Banjir Jakarta Merendam Rumah, Kebon Jeruk & Kebon Pala Terdampak Air 1-2 Meter
Berita Hari Ini – 05 Mei 2026 | Hujan deras yang melanda DKI Jakarta sejak sore hari Senin (4/5/2026) menyebabkan kenaikan muka air di beberapa sungai utama dan memicu banjir bandang di wilayah barat dan timur kota. Di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, air mencapai ketinggian antara satu hingga dua meter, menenggelamkan permukiman dan menggenangi 140 kepala keluarga. Sementara di Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, ketinggian air tercatat sekitar 125 sentimeter, menyentuh lebih dari satu meter.
Dampak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Petugas BPBP DKI Jakarta melaporkan bahwa 55 rukun tetangga (RT) di wilayah selatan dan barat kota terendam banjir, termasuk empat RT di Jakarta Barat. Di Kebon Jeruk, 140 KK mengalami kerusakan pada barang-barang rumah tangga, lantai, serta akses jalan yang terputus. Banjir setinggi 1-2 meter membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara, meski sebagian besar masih bertahan di lantai dua rumah masing‑masing.
Kebon Pala, Jakarta Timur Menghadapi Air 125 cm
Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, menyatakan bahwa air mulai naik sekitar pukul 19.00 WIB dan terus meningkat hingga mencapai satu meter‑an pada pukul 22.04 WIB. “Air masih naik, sudah sekitar 125 cm,” ujarnya. Warga di daerah ini belum melakukan evakuasi massal dan masih berusaha bertahan di rumah, meski kondisi genangan terus mengancam.
Skala Banjir di Seluruh DKI Jakarta
Menurut data BPBD, hingga pagi Selasa (5/5/2026) masih terdapat 115 RT yang terendam di tiga wilayah utama: Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 15 sentimeter hingga 2,4 meter. Beberapa ruas jalan utama, termasuk Jalan Ciledug Raya, juga dilaporkan macet akibat genangan air.
- Jakarta Barat: 4 RT terendam, termasuk area Kebon Jeruk.
- Jakarta Timur: 55 RT terendam, termasuk Kebon Pala.
- Jakarta Selatan: 56 RT terendam, menambah total 115 RT.
Penyebab dan Respon Pemerintah
Penyebab utama banjir adalah curah hujan tinggi yang terus turun hampir setiap hari dalam beberapa minggu terakhir, serta meluapnya beberapa sungai kecil seperti Kali Krukut, Kali Grogol Mampang, dan Kali Angke. Kepala Pelaksana BPBD DKI, Marulitua Sijabat, menegaskan bahwa upaya mitigasi seperti pembukaan saluran drainase dan penempatan pompa darurat sedang diperkuat. Pos-pos siaga di Pesanggrahan, Depok, Angke Hulu, dan Karet mencatat kenaikan tingkat siaga sejak sore hari, menandakan potensi banjir lanjutan.
Reaksi Masyarakat dan Langkah Selanjutnya
Warga yang terdampak mengungkapkan kekhawatiran terhadap kerusakan properti dan kesehatan akibat air yang menggenang. Beberapa LSM lokal telah mendistribusikan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan kebersihan. Pemerintah kota berjanji akan mempercepat perbaikan infrastruktur drainase dan melakukan evakuasi terkoordinasi jika kondisi memburuk.
Dengan intensitas hujan yang belum menunjukkan penurunan, otoritas mengimbau warga untuk tetap waspada, memantau peringatan dini, dan mengikuti instruksi evakuasi bila diperlukan. Upaya penanggulangan banjir ini diharapkan dapat mengurangi dampak pada ribuan penduduk di wilayah metropolitan Jakarta.