Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce menandai lonjakan signifikan dalam lanskap belanja online Indonesia, mengindikasikan transformasi pola konsumsi yang semakin dinamis. Pada konferensi pers Kick Off Road to Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2026 di Kementerian Perdagangan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan data yang menggambarkan pertumbuhan pesat sektor video commerce di tanah air.
Perkembangan Video Commerce di Indonesia
Menurut Airlangga, jumlah penjual video commerce di Indonesia mencapai sekitar delapan ratus ribu, sebuah kenaikan hampir 75% dibandingkan periode sebelumnya. Angka ini mencerminkan adopsi luas platform video interaktif sebagai saluran penjualan, yang kini menjadi bagian integral dari strategi omni channel. Airlangga menegaskan bahwa transaksi melalui video commerce mencapai Rp 2,6 miliar, menandakan volume penjualan yang tidak hanya tinggi, tetapi juga signifikan secara nilai.
Pemerintah menilai bahwa tren ini tidak terjadi secara kebetulan. Konsumen kini lebih cenderung memadukan kanal online dan offline, memanfaatkan keunggulan masing-masing untuk pengalaman berbelanja yang lebih lengkap. Dengan video commerce, penjual dapat menampilkan produk secara realâtime, menjawab pertanyaan pelanggan, dan menciptakan interaksi yang lebih personal dibandingkan metode tradisional.
Dukungan Kebijakan untuk Mempertahankan Daya Beli
Airlangga menyoroti peran pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat melalui penguatan aktivitas perdagangan domestik. Salah satu inisiatif utama adalah program Belanja di Indonesia Saja, yang diluncurkan bersamaan dengan kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan Hippindo. Program ini mendorong konsumen untuk memilih produk lokal, sekaligus meningkatkan pendapatan produsen dalam negeri.
Dalam konteks ini, pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan kanal online dan offline secara bersamaan. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat daya beli melalui penawaran produk yang inovatif dan kompetitif. Airlangga menekankan bahwa dengan mengintegrasikan dua kanal, penjual dapat menjangkau basis pelanggan yang lebih luas, memanfaatkan keunggulan masing-masing platform.
Pengaruh Video Commerce terhadap Ekonomi Digital
Pertumbuhan video commerce tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga memengaruhi ekosistem ekonomi digital secara keseluruhan. Dengan delapan ratus ribu penjual, pasar menjadi lebih kompetitif, mendorong inovasi dalam teknologi penjualan dan layanan pelanggan. Selain itu, volume transaksi Rp 2,6 miliar menunjukkan bahwa konsumen bersedia berinvestasi dalam produk digital, yang pada gilirannya meningkatkan arus masuk ke dalam sistem pembayaran digital dan logistik.
Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang mendukung integrasi omni channel dapat memperkuat jaringan ekonomi digital. Penjual yang mampu memanfaatkan video commerce dengan efektif akan memperoleh keuntungan kompetitif, sementara konsumen mendapatkan akses lebih mudah dan transparan ke produk yang mereka cari.
Peran Video Commerce dalam Menstabilkan Daya Beli
Airlangga menegaskan bahwa salah satu tujuan utama pemerintah adalah menjaga daya beli masyarakat. Dengan memfasilitasi penjual video commerce, pemerintah tidak hanya meningkatkan volume penjualan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dalam bidang teknologi, pemasaran digital, dan logistik. Hal ini berkontribusi pada stabilitas ekonomi, terutama di tengah tantangan global seperti fluktuasi harga komoditas dan ketidakpastian pasar.
Program Belanja di Indonesia Saja juga berperan penting dalam menjaga daya beli. Melalui inisiatif ini, konsumen didorong untuk memilih produk lokal, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan produsen dalam negeri. Dengan demikian, ekonomi digital menjadi lebih terintegrasi, mengurangi ketergantungan pada impor, dan meningkatkan keberlanjutan ekonomi nasional.
Kesimpulan dan Prospek Masa Depan
Airlangga Sebut Ada 800 Ribu Penjual Video Commerce menandai tonggak penting dalam evolusi eâcommerce Indonesia. Pertumbuhan hampir 75% dalam jumlah penjual dan volume transaksi Rp 2,6 miliar menunjukkan bahwa pasar digital semakin matang dan responsif terhadap kebutuhan konsumen modern. Kebijakan pemerintah yang menekankan integrasi omni channel, dukungan terhadap produk lokal, dan program Belanja di Indonesia Saja menjadi katalisator utama bagi pertumbuhan ini.
Dengan terus memfasilitasi inovasi teknologi dan memperkuat jaringan distribusi, industri eâcommerce di Indonesia diharapkan akan menjadi lebih dinamis, inklusif, dan berkelanjutan. Peran video commerce akan tetap menjadi pendorong utama dalam menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif, transparan, dan memuaskan bagi konsumen, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang di pasar global.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8278628/airlangga-sebut-ada-800-ribu-penjual-video-commerce, without altering the facts of the original article.