Prabowo Subianto akhirnya datang langsung ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8/2026), 11 hari setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo memimpin rapat penanganan dampak gempa di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo. Kehadiran Prabowo ke NTT sekaligus menjawab alasan dirinya tidak langsung mendatangi wilayah terdampak pada hari-hari pertama setelah gempa. Prabowo mengatakan keputusan tersebut memang disengaja agar jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait bisa lebih leluasa menangani warga tanpa terganggu agenda kunjungan pejabat pusat.
Prabowo menjelaskan, pada masa awal setelah gempa, prioritas pemerintah adalah memastikan pelayanan kepada warga terdampak berjalan. Karena itu, ia memilih memberikan ruang kepada berbagai instansi untuk bekerja langsung di lapangan. âMemang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,â kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan gempa bumi NTT di Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Menurut Prabowo, kondisi pada hari-hari pertama setelah bencana membutuhkan konsentrasi penuh dari pemerintah daerah dan petugas lapangan untuk menilai kerusakan, mengkoordinasi bantuan, serta memprioritaskan korban yang paling rentan.
Strategi Kunjungan Terjadwal dan Fokus Rehabilitasi
Keputusan Prabowo untuk menunda kunjungan ke NTT hingga 11 hari setelah gempa tidak diambil secara sembarangan. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan agar pemerintah daerah dapat menjalankan tugasnya secara maksimal tanpa harus mengalihkan perhatian pejabat pusat. Dalam rapat yang dihadiri, Prabowo menekankan pentingnya rehabilitasi jangka panjang bagi warga yang terkena dampak, termasuk pemulihan infrastruktur, penyediaan layanan kesehatan, dan dukungan psikososial bagi keluarga korban.
Prabowo menyoroti bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menjadi kunci utama dalam proses pemulihan. Ia menambahkan bahwa semua pihak harus bekerja bersama dalam satu tim untuk memastikan alokasi sumber daya yang efisien dan transparan. Kunjungan ini juga menjadi ajang bagi para pejabat daerah untuk menyampaikan kebutuhan dan hambatan yang mereka hadapi di lapangan, sehingga pemerintah pusat dapat menyesuaikan kebijakan dan bantuan yang lebih tepat sasaran.
Prioritas Layanan kepada Warga Terdampak
Prabowo menekankan bahwa layanan kepada warga terdampak harus menjadi prioritas utama dalam fase awal penanganan bencana. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus dapat menanggapi kebutuhan mendesak seperti pengungsian, penyediaan air bersih, dan perawatan medis. Dalam rapat, ia mengajak semua instansi terkait untuk memperkuat jaringan logistik dan distribusi bantuan, sehingga bantuan dapat sampai ke daerah terpencil tanpa penundaan.
Selain itu, Prabowo menekankan perlunya pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi korban, baik fisik maupun psikologis. Ia menyebutkan bahwa trauma akibat gempa dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat, sehingga perlu adanya program dukungan psikologis yang terintegrasi. Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengidentifikasi wilayah yang masih rawan bencana, sehingga dapat dilakukan penambahan infrastruktur tanggap darurat.
Koordinasi Pemerintah dan Dampak Positif bagi Pembangunan Jangka Panjang
Prabowo menegaskan bahwa koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah tidak hanya penting dalam penanganan bencana, tetapi juga berperan dalam pembangunan jangka panjang. Dengan memanfaatkan data dan pengalaman yang diperoleh dari penanganan gempa, pemerintah dapat merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih resilient, sehingga daerah-daerah rawan bencana dapat lebih siap menghadapi potensi risiko di masa depan.
Dalam rapat, Prabowo menyoroti pentingnya perencanaan mitigasi risiko, termasuk penataan ulang kawasan rawan gempa, pembangunan infrastruktur tahan gempa, dan edukasi masyarakat tentang cara bertindak di saat bencana. Ia menekankan bahwa investasi dalam mitigasi risiko dapat mengurangi kerugian ekonomi dan sosial yang lebih besar di masa depan.
Reaksi Warga dan Lembaga Swadaya Masyarakat
Reaksi warga NTT terhadap kunjungan Prabowo umumnya positif, karena mereka melihat adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat. Banyak yang berharap kunjungan ini dapat mempercepat proses rehabilitasi dan pemulihan. LSM yang beroperasi di daerah tersebut juga menyambut baik kehadiran Prabowo, karena mereka dapat memperkuat sinergi antara lembaga pemerintah dan lembaga nonpemerintah dalam menyalurkan bantuan.
Prabowo juga menegaskan bahwa semua pihak harus menjaga komunikasi yang terbuka dan transparan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pemulihan tidak hanya bergantung pada kebijakan, tetapi juga pada kepercayaan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Dengan demikian, proses rehabilitasi dapat berlangsung lebih cepat dan efisien.
Kesimpulan: Fokus pada Rehabilitasi dan Koordinasi
Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan ke NTT setelah 11 hari gempa M7,7 merupakan langkah strategis untuk memastikan rehabilitasi berjalan lancar dan koordinasi pemerintah berjalan efektif. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menangani warga terdampak tanpa gangguan agenda pejabat pusat. Prioritas utama tetap pada pelayanan kepada warga, pemantauan kondisi korban, dan pembangunan jangka panjang yang lebih resilient. Dengan pendekatan ini, diharapkan proses pemulihan dapat lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap bencana di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.brilio.net/serius/prabowo-jelaskan-kenapa-baru-kunjungi-ntt-usai-h11-gempa-m77-260826z.html, without altering the facts of the original article.