Bingung dan Malas Kerja, Tanda-Tanda Stres dan Gangguan Kejiwaan yang Tidak Boleh Dibiarkan Pernah merasa bingung dan malas kerja? Mungkin itu adalah tanda-tanda stres dan gangguan kejiwaan yang tidak boleh dibiarkan. Menurut Taufik, banyak orang yang mengalami kondisi tidak diharapkan dalam aktivitas sehari-hari, dan mereka berpikir keras, menjadi gejala stres. “Karena ketika seseorang mengalami kondisi yang tidak diharapkan dalam aktivitas sehari-hari. Lalu dia berpikir keras, bisa menjadi gejala stres,” kata Taufik. **Momen Penentu di Menit Akhir** Meski usia pasiennya bervariasi, tetapi banyak juga di rentang usia 20-30 tahun, termasuk ada yang berstatus mahasiswa atau baru lulus kuliah. Mereka datang dengan keluhan yang berbeda-beda, seperti gejala fisik ataupun gejala perasaan. Keluhan di dada seperti deg-degan dan sesak, keluhan di perut seperti mag, begah, lambung perih mual dan asam lambung. Termasuk keluhan saraf otot seperti mudah capek, lemas, pegal, kram, tremor, telapak tangan dan kaki dingin atau basah, kesemutan dan sering buang air. “Itu keluhan-keluhan fisik yang menjadi indikasi dari stres. Jadi tidak sedikit pasien yang datang setelah berobat ke dokter dalam, dokter saraf, ataupun dokter jantung,” jelasnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Taufik menjelaskan, gejala stres dari faktor perasaan, seperti tidak tenang, mudah emosi dan marah, rasa malas, tidak produktif, bingung dan susah berpikir. Dari faktor fisik, gejalanya bisa kepala pusing, tenggorokan tidak nyaman, tengkuk terasa kencang, dan punggung pegel. Keluhan di dada seperti deg-degan dan sesak, keluhan di perut seperti mag, begah, lambung perih mual dan asam lambung. Termasuk keluhan saraf otot seperti mudah capek, lemas, pegal, kram, tremor, telapak tangan dan kaki dingin atau basah, kesemutan dan sering buang air. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Saat gejala tersebut sudah dirasa maka sebaiknya segera memeriksakan diri. Terutama saat seseorang mengalami penurunan dari fungsi peran dan fungsi sosial. Fungsi peran, seperti kuliahnya tersendat, semangatnya kurang, bingung akan melakukan apa, atau jika pekerja dia males untuk kerja. Sedangkan fungsi sosial, dia tidak bisa lagi bersosialisasi dan lebih senang menyendiri. “Jadi tidak sedikit pasien yang datang setelah berobat ke dokter dalam, dokter saraf, ataupun dokter jantung,” jelasnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan memahami gejala stres dan gangguan kejiwaan, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut. Pertama, kita harus sadar akan gejala stres dan gangguan kejiwaan, dan tidak malu untuk mencari bantuan. Kedua, kita harus mencari sumber daya yang tepat, seperti dokter atau psikolog, untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Terakhir, kita harus mengikuti rekomendasi dokter atau psikolog untuk menjalani terapi dan mengubah gaya hidup kita. Dengan demikian, kita dapat mengatasi gejala stres dan gangguan kejiwaan, dan hidup dengan lebih sehat dan bahagia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/kesehatan/1261325/jangan-dibiarkan-bingung-dan-malas-kerja-bisa-jadi-tanda-tanda-stres-dan-gangguan-kejiwaan, without altering the facts of the original article.