Bahaya Sound Horeg: Penyebab dan Dampaknya yang Harus Diketahui Orang Dewasa Dentuman bass yang menggetarkan dada, kaca jendela bergetar, bahkan tanah terasa ikut bergoyang. Fenomena sound horeg, tren sound system raksasa yang membuat segala sesuatu di sekitarnya “horeg” alias bergetar, sudah menjelma jadi budaya populer yang menyebar dari akar pedesaan Jawa Timur ke berbagai penjuru negeri. Sound horeg merupakan fenomena yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memiliki risiko kesehatan yang serius dan sering diabaikan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fenomena sound horeg bermula dari tradisi hiburan rakyat pedesaan Jawa Timur sejak era 2000-an, saat pengeras suara dipakai untuk memeriahkan acara hajatan. Dulu, pesta pernikahan atau khitanan di desa-desa sering menyewa organ tunggal sebagai hiburan utama. Seiring berkembangnya teknologi audio, anak-anak muda mulai memodifikasi sistem sound agar suaranya lebih “nendang”, hingga akhirnya lahir komunitas-komunitas sound system rumahan yang bertanding tak resmi untuk menunjukkan siapa yang punya “sound paling menggetarkan”. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Paparan suara ekstrem dalam waktu lama juga berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan lain, termasuk stres, hipertensi, gangguan tidur, peningkatan risiko penyakit jantung, dan gangguan kognitif, terutama pada anak-anak. Indikatornya terlihat dari kebiasaan masyarakat setempat yang gemar menyewa sound system dengan volume tinggi saat menggelar hajatan. Selain faktor budaya dan sosial, ada pula aspek ekonomi yang mendorong menjamurnya fenomena ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Investasi dalam industri sound horeg terbilang sangat besar, dengan satu unit truk sound horeg lengkap bisa menelan biaya hingga Rp 1 miliar. Di kawasan Malang Raya saja, tercatat ada sekitar 1.200 usaha persewaan sound horeg, menciptakan ribuan lapangan kerja bagi teknisi, DJ, dan operator, sekaligus menarik kerumunan yang turut berbelanja di sekitar lokasi acara. Namun, di balik popularitasnya, sound horeg menyimpan risiko kesehatan yang serius dan sering diabaikan. **Apa YANG TERJADI?** Dilansir dari National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) Amerika Serikat, batas paparan kebisingan yang direkomendasikan adalah 85 desibel selama delapan jam. Sementara itu, National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD) menjelaskan bahwa suara pada atau di bawah 70 desibel, bahkan setelah paparan lama, tidak mungkin menyebabkan gangguan pendengaran. Namun paparan lama atau berulang terhadap suara pada atau di atas 85 desibel bisa menyebabkan gangguan pendengaran, dan semakin keras suaranya, semakin singkat pula waktu yang dibutuhkan untuk merusak pendengaran. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sound horeg memiliki volume yang sangat keras, mencapai 120 hingga 135 desibel, jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan. Dengan level 120 hingga 135 desibel yang jadi ciri khas sound horeg, paparan bahkan dalam hitungan menit saja sudah cukup berisiko merusak pendengaran secara permanen. Kerusakan yang terjadi disebut Noise-Induced Hearing Loss (NIHL), kondisi di mana sel-sel rambut halus di dalam koklea telinga rusak akibat suara terlalu keras, dan sel-sel ini tidak bisa beregenerasi sama sekali, menyebabkan gangguan pendengaran permanen. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Bayi, lansia, dan penderita autisme, kelompok dengan sistem sensorik yang lebih sensitif terhadap rangsangan, adalah kelompok yang paling rentan terhadap dampak paparan suara ekstrem. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang dewasa untuk memahami bahaya sound horeg dan mengambil tindakan preventif untuk melindungi kesehatan mereka sendiri dan keluarga mereka. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan demikian, sound horeg bukan hanya sebuah fenomena hiburan, tetapi juga sebuah peringatan akan bahaya paparan suara ekstrem. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan sound horeg dan meningkatkan kesadaran akan bahaya paparan suara ekstrem.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/mengapa-banyak-orang-suka-sound-horeg-ketahui-penyebab-dan-bahaya-paparannya-terlalu-lama-2608114.html, without altering the facts of the original article.