Bandara Radin Inten II diguncang simulasi ekstrem pada Kamis, 16 Juli 2026, ketika pesawat bernomor penerbangan BLA 001 rute Jakarta-Lampung tergelincir dan mengakibatkan keadaan darurat. Insiden ini merupakan bagian dari latihan Airport Emergency Exercise (AEE) dan Airport Contingency Exercise (ACE) 2026 yang melibatkan seluruh unsur Komite Keamanan dan Keselamatan Bandara, Basarnas, tim medis, hingga Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan. Simulasi ini menguji batas kesiapsiagaan personel dalam menangani situasi darurat. Pesawat tersebut disimulasikan mengalami runway excursion hingga keluar jalur ke bahu kanan landasan pacu.
Momen Penentu di Menit Akhir
Dalam simulasi tersebut, 107 penumpang dan kru terjebak di dalam pesawat yang tergelincir. Petugas penyelamat harus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi para korban. Berdasarkan skenario, insiden maut ini mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, 3 korban luka berat, 10 orang mengalami luka sedang dan ringan, sementara 93 penumpang lainnya berhasil diselamatkan dari lambung pesawat. Selain itu, petugas juga harus menghadapi ancaman keamanan tingkat tinggi di area terminal ketika terjadi penyanderaan personel bandara di pos komando Public Safety Command Post (PSCP).
Aksi penyanderaan tersebut menuntut respons taktis dan cepat. Tim gabungan yang terdiri dari Aviation Security (Avsec), Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), bersama tim antiteror TNI/Polri bergerak senyap namun terukur untuk melumpuhkan pelaku hingga situasi bandara akhirnya dinyatakan kembali kondusif.
Apa Artinya Ini ke Depan?
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menjelaskan bahwa latihan kolosal ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kecepatan respons dan koordinasi di lapangan. “Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menangani situasi darurat,” jelasnya.
Latihan ini juga berdampak pada jadwal penerbangan reguler di terminal yang sempat mengalami keterlambatan (delay). Manajemen bandara mengimbau para calon penumpang untuk mengantisipasi penyesuaian arus kendaraan di sekitar bandara dan menyarankan agar tiba lebih awal guna kelancaran proses check-in hingga boarding.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesiapsiagaan dan kecepatan respons dalam situasi darurat merupakan hal yang sangat penting bagi bandara. Dengan adanya latihan seperti ini, bandara dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menangani situasi darurat. Oleh karena itu, bandara akan terus melakukan latihan dan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan.
Dengan demikian, bandara dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan aman bagi penumpang. Simulasi ekstrem ini merupakan salah satu upaya bandara untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menangani situasi darurat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1213823/pesawat-tergelincir-hingga-aksi-penyanderaan-di-bandara-radin-inten-ii-simulasi-ekstrem, without altering the facts of the original article.