20 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Tanda Tubuh Sudah Kecanduan Gula: Gejala Tersembunyi yang Harus Diketahui Semua Orang Sebelum Kesehatan Memburuk. Temukan tanda-tanda awal yang sering terlewat, dan bagaimana cara menghentikan kebiasaan gula sebelum menimbulkan kerusakan serius.

Awas! Tanda Tubuh Sudah Kecanduan Gula: Gejala Tersembunyi yang Harus Diketahui Semua Orang Sebelum Kesehatan Memburuk

Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengungkapkan beberapa gejala awal yang menandakan tubuh mulai terbiasa atau bahkan kecanduan asupan gula tinggi. Salah satu tanda paling mencolok adalah rasa tidak puas setelah makan utama jika belum menyantap hidangan manis. “Misalnya kayak habis makan terus ngerasanya pengin makan manis lagi. Kalau enggak diturutin kayak masih ada yang kurang,” jelas dr Yaze dalam live TikTok detikHealth pada Kamis (13/8/2026).

🔖 Baca juga:
Target Jalan Kaki 10 Ribu Langkah Tak Wajib Lagi, Riset Baru Ungkap Ambang 7.500 Langkah Cukup Jaga Kesehatan hingga Usia Lanjut

Gejala lain yang sering dilaporkan adalah ketidakmampuan berfokus sepanjang hari. “Atau misalnya jadi seharian nggak mood, gitu. Itu sudah tanda-tanda kebiasaan makan gula lah intinya,” tambahnya. Tidak hanya mental, tubuh juga merespons dengan perubahan fisiologis, seperti peningkatan gula darah secara tiba-tiba diikuti oleh penurunan drastis, yang seringkali membuat perasaan cemas atau mudah marah.

Selain itu, dr Yaze menyoroti bahwa seringkali orang tidak menyadari bahwa kebiasaan ngemil manis setelah jam makan utama merupakan perilaku kompensasi. Ketika gula tidak dikonsumsi secara teratur, tubuh mencoba memaksakan dirinya untuk menemukan sumber energi tambahan, yang seringkali berupa makanan manis. Hal ini dapat memicu pola makan berulang yang sulit dipecahkan tanpa bantuan profesional.

Kenapa Memotong Gula Secara Mendadak Bisa Merugikan?

Dr Yaze menegaskan bahwa memotong asupan gula secara mendadak bukanlah langkah yang bijak. Ketika tubuh tiba-tiba tidak menerima asupan gula yang biasa, ia mengalami stres karena “kaget”. Akibatnya, bisa muncul gangguan suasana hati (mood swing) dan rasa cemas berlebih. “Berhenti total secara tiba-tiba justru berpotensi memicu gangguan suasana hati (mood swing), dan rasa cemas berlebih karena tubuh kaget,” jelasnya.

Efek samping lainnya termasuk kelelahan, sakit kepala, dan bahkan gangguan pencernaan. Ketika tubuh tidak mendapatkan gula dalam jumlah yang cukup, sistem saraf simpatik dapat menjadi overaktif, memicu rasa gelisah. Kondisi ini seringkali membuat orang merasa lebih lemah dan kurang bersemangat, yang berpotensi menurunkan produktivitas kerja dan kualitas hidup sehari-hari.

Untuk menghindari dampak negatif ini, dr Yaze merekomendasikan metode pengurangan kadar manis secara bertahap setiap harinya. “Sebagai gantinya, dr Yaze merekomendasikan metode pengurangan kadar manis secara bertahap setiap harinya agar tubuh dapat beradaptasi secara alami.” Pendekatan bertahap memberi waktu bagi sistem endorfin dan hormon gula tubuh untuk menyesuaikan diri, sehingga transisi menjadi lebih lancar dan tidak menimbulkan stres emosional.

🔖 Baca juga:
12 Makanan Super Kolagen yang Bikin Kulitmu Awet Muda Alami

Strategi Pengurangan Gula yang Efektif

Langkah pertama adalah memeriksa label makanan. Banyak produk olahan mengandung gula tersembunyi, seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa. Dengan membaca label, Anda dapat mengetahui berapa gram gula per porsi dan menghindari produk tinggi gula. Selain itu, mengganti minuman berkarbonasi atau jus dengan air putih atau teh herbal tanpa gula dapat secara signifikan mengurangi asupan kalori manis.

Selanjutnya, meningkatkan konsumsi serat melalui sayuran hijau, buah segar, dan biji-bijian dapat membantu menstabilkan gula darah. Serat menunda pencernaan karbohidrat, sehingga penyerapan gula menjadi lebih lambat dan tidak menimbulkan lonjakan gula darah. Kombinasi protein dan lemak sehat, seperti kacang-kacangan atau alpukat, juga membantu menurunkan respon insulin.

Selama proses penurunan gula, penting untuk tetap memperhatikan kebutuhan energi harian. Mengganti makanan manis dengan camilan sehat, seperti yogurt rendah lemak, buah potong, atau segenggam kacang, dapat memuaskan rasa lapar tanpa menambah asupan gula berlebih. Jika Anda merasa sulit mengendalikan keinginan manis, pertimbangkan untuk menambahkan sedikit kayu manis atau vanili pada makanan, karena aroma ini dapat meniru rasa manis tanpa menambah gula.

Perubahan Pola Makan Sehari-hari

Dr Yaze menekankan pentingnya pola makan yang teratur. Makan dalam porsi kecil namun sering (3 kali makan utama dan 2 camilan sehat) membantu menjaga kestabilan gula darah. Ketika tubuh tidak merasakan lonjakan gula, maka tidak akan muncul keinginan mendadak untuk ngemil manis. Selain itu, menambahkan protein dalam setiap porsi, seperti ayam, ikan, atau telur, dapat membantu menstabilkan energi sepanjang hari.

Jika Anda masih merasa sulit menahan godaan, cobalah teknik pernapasan atau meditasi singkat. Mengambil napas dalam-dalam selama 10 detik dapat menenangkan sistem saraf dan membantu mengurangi impuls ngemil. Olahraga ringan, seperti jalan kaki 30 menit setiap hari, juga dapat meningkatkan metabolisme dan menurunkan keinginan terhadap makanan manis.

🔖 Baca juga:
BPJS Kesehatan Luncurkan LANURI, Akses Layanan JKN Kini Lebih Mudah di Daerah 3T

Manfaat Jangka Panjang Mengurangi Gula

Dengan mengurangi asupan gula, risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung dapat berkurang secara signifikan. Selain itu, kulit akan menjadi lebih bersih, rambut lebih sehat, dan energi harian menjadi lebih stabil. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat meningkatkan kualitas tidur, karena hormon melatonin dipengaruhi oleh kadar gula darah.

Menurut dr Yaze, “Kesehatan bukan hanya tentang berat badan, tapi juga tentang keseimbangan hormon dan energi yang stabil.” Dengan mengurangi gula, tubuh dapat berfungsi lebih efisien, sehingga Anda dapat menikmati aktivitas sehari-hari tanpa merasa lelah atau stres berlebihan.

Kesimpulan dan Tindakan Praktis

Jika Anda mulai merasakan gejala seperti tidak puas setelah makan utama, mood seharian tidak stabil, atau sering merasa lapar manis

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8624665/awas-begini-tandanya-tubuh-sudah-kecanduan-gula, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *