Berita Hari Ini – 07 Mei 2026 | Arsenal Women terhenti imbang 1-1 melawan Brighton pada laga ke-22 Barclays Women's Super League di Broadfield Stadium, menutup peluang terakhir untuk merebut gelar dan sekaligus mengukir gelar pertama Manchester City di kompetisi tersebut sejak satu dekade lalu.
Ringkasan Pertandingan
Pertandingan dimulai dengan tekanan tinggi dari kedua tim. Brighton membuka skor pada menit ke-42 melalui serangan cepat Fuka Tsunoda yang memanfaatkan pertahanan Arsenal yang masih mencari ritme. Tembakan Tsunoda menyentuh tiang gawang sebelum meluncur ke belakang gawang, mengalahkan kiper Daphne van Domselaar. Arsenal berusaha bangkit, namun serangan balik mereka belum menghasilkan peluang nyata di babak pertama.
Balik Keunggulan Arsenal
Usaha Arsenal membuahkan hasil pada menit ke-61. Frida Maanum, yang menggantikan Olivia Smith di babak pertama, menerima umpan terobosan dari Alessia Russo, menembus ruang penalti, dan mengeksekusi penyelesaian halus ke sudut kanan bawah gawang Brighton. Gol tersebut mengembalikan kepercayaan diri tim, namun poin satu saja tidak cukup untuk mengubah nasib mereka di klasemen.
Penilaian Pemain
- Daphne van Domselaar (6/10) – Penjaga gawang dengan aksi-aksi penting, meski gol kebobolan bersifat defleksi.
- Smilla Holmberg (7/10) – Penampilan paling menonjol di lini tengah, menciptakan peluang lewat umpan silang.
- Lotte Wubben‑Moy (6/10) – Konsistensi dalam menghalau serangan Brighton.
- Kim Little (5/10) – Kesulitan mengatur tempo, terlihat lebih baik setelah pergantian.
- Victoria Pelova (4/10) – Kurang berpengaruh, diganti pada jeda pertama.
- Frida Maanum (6/10) – Gol penyeimbang, salah satu pemain terbaik di lapangan.
- Alessia Russo (6/10) – Membuka ruang bagi Maanum, namun gagal menambah gol.
- Caitlin Foord (6/10) – Aktif menciptakan peluang, namun belum menghasilkan poin.
- Mariona Caldentey (7/10) – Dampak positif sejak masuk, meningkatkan kreativitas tim.
- Stina Blackstenius (5/10) – Kurang berkesempatan, meski berusaha memberikan tekanan.
Dampak pada Perebutan Gelar
Kekalahan ini sekaligus menandai akhir dari 13‑match unbeaten run Arsenal Women. Dengan selisih 11 poin dan tiga pertandingan tersisa, peluang mereka untuk menyalip Manchester City menjadi mustahil. Pada sore yang sama, Manchester City mengamankan gelar WSL setelah Arsenal gagal menang, menambah kebanggaan bagi tim asal Inggris Utara itu.
Komentar Pelatih dan Prospek Kedepan
Pelatih Renee Slegers menilai rotasi pemain diperlukan mengingat jadwal padat, termasuk pertandingan Liga Champions dan semifinal Piala FA melawan Liverpool. Ia mengapresiasi semangat pemain pengganti, khususnya Caldentey dan Blackstenius, namun menegaskan perlunya konsistensi dalam mengeksekusi peluang di sisa pertandingan musim.
Arsenal Women kini beralih ke laga tandang melawan Aston Villa di Villa Park pada akhir pekan, diikuti oleh pertandingan terakhir di Emirates Stadium melawan Everton. Meskipun gelar tidak lagi dapat diraih, fokus tim beralih pada penyelesaian musim dengan mengamankan posisi terbaik di papan klasemen.
Secara keseluruhan, pertandingan melawan Brighton menegaskan tantangan yang dihadapi Arsenal Women di akhir musim. Meskipun mereka menunjukkan kemampuan untuk bangkit, kurangnya ketajaman di depan gawang menjadi faktor utama yang menghalangi mereka meraih kemenangan dan mempertahankan harapan gelar.