5 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Apple diduga lakukan pelacakan rahasia di App Store, pengguna cemas. Apakah raksasa teknologi ini benar-benar menjaga privasi penggunanya ataukah hanya sekadar janji?

Praktik Pelacakan yang Tidak Transparan

Peneliti keamanan dari akun X, Mysk, membeberkan bukti bahwa Apple diam-diam merekam setiap ketukan layar (tap) pengguna saat menjelajahi App Store. Parahnya, aktivitas pelacakan ini tidak dapat dimatikan oleh pengguna. Pemantauan dilakukan secara mendalam, mencakup kecepatan mengetik, kata kunci pencarian, titik koordinat sentuhan pada aplikasi, hingga versi sistem operasi (OS) yang digunakan.

Apa yang Terjadi?

Menyusul gelaran WWDC 2026, Apple mulai menerapkan sistem rekomendasi personal di App Store dengan dalih membantu pengembang memperluas jangkauan audiens mereka. Fitur rekomendasi personal teranyar memanfaatkan preferensi ketertarikan pengguna dan catatan aplikasi (App Notes). Sistem ini mendeteksi aktivitas unduhan untuk memunculkan iklan terarah di tab Aplikasi, Game, dan Pencarian. Namun, pengguna sama sekali tidak diberikan tombol untuk menolak dari pelacakan ini.

Mengapa dan Dampak

Kini, batas pemisah antara Apple sebagai perusahaan yang peduli dengan privasi dan perusahaan yang melakukan pelacakan rahasia menjadi kabur. Publik mulai bertanya: apakah Apple sedang menyelamatkan pengguna, atau justru menjebak mereka dalam ekosistemnya sendiri? Agresi besar-besaran ke ceruk bisnis iklan ini otomatis membuat kampanye mereka soal privasi menjadi kontradiktif. Apple dinilai gagal memberikan opsi atau pilihan yang adil bagi pengguna untuk mengontrol data mereka sendiri.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kecuali di wilayah Uni Eropa yang mulai melonggarkan aturan berkat regulasi Digital Markets Act (DMA), pengguna tidak punya alternatif selain lewat App Store. Sangat janggal melihat salah satu korporasi paling bernilai di dunia ini mendadak berlagak seperti “usaha kecil” yang butuh memotong hak persetujuan pengguna demi pembenaran pengumpulan data. Ke depannya, Apple harus transparan dan memberikan kontrol yang lebih baik kepada pengguna atas data mereka sendiri.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/tekno/read/7904890/apple-diduga-lacak-tiap-sentuhan-jari-pengguna-di-app-store-apa-tujuannya, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *