Berita Hari Ini – 14 April 2026 | NASA kembali mengukir sejarah dengan misi Artemis II, penerbangan berawak pertama dalam program Artemis yang menargetkan kembali manusia ke Bulan setelah lebih dari lima dekade. Misi ini menandai transisi penting dari uji coba tanpa awak ke eksplorasi berawak, sekaligus menjadi batu loncatan bagi rencana pendaratan di Kutub Selatan Bulan pada Artemis III.
Apa Itu Artemis II?
Artemis II adalah misi penerbangan berawak yang menggunakan kapsul Orion dan roket Space Launch System (SLS). Empat astronot – dua pria dan dua wanita – melakukan perjalanan mengelilingi Bulan selama sepuluh hari, tanpa melakukan pendaratan. Tujuan utama adalah menguji sistem kritis: peluncuran SLS, integritas kapsul Orion selama perjalanan jauh, serta prosedur kembali (reentry) ke atmosfer Bumi yang paling menantang.
Tahapan Peluncuran dan Perjalanan Mengelilingi Bulan
Pada 14 April 2026, roket SLS meluncurkan Orion dari Kennedy Space Center dengan kecepatan lebih dari 40.000 km/jam. Setelah memasuki orbit Bumi, modul layanan (service module) melakukan beberapa manuver untuk mengarahkan kapsul ke lintasan trans‑lunar. Selama fase ini, tim kontrol melakukan koreksi kecil menggunakan thruster agar jalur masuk ke orbit Bulan tepat sasaran.
Setelah mencapai orbit Bulan, Orion melakukan fly‑by yang memungkinkan astronot mengamati permukaan, medan magnet, dan kondisi radiasi. Seluruh perjalanan berlangsung tanpa insiden signifikan, membuktikan kesiapan sistem untuk misi pendaratan berikutnya.
Proses Reentry dan Pendaratan di Samudra Pasifik
Setelah menyelesaikan orbit, modul layanan dipisahkan sekitar 42 menit sebelum memasuki atmosfer Bumi. Pada tahap ini, modul layanan terbakar di atmosfer, meninggalkan hanya modul kru Orion yang dilengkapi heat shield ablative. Orion memasuki atmosfer dengan kecepatan hipersonik lebih dari Mach 30, menghasilkan suhu eksternal mencapai 2.700 °C.
Untuk mengurangi beban termal dan mekanik, Orion menggunakan teknik skip entry, yaitu memantul singkat pada lapisan atas atmosfer sebelum menurunkan sudut masuk secara bertahap. Teknik ini menurunkan suhu permukaan dan mengurangi gaya g‑force yang dialami awak.
- Langkah 1 – Skip Entry: Orion memantul pada ketinggian ~120 km, menurunkan kecepatan awal secara signifikan.
- Langkah 2 – Heat Shield Ablative: Heat shield terbuat dari bahan Avcoat yang terbakar perlahan, menyerap energi panas dan melindungi modul kru.
- Langkah 3 – Blackout Komunikasi: Selama fase paling panas terbentuk plasma yang memblokir sinyal radio selama beberapa menit.
- Langkah 4 – Deploy Parasut: Sebanyak 11 parasut berlapis dibuka secara berurutan, mengurangi kecepatan hingga ~30 km/jam.
- Langkah 5 – Pendaratan: Kapsul “Integrity” menyentuh permukaan Samudra Pasifik lepas pantai San Diego pada 10 April 2026, dengan tim astronot selamat.
Teknologi Kunci yang Membuat Reentry Aman
Heat shield ablative berfungsi sebagai “pelindung kebakaran” yang secara bertahap menguap, mengalirkan panas menjauh dari struktur internal. Selain itu, sistem parasut berlapis dirancang untuk menahan beban dinamis dan menjaga stabilitas orientasi kapsul. Kombinasi keduanya memastikan bahwa suhu ekstrem dan tekanan tinggi tidak merusak integritas struktural Orion.
Penggunaan skip entry juga sangat penting. Jika sudut masuk terlalu curam, kapsul dapat terbakar; jika terlalu landai, risiko memantul kembali ke luar atmosfer meningkat. Tim penerbangan melakukan simulasi ribuan kali untuk menemukan sudut optimal sekitar 6‑7 derajat.
Keberhasilan reentry Artemis II bukan hanya pencapaian teknis, melainkan juga simbol kepercayaan manusia pada kemampuan eksplorasi luar angkasa. Pengalaman ini akan menjadi acuan bagi Artemis III, yang direncanakan melakukan pendaratan pertama manusia di Kutub Selatan Bulan.
Dengan keberhasilan mengelilingi Bulan, menguji kembali ke Bumi, dan melindungi empat astronot selama fase paling berbahaya, Artemis II menegaskan bahwa program Artemis berada pada jalur yang tepat untuk merealisasikan kembali kehadiran manusia di Bulan dan membuka jalan menuju misi ke Mars di masa depan.