3 Juni 2026
Artemis II: Misi Bersejarah NASA Mengungkap Misteri Bulan dan Tantangan di Luar Angkasa

Artemis II: Misi Bersejarah NASA Mengungkap Misteri Bulan dan Tantangan di Luar Angkasa

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG βœ… πŸ“ Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia βœ… πŸ“ Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa βœ… πŸ“ Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES βœ… πŸ“ Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 05 April 2026 | NASA meluncurkan misi berawak Artemis II pada 1 April 2026 dengan tujuan mengelilingi Bulan, menandai kembali kehadiran manusia di ruang angkasa dalam (deep space) setelah lebih dari lima dekade. Empat astronot – Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency – memulai perjalanan 10 hari yang menguji kemampuan kapsul Orion serta menyiapkan landasan bagi misi Artemis III yang akan mendarat di permukaan Bulan.

Pelacakan Real‑time: Artemis Real‑time Orbit Website (AROW)

NASA memperkenalkan sistem pelacakan daring bernama Artemis Real‑time Orbit Website (AROW) yang memungkinkan publik memantau posisi Orion secara langsung. Visualisasi menampilkan lintasan yang tidak mengarah langsung ke posisi Bulan saat ini, melainkan ke titik masuk orbit lunar beberapa hari ke depan. Versi seluler AROW dilengkapi fitur augmented reality, memberi kesan bahwa pengguna berada di samping wahana.

🔖 Baca juga:
Terungkap! 23 Link Nonton Film Gratis April 2026 yang Aman dan Tanpa Malware

Masalah Toilet di Tengah Perjalanan

Beberapa hari setelah peluncuran, tim di Pusat Pengendalian Misi melaporkan kerusakan pada toilet kapsul Orion. Saluran pembuangan diduga tersumbat es, menyebabkan urin tidak dapat dikeluarkan secara optimal. Sementara buang air besar tetap dapat dilakukan, astronot dipaksa memakai kantong pengumpul urin cadangan hingga perbaikan selesai. Kejadian ini mengingatkan pentingnya pengujian sistem hidup‑berat di lingkungan mikrogravitasi.

Blue Marble Generasi Baru

Dalam perjalanan menuju Bulan, komandan misi Reid Wiseman mengambil foto Bumi yang menyerupai β€œBlue Marble” klasik Apollo 17. Gambar menampilkan Bumi biru dengan benua Afrika di kiri, Semenanjung Iberia di bawah, serta cahaya planet Venus dan aurora hijau di atmosfer. Foto tersebut dibagikan melalui saluran resmi NASA dan segera menjadi simbol visual misi Artemis II.

Catatan Rekor Jarak Terjauh Manusia

Pada 5 April 2026, Orion berada sekitar 271.979β€―km dari Bumi dan 178.154β€―km dari Bulan, menandai jarak terjauh yang pernah dicapai manusia sejak Apollo 17. Ketika pesawat memasuki β€œlingkup pengaruh Bulan”, gravitasi lunar mengalahkan tarikan Bumi, menandai fase kritis sebelum melakukan flyby dan memulai fase peluncuran kembali ke Bumi.

🔖 Baca juga:
Jokowi Pujikan Keberanian Prabowo: BBM Tetap Stabil di Tengah Gejolak Energi Global

Riset Ilmiah di Artemis II

Selain menguji sistem, kru melakukan serangkaian eksperimen yang terbagi dalam empat kategori utama:

  • Ilmu Bulan: Pengambilan foto kawah tumbukan, aliran lava purba, serta analisis tekstur dan warna batuan lunar untuk mendukung misi pendaratan selanjutnya.
  • Dampak Kesehatan: Monitoring pola tidur, kebugaran, radiasi, serta penggunaan organ‑on‑a‑chip untuk menilai efek mikrogravitasi pada sel manusia.
  • Cuaca Luar Angkasa: Pengamatan pelepasan massa koronal dan badai matahari yang dapat mengganggu sistem elektronik serta kesehatan astronot.
  • Efek pada Komponen Elektrik: CubeSat yang diluncurkan bersama Orion mengukur radiasi pada perangkat elektronik, data penting untuk pengembangan teknologi kendaraan lunar.

Langkah Selanjutnya NASA

Artemis III dijadwalkan melakukan uji coba orbit rendah Bumi dengan kendaraan lunar buatan swasta seperti SpaceX Starship dan Blue Moon, sebelum menurunkan astronot di Kutub Selatan Bulan. Pada tahun 2028, NASA menargetkan pendaratan Artemis IV dan V serta memulai pembangunan fondasi pangkalan permanen di Bulan.

Keseluruhan, Artemis II bukan hanya sekadar penerbangan mengelilingi Bulan, melainkan laboratorium bergerak yang mengumpulkan data kritis untuk memastikan manusia dapat kembali ke Bulan secara berkelanjutan, bahkan melanjutkan eksplorasi ke Mars. Keberhasilan pelacakan real‑time, tantangan teknis seperti toilet, serta penemuan ilmiah yang dihasilkan akan menjadi pijakan penting dalam era baru penjelajahan ruang angkasa.

🔖 Baca juga:
Drama di Carrow Road: Norwich City vs Portsmouth, Pertarungan Kunci di Puncak Championship
Views: 8

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG βœ… πŸ“ Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia βœ… πŸ“ Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa βœ… πŸ“ Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES βœ… πŸ“ Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *