28 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Batu Ginjal Tak Selalu Harus Dioperasi: 68% pasien dapat sembuh tanpa bedah, menurut dr Boyke Budiman. Temukan cara terapi non-bedah yang efektif dan kenapa banyak yang terlewat.

Batu ginjal tak selalu harus dioperasi, demikian penjelasan spesialis urologi di Bethsaida Hospital, dr Boyke Budiman Sumantri, SpU, yang menegaskan bahwa keputusan mengenai tindakan medis sangat bergantung pada ukuran batu dan kondisi pasien.

Pengertian dan Deteksi Batu Ginjal yang Tidak Menyebabkan Keluhan

Batu ginjal seringkali diidentifikasi melalui gejala seperti nyeri hebat, darah dalam urine, atau mual. Namun, tidak semua batu ginjal memunculkan gejala. Dr Boyke menjelaskan fenomena ini dengan istilah “silent stone”, yaitu batu ginjal yang ditemukan pada pemeriksaan medis rutin namun tidak menimbulkan gejala apapun. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi ini tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk laboratorium urine, untuk mengevaluasi adanya infeksi.

🔖 Baca juga:
Kecil-kecil Jangan Disepelekan, Ikan Wader Punya Kekuatan buat Perangi Stunting

Jika hasil laboratorium menunjukkan adanya infeksi pada urine, batu ginjal dapat menjadi tempat berkembang biaknya kuman. Dalam situasi tersebut, dokter biasanya menyarankan pengobatan untuk menghilangkan batu guna mencegah komplikasi lebih lanjut.

Kriteria Pengambilan Keputusan Terhadap Batu Ginjal

Menurut dr Boyke, keputusan apakah batu ginjal perlu dioperasi atau tidak sangat dipengaruhi oleh ukuran batu. Batu kecil, biasanya kurang dari 5 millimeter, seringkali dapat keluar secara alami melalui saluran kemih tanpa intervensi. Batu yang lebih besar atau terletak di posisi tertentu, seperti di ureter, mungkin memerlukan intervensi lebih lanjut.

Selain ukuran, kondisi kesehatan umum pasien juga menjadi faktor penting. Pasien dengan kondisi medis tambahan, seperti diabetes atau hipertensi, mungkin memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati dalam penanganan batu ginjal.

Alternatif Non‑Bedah: Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL)

ESWL merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan untuk menghancurkan batu ginjal tanpa perlu operasi. Prosedur ini memanfaatkan gelombang kejut yang dihasilkan dari luar tubuh untuk memecah batu menjadi pecahan kecil yang dapat dikeluarkan melalui urine. Dr Boyke menekankan bahwa tidak ada operasi yang diperlukan dalam prosedur ini, sehingga risiko dan waktu pemulihan menjadi lebih rendah.

🔖 Baca juga:
Waspada Kerusakan Skin Barrier, Penyebab Jerawat di Punggung yang Sering Diabaikan

Efektivitas ESWL sangat bergantung pada kondisi batu, termasuk ukuran, kepadatan, dan lokasi batu. Gelombang kejut yang digunakan harus disesuaikan agar dapat menghancurkan batu dengan optimal. Setelah prosedur, pasien biasanya dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan sedikit atau tanpa keterbatasan.

Manfaat dan Dampak Positif Terapi Non‑Bedah Batu Ginjal

Dengan adanya opsi non‑bedah, pasien dapat menghindari risiko komplikasi yang terkait dengan operasi, seperti infeksi, perdarahan, atau masalah anestesi. Selain itu, prosedur non‑bedah biasanya memerlukan waktu pemulihan yang lebih singkat, memungkinkan pasien kembali ke rutinitas normal lebih cepat.

Statistik menunjukkan bahwa sekitar 68% pasien dengan batu ginjal dapat mengatasi kondisi ini melalui terapi non‑bedah. Ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh dan penyesuaian strategi pengobatan berdasarkan kebutuhan individu.

Langkah Selanjutnya Setelah Deteksi Batu Ginjal

Setelah batu ginjal terdeteksi, langkah pertama adalah penentuan ukuran dan lokasi batu melalui pencitraan medis, seperti CT scan atau USG. Selanjutnya, dokter akan menilai apakah batu tersebut dapat keluar secara alami atau memerlukan intervensi. Jika intervensi diperlukan, dokter akan memilih metode yang paling sesuai, baik itu ESWL, ureteroscopy, atau prosedur bedah tradisional.

🔖 Baca juga:
IDAI Gencar Peringatan: Tanda ‘Red Flags’ pada Anak Penyakit Langka Bisa Memicu Kerusakan Saraf Parah, Wajib Diwaspadai Orang Tua

Penting bagi pasien untuk mengikuti semua rekomendasi dokter, termasuk pengobatan antibiotik jika ada infeksi, serta perubahan gaya hidup seperti peningkatan asupan cairan dan diet rendah sodium. Hal ini dapat membantu mencegah pembentukan batu baru dan mempercepat proses penyembuhan.

Kesimpulan: Batu Ginjal Tidak Selalu Membutuhkan Operasi

Batu ginjal tetap menjadi kondisi medis yang perlu perhatian, tetapi tidak semua kasus memerlukan operasi. Dengan pendekatan yang tepat, terutama melalui terapi non‑bedah seperti ESWL, sebagian besar pasien dapat mengatasi batu ginjal tanpa prosedur bedah. Keputusan akhir harus didasarkan pada ukuran batu, lokasi, kondisi kesehatan pasien, dan hasil evaluasi medis yang komprehensif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8637418/kena-batu-ginjal-apakah-harus-dioperasi-dokter-bilang-begini, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *