19 Juli 2026
featured_image

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Menggunakan TikTok Shop

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Melalui Affiliate Marketing

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Menggunakan Canva

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Argentina dituding main kasar saat melawan Italia, reaksi keras datang dari dua legenda Italia. Apa yang membuat mereka geram?

Argentina dituding bermain kasar saat menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Kekalahan Inggris dengan skor 1-2 memicu kemarahan di studio televisi Italia. Dua legenda pesepakbola yang pernah tampil di Serie A Italia, Marco Tardelli dan Paulo Roberto Falcao, mengecam tindakan kasar Argentina.

Kronologi Pertandingan yang Memicu Kontroversi

Pertandingan antara Inggris dan Argentina berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Tim Tango menang comeback 2-1. Pada babak pertama, Leandro Paredes dari Argentina menyikut kepala Elliot Anderson. Wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, hanya memberikan pelanggaran biasa saja untuk Inggris.

Marco Tardelli, yang pernah bermain di Juventus dan Inter Milan, merasa seharusnya ada ganjaran kartu untuk Paredes. “Pertandingan yang baru dimulai dan Paredes sudah melakukan pelanggaran berat tanpa alasan. Memalukan. Lalu Inggris juga, ya… Bukan sepakbola. Hanya pelanggaran!” kata Tardelli.

Reaksi Legenda Italia

Paulo Roberto Falcao, legenda Roma, juga sangat marah dengan tindakan Paredes. Dia menilai bahwa apa yang dilakukan Paredes sudah sebuah tindak kekerasan. “Pada satu titik seseorang melayangkan pukulan dan wasit bahkan tidak memberikan kartu merah. Sungguh mengejutkan!” kata Falcao.

“Ini adalah penyerangan, bukan pelanggaran biasa. Pukulan itu pantas mendapatkan kartu merah, pukulan yang sangat keras. Saya belum pernah melihat hal seperti ini di sepakbola. Jika terus seperti ini, pasti tidak akan berakhir sebelas lawan sebelas,” tegasnya.

Mengapa dan Dampak

Kemenangan Argentina atas Inggris memicu kemarahan di studio televisi Italia karena dianggap bermain kasar. Tindakan Paredes yang menyikut kepala Elliot Anderson tanpa alasan yang jelas membuat banyak orang marah. Dampak dari kejadian ini adalah kritik terhadap wasit yang dianggap tidak tegas dalam memberikan kartu kepada pemain yang melakukan pelanggaran berat.

Apa artinya ini ke depan? Kejadian ini dapat mempengaruhi citra sepakbola Argentina dan juga mempengaruhi kepercayaan terhadap wasit yang memimpin pertandingan. Selain itu, kejadian ini juga dapat mempengaruhi hubungan antara Argentina dan Inggris dalam konteks sepakbola.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kemenangan Argentina atas Inggris membawa mereka ke final Piala Dunia 2026. Namun, kejadian ini masih akan menjadi topik perbincangan yang hangat di dunia sepakbola. Argentina masih harus menempuh jalan panjang untuk mempertahankan gelar juara mereka, sementara Inggris harus memperbaiki diri untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.detik.com/juara-bola-dunia-2026/bola-dunia/d-8577652/argentina-main-kasar-dua-legenda-serie-a-italia-mengecam, without altering the facts of the original article.

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Menggunakan TikTok Shop

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Melalui Affiliate Marketing

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Menggunakan Canva

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *