Bandung Tahan Harga Beras: SPMB Berikan Stok Aman dan Pasar Murah 30 Kecamatan
Berita Hari Ini – 04 September 2026 | Di tengah dinamika inflasi yang menggerogoti pasar, Pemerintah Kota Bandung melalui Satuan Pengendalian Harga dan Mutu Beras (SPMB) berhasil menjaga harga beras tetap terjaga. Dengan pengawasan ketat di dua pasar sentra, Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, harga medium dan premium masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, stok beras di Jawa Barat diprediksi aman hingga tahun 2027 berkat penyerapan gabah petani yang intensif.
Pengawasan Harga Beras di Kota Bandung
Inspeksi mendadak yang dilaksanakan pada 3 September 2026 menegaskan bahwa harga beras medium berkisar Rp13.500 per kilogram, premium Rp14.900, dan beras SPHP Rp12.500. Kepala Biro Keuangan Bapanas, Jhon Hendra, menegaskan bahwa harga beras di pasar tradisional masih sesuai HET. Hal ini menjadi indikator penting dalam menekan laju inflasi barang pokok.
Stok Beras dan Proyeksi Keamanan Pasokan
Bulog Jawa Barat telah mengantisipasi potensi kendala produksi akibat musim kemarau panjang dengan menyerap gabah petani sejak awal tahun. Hingga saat ini, total penyerapan mencapai 640.000 ton. Dengan strategi ini, stok beras di Jawa Barat diperkirakan cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat hingga 2027.
| Jenis Beras | Harga (Rp/kg) |
|---|---|
| SPHP | 12.500 |
| Medium | 13.500 |
| Premium | 14.900 |
Pasar Murah 30 Kecamatan Mengurangi Beban Konsumen
Sejak 31 Agustus hingga 11 September 2026, Disdagin Kota Bandung meluncurkan pasar murah di 30 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi. Komoditas utama yang tersedia meliputi beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, bawang merah, bawang putih, bawang bombai, dan sayuran. Beras dan minyak goreng menjadi komoditas paling banyak diminati.
Dampak Inflasi dan Tindakan Pemerintah
Inflasi yoy pada Agustus 2026 berada di 3,19%, sementara inflasi mom di bulan Juli turun -0,14%. Pengendalian harga beras melalui SPMB dan pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah kota untuk menstabilkan harga barang pokok. Kolaborasi antara Bulog, Dinas Pertanian, dan distributor lokal memastikan pasokan tetap terjaga.
Konteks Sosial-Ekonomi di Jawa Barat
Data pendidikan menunjukkan rata‑rata lama sekolah di kota-kota terdekat seperti Banjar dan Tasikmalaya masih di bawah atau di atas rata‑rata provinsi. Meskipun tidak langsung terkait harga beras, indikator ini menyoroti tantangan pembangunan manusia di wilayah ini. Pendidikan yang lebih tinggi biasanya berkorelasi dengan daya beli yang lebih baik, sehingga kebijakan harga beras menjadi penting untuk mencegah ketimpangan ekonomi.
Dengan kombinasi pengawasan ketat, penyerapan gabah, dan pasar murah, Kota Bandung berhasil menahan tekanan inflasi pada sektor pangan. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kebijakan fiskal dan pengelolaan stok yang proaktif dapat meminimalisir dampak negatif pada masyarakat, khususnya keluarga berpenghasilan menengah ke bawah.