkan akses strategis bagi perdagangan dan wisata, sehingga dapat menarik investasi serta meningkatkan pendapatan daerah.
Permukiman Masyarakat di Sekitar Pesisir: Kendala Sosial dan Lingkungan
Besarnya rencana pembangunan juga diikuti sejumlah persoalan. Salah satunya adalah keberadaan permukiman masyarakat di sekitar kawasan pesisir yang harus menjadi perhatian utama. Pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, dan area komersial dapat berdampak pada hunian yang sudah ada, sehingga perlu ada mekanisme kompensasi dan relokasi yang adil.
Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi di pesisir dapat menimbulkan dampak lingkungan seperti pencemaran air, erosi pantai, dan perubahan habitat alami. Oleh karena itu, perencanaan harus melibatkan studi kelayakan lingkungan serta melibatkan stakeholder lokal dalam proses pengambilan keputusan.
Harapan dan Tantangan untuk Tahun 2027
Agus optimis bahwa pada tahun 2027, penataan kawasan pesisir akan menjadi prioritas utama karena sudah masuk RPJMD. Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada penyusunan anggaran yang jelas dan komprehensif. Tanpa angka konkret, masih banyak ketidakpastian mengenai sumber dana, baik dari anggaran daerah maupun potensi kerjasama publik-swasta.
Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait akan menjadi kunci untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana. Penerapan mekanisme monitoring dan evaluasi yang transparan juga penting untuk menghindari risiko pemborosan dan memastikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Kesimpulan: Menyongsong Waterfront City dengan Perencanaan yang Lebih Terstruktur
Waterfront City Bandar Lampung memang telah masuk daftar prioritas tahun 2027, namun masih menunggu kejelasan anggaran dari pemerintah. Penataan kawasan pesisir memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan pariwisata kota, sekaligus menghadirkan tantangan sosial dan lingkungan yang perlu diatasi. Dengan penyusunan anggaran yang terperinci dan koordinasi lintas lembaga, proyek ini dapat menjadi contoh pembangunan berkelanjutan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bandar Lampung.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1216841/waterfront-city-bandar-lampung-masuk-prioritas-2027-anggarannya-belum-jelas, without altering the facts of the original article.