Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifAntrean Panjang di SPBU
Antrean panjang kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali terjadi di Kota Binjai, Sumatra Utara. Salah satu SPBU yang mengalami antrean panjang adalah SPBU 14.207.177 yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara. Antrean panjang kendaraan yang mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax membuat masyarakat kesal.
Amatan langsung di lapangan, beberapa truk dan mobil tampak mengantre hingga ke jalan raya. Namun, tak terlihat kendaraan sepeda motor yang mengantre di SPBU tersebut. “Sudah habis Pertalite dan Pertamaxnya. Tinggal solar saja. Tadi pagi masih ada Pertalite dan Pertamax,” ujar Rizal, warga Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat.
Keterbatasan BBM Jenis Pertalite dan Pertamax
Rizal menjelaskan bahwa meskipun Pertalite dan Pertamax ada di pagi hari, masyarakat hanya bisa membeli Rp 50 ribu saja. “Dibatasi setiap pengendara sepeda motor hanya bisa membeli BBM maksimal Rp 50 ribu,” ucap Rizal. Hal serupa juga terjadi di SPBU 14.207.166 yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Binjai Timur.
Di situ, ratusan masyarakat yang mengendarai sepeda motor, mobil, dan truk mengantre. Antrean pun hingga ke jalan raya. Bahkan, disekitar SPBU terjadi kemacetan. Namun, tampak sejumlah personel Satlantas Polres Binjai, mengurai kemacetan yang terjadi akibat antrean pengendara yang hendak mengisi bahan bakar minyak.
Mengapa dan Dampak
Masyarakat yang mengantre kesal karena harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM. “Saya rasa sudah 3 jam saya mengantre. Ini pun belum dapat juga BBMnya,” ujar Ari, warga Desa Payageli, Kecamatan Sunggal. Kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax membuat masyarakat kesulitan. Harga Pertalite yang melonjak menjadi Rp 25 ribu per botol juga memberatkan masyarakat.
Keterbatasan BBM jenis Pertalite dan Pertamax ini tentunya berdampak pada aktivitas masyarakat. Banyak masyarakat yang mengandalkan BBM jenis ini untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan keterbatasan ini, masyarakat harus mencari alternatif lain yang tentunya lebih mahal. Hal ini tentunya akan berdampak pada perekonomian masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah perlu memperhatikan masalah kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax ini. Perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pasokan BBM jenis ini agar masyarakat tidak kesulitan. Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan harga BBM yang saat ini melonjak. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar dan tidak terbebani oleh harga BBM yang mahal.
Masyarakat berharap pemerintah dapat menyelesaikan masalah kelangkaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax ini secepatnya. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan lancar dan tidak kesulitan. Harga Pertalite yang melonjak menjadi Rp 25 ribu per botol juga perlu diperhatikan agar masyarakat tidak terbebani.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/news/1803270/antre-pengendara-berjam-jam-di-spbu-pengecer-naikkan-harga-pertalite-25-ribu-per-botol, without altering the facts of the original article.