4 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Aria Seno Adiwijaya menangis saat menerima peti jenazah ayahnya, Sri Indratmo Wijaya, setelah proses penyerahan rampung. Baca cerita penuh Aria menangis terima peti sang ayah.

Aria Menangis Terima Peti Sang Ayah Korban KMP Mutiara Sentosa 2, Rp200 Ribu Terakhir dari Bapak

Tangis Aria Seno Adiwijaya pecah saat menerima penyerahan peti jenazah sang ayahanda, Sri Indratmo Wijaya (47), di RS Bhayangkara Surabaya, Senin (3/8/2026). Ia cuma bisa menutupi wajahnya yang basah karena air mata membasahi pipinya dengan kedua telapak tangan. Aria menangis kala menjabat tangan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Biddokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr Bayu Dharma Shanti.

Momen Penentu di Menit Akhir

Tepatnya setelah prosesi tersebut rampung dan peti jenazah sang ayahanda mulai dimasukkan ke dalam mobil ambulan RS Bhayangkara Surabaya. Jenazah sang ayahanda bakal dikebumikan di tempat makam umum kawasan Jalan Banyu Urip, Sawahan, Kota Surabaya, malam itu juga.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Meskipun sudah tinggal berbeda rumah, sang ayah merupakan sosok panutan. Di mata keluarga, sang ayah merupakan figur panutan, penyayang keluarga, dan peduli dengan anak-anaknya. Ia tak menyangka sang ayah bakal bernasib nahas menjadi korban kebakaran kapal tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Mengenai firasat, Aria mengaku tidak ada. Namun, selama beberapa pekan terakhir, perasaannya kerap diliputi rasa cemas yang tak pernah bisa diurai penyebabnya. Bahkan saking cemasnya, belakangan ini, dirinya kerap merasa parno sendiri tatkala memperoleh sebuah panggilan telepon dari seseorang. “Firasat enggak ada, cuma 2 minggu seperti perasaan sedih, kalau dengar telepon perasaan enggak enak,” ungkapnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Terakhir kali dirinya berkomunikasi dengan sang ayahanda, tepatnya Rabu pekan lalu. Aria masih harus menemui keadaan yang paling sulit setelah kejadian ini. Dalam perjalanan menuju keadaan baru, Aria harus belajar untuk menghadapi rasa duka yang begitu dalam. Semoga dia dapat menemukan kekuatan untuk terus berjalan dan melawan rasa sedih yang menghimpit.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/surabaya/554845/rp200-ribu-terakhir-dari-bapak-aria-menangis-terima-peti-sang-ayah-korban-kmp-mutiara-sentosa-2, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *