Profil Hasan Nasbi Terbaru 2026: Biodata, Pendidikan, Karier, Jabatan, dan Fakta Menarik
Hasan Nasbi kembali menjadi perhatian publik setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi pada 27 April 2026. Pengangkatan tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier Hasan Nasbi di pemerintahan setelah sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO).
Nama Hasan Nasbi sebelumnya dikenal sebagai konsultan politik, peneliti, pendiri lembaga survei, serta salah satu figur yang terlibat dalam komunikasi politik pada Pilpres 2024. Pengalamannya di bidang komunikasi dan politik kemudian membawanya ke lingkungan pemerintahan.
Lantas, seperti apa profil Hasan Nasbi, pendidikan, perjalanan karier, hingga jabatan terbarunya pada 2026? Berikut informasi selengkapnya.
Profil Hasan Nasbi
Hasan Nasbi merupakan konsultan politik dan komunikator yang telah lama berkecimpung dalam dunia riset politik, survei, komunikasi, dan strategi politik.
Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) dan memperoleh gelar sarjana ilmu politik. Informasi mengenai latar belakang pendidikannya juga tercantum dalam sejumlah profil media nasional.
Sebelum masuk ke pemerintahan, Hasan dikenal melalui aktivitasnya sebagai peneliti dan konsultan politik. Ia kemudian mendirikan Cyrus Network, lembaga yang bergerak dalam riset dan konsultasi politik.
Pengalaman tersebut membuat Hasan memiliki latar belakang yang berkaitan erat dengan survei, komunikasi publik, dan strategi politik.
Pendidikan Hasan Nasbi
Pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesional Hasan Nasbi.
Hasan menempuh pendidikan dasar dan menengah di Sumatera Barat sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Indonesia. Ia kemudian menyelesaikan studi di bidang ilmu politik di FISIP UI.
Latar belakang ilmu politik tersebut kemudian menjadi dasar bagi aktivitas profesionalnya sebagai peneliti, konsultan politik, dan pengamat komunikasi politik.
Kombinasi antara pendidikan ilmu politik dan pengalaman profesional membuat namanya dikenal dalam berbagai aktivitas survei serta komunikasi politik di Indonesia.
Perjalanan Karier Hasan Nasbi
Karier Hasan Nasbi tidak langsung dimulai dari pemerintahan. Ia lebih dahulu berkiprah di dunia jurnalistik, penelitian, survei, dan konsultasi politik.
Sejumlah profil menyebut Hasan pernah bekerja sebagai wartawan pada awal perjalanan kariernya. Setelah itu, ia berkarier sebagai peneliti di Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia.
Pada 2010, Hasan kemudian mendirikan Cyrus Network. Lembaga tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya di bidang riset politik dan konsultasi.
Melalui aktivitas tersebut, Hasan semakin dikenal di ruang publik karena keterlibatannya dalam berbagai kajian politik dan survei elektoral.
Hasan Nasbi dan Pilpres 2024
Nama Hasan Nasbi semakin sering muncul di media menjelang Pemilihan Presiden 2024.
Ia menjadi salah satu juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Dalam posisi tersebut, Hasan terlibat dalam komunikasi politik dan penyampaian informasi mengenai pasangan calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Peran sebagai juru bicara membuat Hasan semakin dikenal masyarakat luas. Setelah Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024 dan pemerintahan baru terbentuk, Hasan kemudian mendapatkan posisi di lingkungan pemerintahan.
Menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan
Pada Agustus 2024, Hasan Nasbi ditunjuk sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Ia menjadi salah satu pejabat yang bertugas dalam bidang komunikasi kepresidenan.
Posisi tersebut menempatkan Hasan pada peran strategis dalam komunikasi pemerintah kepada masyarakat.
Sebagai kepala lembaga komunikasi kepresidenan, tugasnya berkaitan dengan pengelolaan komunikasi dan penyampaian pesan pemerintah kepada publik.
Namun, Hasan kemudian mengundurkan diri dari jabatan tersebut pada April 2025. Laporan Humas Indonesia menyebut pengunduran diri tersebut disampaikan pada 21 April 2025.
Hasan Nasbi Menjadi Komisaris Pertamina
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi kemudian ditunjuk sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero).
Penunjukan tersebut berlaku sejak 11 September 2025, berdasarkan laporan media yang mengutip informasi mengenai susunan komisaris Pertamina.
Posisi tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan profesional Hasan sebelum akhirnya kembali mendapatkan jabatan di lingkungan pemerintahan pada 2026.
Jabatan Hasan Nasbi pada 2026
Pada 27 April 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Pelantikan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 53/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Dalam keterangannya setelah pelantikan, Hasan menjelaskan bahwa perannya sebagai penasihat strategis berkaitan dengan penguatan arah komunikasi dan substansi pesan pemerintah. Ia juga menyebut pentingnya sinergi dengan Badan Komunikasi Pemerintah dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Dengan jabatan tersebut, Hasan kembali memiliki peran dalam bidang komunikasi pemerintahan setelah sebelumnya pernah memimpin Kantor Komunikasi Kepresidenan.
Peran Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden
Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan memiliki pengalaman yang relevan dengan bidang tersebut karena sebelumnya berkecimpung dalam dunia komunikasi politik, survei, dan konsultasi.
Sekretariat Kabinet melaporkan bahwa Hasan akan berperan sebagai penasihat strategis yang membantu Presiden dalam memperkuat arah komunikasi serta substansi pesan pemerintah.
Peran ini berbeda dengan posisi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Jika sebelumnya Hasan memimpin lembaga komunikasi kepresidenan, pada jabatan barunya ia menjalankan fungsi penasihat khusus di bidang komunikasi.
Fakta Menarik Hasan Nasbi
Ada sejumlah fakta menarik mengenai perjalanan karier Hasan Nasbi.
Pertama, Hasan memiliki latar belakang pendidikan ilmu politik dari Universitas Indonesia.
Kedua, sebelum masuk pemerintahan, ia dikenal sebagai konsultan dan peneliti politik.
Ketiga, Hasan merupakan pendiri Cyrus Network yang bergerak dalam bidang riset dan konsultasi politik.
Keempat, ia pernah menjadi salah satu juru bicara TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Kelima, Hasan pernah menjabat Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan sebelum kemudian mengundurkan diri pada 2025.
Keenam, ia kemudian tercatat sebagai Komisaris Pertamina sejak September 2025.
Ketujuh, pada April 2026 Hasan kembali masuk ke lingkungan pemerintahan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Perjalanan Karier Hasan Nasbi dari Politik ke Pemerintahan
Jika melihat perjalanan profesionalnya, Hasan Nasbi memiliki pengalaman yang cukup beragam. Ia pernah berada di dunia jurnalistik, penelitian, lembaga survei, konsultasi politik, komunikasi kampanye, pemerintahan, hingga perusahaan negara.
Pengalaman tersebut membuat profil Hasan Nasbi menjadi salah satu topik yang banyak dicari ketika namanya kembali muncul dalam struktur pemerintahan 2026.
Perjalanan tersebut juga menunjukkan perubahan peran dari aktivitas profesional di sektor riset dan konsultasi menuju posisi yang secara langsung berkaitan dengan komunikasi pemerintahan.
Kesimpulan
Profil Hasan Nasbi terbaru 2026 menunjukkan perjalanan karier yang cukup panjang di bidang politik, riset, survei, komunikasi, dan pemerintahan. Ia merupakan lulusan ilmu politik Universitas Indonesia dan dikenal sebagai pendiri Cyrus Network.
Hasan kemudian menjadi salah satu juru bicara TKN Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024, sebelum dipercaya menjadi Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Setelah mengundurkan diri dari posisi tersebut pada April 2025, ia kemudian ditunjuk sebagai Komisaris Pertamina pada September 2025.
Pada 27 April 2026, Hasan Nasbi kembali mendapatkan jabatan di pemerintahan setelah dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Dalam jabatan tersebut, ia menyatakan akan berperan memberikan nasihat strategis untuk memperkuat arah komunikasi dan substansi pesan pemerintah.
Dengan pengalaman di bidang politik, riset, konsultasi, dan komunikasi, perjalanan Hasan Nasbi menjadi bagian penting dari profilnya sebagai salah satu figur komunikasi pemerintahan pada 2026.
penulis :Nofa oktaviya