Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa Bumi? Simak Langkah Aman Menyelamatkan Diri
Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa bisa diketahui secara pasti kapan waktunya. Guncangan gempa dapat berlangsung dalam waktu singkat, tetapi dampaknya bisa membahayakan apabila masyarakat tidak mengetahui langkah yang tepat untuk menyelamatkan diri.
Karena itu, penting bagi setiap orang untuk memahami apa yang harus dilakukan saat gempa bumi. Pengetahuan sederhana mengenai keselamatan saat gempa dapat membantu mengurangi risiko cedera dan membuat seseorang lebih tenang ketika menghadapi situasi darurat.
Indonesia sendiri merupakan negara yang memiliki aktivitas kegempaan tinggi. Kondisi tersebut berkaitan dengan posisi Indonesia yang berada di kawasan pertemuan lempeng tektonik aktif. Oleh sebab itu, kesiapsiagaan gempa bumi perlu menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat, baik di rumah, sekolah, tempat kerja maupun ruang publik.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa Bumi?
Ketika gempa mulai terasa, hal terpenting adalah tetap tenang dan segera melindungi diri. Jangan langsung berlari keluar ruangan tanpa memperhatikan kondisi sekitar karena benda yang jatuh atau pecahan material bangunan dapat menjadi bahaya.
Salah satu panduan keselamatan gempa yang banyak digunakan adalah Drop, Cover, and Hold On.
1. Drop atau Merunduk
Ketika guncangan terjadi, segera merunduk untuk menjaga keseimbangan dan mengurangi risiko terjatuh.
Posisi merunduk juga membuat tubuh lebih rendah sehingga lebih mudah berlindung dari benda yang mungkin jatuh. Hindari berdiri di dekat jendela, lemari tinggi, rak, atau benda lain yang tidak kokoh.
2. Cover atau Berlindung
Setelah merunduk, segera cari perlindungan di bawah meja atau benda kokoh yang dapat memberikan perlindungan dari benda yang jatuh.
Lindungi kepala dan leher. Jika tidak ada meja atau tempat berlindung yang sesuai, lindungi kepala dengan tangan sambil menjauh dari kaca, jendela, dan benda yang berpotensi jatuh.
3. Hold On atau Bertahan
Jika sudah berada di bawah tempat perlindungan, pegang bagian yang kokoh dan tetap berada di sana sampai guncangan berhenti.
Meja atau benda yang digunakan sebagai perlindungan dapat ikut bergeser akibat guncangan. Karena itu, tetap bertahan dan jangan terburu-buru keluar selama gempa masih berlangsung.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa di Dalam Rumah?
Jika gempa terjadi ketika sedang berada di dalam rumah, jangan langsung berlari menuju pintu. Tetap berada di tempat yang aman dan lindungi kepala serta leher.
Jauhi jendela, kaca, lemari tinggi, rak, dan benda berat yang dapat roboh. Setelah guncangan berhenti, perhatikan kondisi lingkungan sebelum bergerak.
Jika bangunan mengalami kerusakan atau terdapat kondisi yang membahayakan, keluar dengan hati-hati setelah situasi memungkinkan. Jangan menggunakan lift apabila berada di bangunan bertingkat.
Setelah berada di luar, menjauhlah dari bangunan, tiang listrik, papan reklame, atau benda lain yang dapat roboh.
Langkah Aman Saat Gempa di Sekolah
Gempa bumi juga dapat terjadi ketika seseorang sedang berada di sekolah. Siswa sebaiknya mengikuti arahan guru atau petugas sekolah.
Ketika guncangan terjadi di dalam kelas, berlindunglah di bawah meja yang kokoh dan lindungi kepala. Jangan saling mendorong atau berebut keluar melalui pintu.
Setelah guncangan berhenti dan keadaan memungkinkan untuk melakukan evakuasi, ikuti jalur yang sudah ditentukan sekolah. Bergerak secara tertib menuju titik kumpul.
Sekolah sebaiknya memiliki prosedur evakuasi gempa yang diketahui oleh siswa, guru, dan seluruh warga sekolah. Simulasi bencana juga dapat membantu siswa memahami tindakan yang harus dilakukan ketika gempa benar-benar terjadi.
Jika Gempa Terjadi di Luar Ruangan
Berada di luar ruangan saat gempa bukan berarti bebas dari bahaya. Ada beberapa benda di sekitar yang dapat roboh atau jatuh.
Jika berada di luar, segera cari area terbuka yang jauh dari bangunan, tiang listrik, pohon besar, papan reklame, dan struktur lain yang berpotensi jatuh.
Tetap berada di tempat yang relatif aman sampai guncangan berhenti. Jangan mendekati bangunan yang terlihat mengalami kerusakan karena bagian bangunan dapat runtuh atau material dapat jatuh setelah guncangan utama.
Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa di Dalam Kendaraan?
Jika gempa terjadi ketika sedang berada di kendaraan, pengemudi sebaiknya mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan di tempat yang aman apabila kondisi memungkinkan.
Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat bangunan tinggi, tiang listrik, papan reklame, atau lokasi lain yang memiliki risiko tertimpa benda.
Setelah kendaraan berhenti, tetap berada di dalam kendaraan hingga guncangan mereda dan situasi di sekitar dapat diperiksa. Ikuti informasi atau arahan petugas apabila terdapat pengalihan lalu lintas akibat kerusakan jalan.
Waspadai Gempa yang Berpotensi Tsunami
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, gempa bumi juga perlu diwaspadai karena gempa tertentu dapat memicu tsunami.
Tidak semua gempa menyebabkan tsunami. Namun, apabila terjadi gempa kuat dan berlangsung cukup lama di wilayah pesisir, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan informasi resmi dari BMKG serta pemerintah daerah.
Jika terdapat peringatan tsunami, segera ikuti jalur evakuasi menuju tempat yang lebih aman sesuai arahan pemerintah setempat. Jangan menunggu informasi dari sumber yang tidak jelas.
Mengetahui lokasi titik evakuasi sebelum bencana terjadi sangat penting bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di kawasan pesisir.
Jangan Langsung Kembali ke Bangunan
Setelah gempa berhenti, bukan berarti keadaan sudah sepenuhnya aman. Gempa susulan dapat terjadi dan bangunan yang sudah mengalami kerusakan dapat menjadi lebih berbahaya.
Sebelum memasuki kembali bangunan, perhatikan kondisi lingkungan dan ikuti arahan pihak berwenang. Hindari bangunan yang mengalami kerusakan serius.
Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap kabel listrik yang putus, kebocoran gas, kebakaran, pecahan kaca, serta benda-benda yang mungkin masih dapat jatuh.
Jangan Mudah Percaya Informasi yang Belum Terverifikasi
Setelah gempa terjadi, informasi biasanya menyebar dengan cepat melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Namun, tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya.
Masyarakat sebaiknya memperoleh informasi mengenai gempa, magnitudo, lokasi episentrum, potensi tsunami, dan perkembangan lainnya melalui sumber resmi seperti BMKG dan pemerintah daerah.
Hindari menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya karena dapat menimbulkan kepanikan.
Persiapan Sebelum Gempa Terjadi
Mengetahui apa yang harus dilakukan saat gempa bumi memang penting, tetapi persiapan sebelum bencana juga tidak kalah penting.
Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana, seperti mengetahui lokasi tempat berlindung, mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul keluarga, serta memastikan perabotan berat berada dalam posisi aman.
Di rumah, keluarga juga dapat membicarakan rencana evakuasi sehingga setiap anggota mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa.
Sekolah dan tempat kerja juga sebaiknya memiliki prosedur evakuasi serta melakukan latihan secara berkala.
Kesimpulan
Memahami apa yang harus dilakukan saat gempa bumi dapat membantu masyarakat menghadapi situasi darurat dengan lebih teratur. Ketika guncangan terjadi, tetap tenang, lakukan Drop, Cover, and Hold On, serta lindungi kepala dan leher dari benda yang jatuh.
Jika berada di luar ruangan, jauhi bangunan dan benda yang berpotensi roboh. Saat berada di kendaraan, berhentilah di lokasi yang aman. Sementara itu, masyarakat pesisir harus mengetahui jalur evakuasi dan memperhatikan peringatan resmi apabila terdapat potensi tsunami.
Yang tidak kalah penting, jangan langsung kembali ke bangunan yang rusak setelah gempa dan selalu ikuti informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.
Gempa bumi memang tidak dapat diprediksi secara tepat, tetapi kesiapsiagaan dapat dilakukan kapan saja. Dengan mengetahui langkah keselamatan dan mempersiapkan diri sejak dini, risiko akibat gempa bumi dapat dikurangi.
penulis: Anisa Zahra Sabrina f.