Antrean BBM di Samarinda Kian Mengganggu
Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di Samarinda, Kalimantan Timur, kian memanjang dan mengganggu aktivitas warga. Berdasarkan pantauan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Sungai Pinang pada Minggu (28/6/2026), antrean kendaraan tampak mengular. Kondisi ini memicu keluhan dari para pengendara yang merasa waktu produktif dan energi mereka terkuras habis hanya untuk mendapatkan bahan bakar demi mobilitas harian.
Apa yang Terjadi?
Kenaikan harga dan sulitnya akses BBM ini dinilai kian memperberat beban finansial keluarga, terutama bagi pemenuhan kebutuhan pokok yang ikut melonjak. Sunarti, seorang ibu rumah tangga asal Bengkuring, Sempaja Utara, mengungkapkan beratnya rutinitas harian yang harus ia jalani. Setiap hari, dirinya harus menempuh jarak jauh untuk mengantar jemput anaknya sekolah ke kawasan Kelurahan Pelita, Sungai Pinang. “Saya menjalani hari-hari dan saat harga BBM naik berpengaruh ke yang lain. Saya rumah jauh di Bengkuring antar jemput tiap hari ke kawasan Kelurahan Pelita Sungai Pinang Samarinda . Kita ingin BBM harganya normal, harga sembako normal. Di saat seluruh keperluan atau apa-apa naik rasanya menambah berat beban hidup. Sebenarnya sebelum harga BBM naik pun sudah terasa mumet,” ujarnya di sela-sela antrean.
Mengapa dan Dampak
Keluhan serupa juga datang dari Reny, warga Jalan Damanhuri, Sungai Pinang. Ia secara blak-blakan mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya yang dianggap tidak efektif karena banyak makanan yang akhirnya terbuang akibat menu yang kurang diminati oleh anak-anak. “Saya pingin juga MBG diganti, karena mubazir. Karena kadang atau ada kalanya dianggap anak-anak mubazir terbuang karena menunya tak sedikit yang tak sesuai. Seumpamanya kami minta diuangkan tapi enggak bisa, bahkan di sekolah sini kawasan Kelurahan Pelita SD Negerinya tak dapat MBG,” imbuh Reny kesal. Kondisi antrean BBM yang panjang ini juga berdampak pada arus lalu lintas di Kota Tepian, julukan terkenal untuk Kota Samarinda yang merujuk pada letaknya di tepian Sungai Mahakam. Meski terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU, situasi arus lalu lintas di Kota Tepian secara umum terpantau tetap aman dan kondusif.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Warga Samarinda berharap pemerintah dapat segera menemukan solusi untuk mengatasi antrean BBM yang kian memanjang. Selain itu, program MBG juga diharapkan dapat dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, warga dapat menjalani aktivitas harian dengan lebih lancar dan tidak terbebani oleh antrean BBM yang panjang. Pemerintah diharapkan dapat memperhatikan aspirasi warga dan mencari solusi yang efektif untuk mengatasi permasalahan ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://kaltim.tribunnews.com/tribun-etam/1154796/warga-samarinda-keluhkan-antrean-bbm-panjang, without altering the facts of the original article.