25 September 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Bos BI gigit jari, langkah gencar jaga rupiah agar tak terus merosot di tengah tekanan global. Pelajari strategi Destry dan dampak perang Timur Tengah pada nilai tukar, jangan ketinggalan!

Bos BI Gigit Jari, Langkah Gencar Jaga Rupiah Agar Tak Terus Merosot di Tengah Tekanan Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bos BI Gigit Jari, Langkah Gencar Jaga Rupiah Agar Tak Terus Merosot di Tengah Tekanan Global menjadi fokus utama kebijakan moneter Indonesia. Pada konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, Destry, Gubernur BI, menegaskan bahwa rupiah pada tanggal 22 September mencatat nilai Rp17.855 per dolar AS, melemah terbatas 0,78 persen dibandingkan akhir Agustus 2026. Data ini menunjukkan bahwa meski ada tekanan, pergerakan rupiah tetap terkendali.

Destry menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari perkembangan global, terutama meningkatnya tensi perang di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga komoditas dan meningkatkan risiko terhadap perekonomian global. Di sisi lain, kebijakan moneter global masih ketat. Suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Funds Rate (FFR) telah berada di kisaran 3,75-4 persen pada September 2026 dan masih berpotensi kembali naik. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS.

Kenaikan yield AS dan prospek suku bunga yang lebih tinggi membuat aliran modal ke negara berkembang menjadi lebih tertahan serta memperkuat dolar AS. Meski demikian, Destry memperkirakan pergerakan rupiah ke depan tetap stabil dengan dukungan fundamental domestik dan kebijakan BI. “Ke depan BI perkirakan rupiah akan bergerak stabil didukung oleh komitmen BI serta imbal hasil menarik, inflasi terkendali dan prospek ekonomi yang tetap baik,” ujarnya.

Strategi Intervensi Valuta Asing

Untuk menjaga stabilitas rupiah, BI akan memperkuat strategi intervensi di pasar valuta asing dengan mengoptimalkan berbagai instrumen moneter. “Bank Indonesia akan terus memperkuat berbagai strategi dengan mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” tegas Destry. Langkah ini termasuk penggunaan cadangan devisa, operasi pasar terbuka, serta penyesuaian suku bunga acuan guna menyeimbangkan arus modal dan inflasi.

Intervensi ini bertujuan untuk menahan fluktuasi nilai tukar yang tajam akibat tekanan global. Dengan meningkatkan likuiditas di pasar valuta asing, BI dapat menekan volatilitas dan memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter tetap proaktif. Hal ini juga membantu menumbuhkan kepercayaan investor domestik maupun internasional terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Dampak Kebijakan Global terhadap Rupiah

Perkembangan geopolitik di Timur Tengah menambah ketidakpastian harga komoditas, yang pada gilirannya memengaruhi arus modal ke negara berkembang. Kenaikan harga minyak dan gas menyebabkan tekanan inflasi global, yang dapat memaksa bank sentral di negara maju untuk menaikkan suku bunga guna menstabilkan mata uang. Ketika suku bunga AS naik, aliran modal keluar dari pasar berkembang, memperkuat dolar AS dan melemahkan rupiah.

Di sisi lain, kebijakan moneter global yang masih ketat menambah tantangan bagi BI. Suku bunga AS yang tinggi meningkatkan imbal hasil obligasi AS, menjadikan investasi di pasar AS lebih menarik bagi investor global. Hal ini dapat mengurangi likuiditas di pasar Indonesia dan menekan nilai tukar rupiah. Namun, BI berusaha menanggapi dengan kebijakan suku bunga domestik yang tetap kompetitif dan menjaga inflasi tetap dalam batas yang diinginkan.

Fundamental Domestik sebagai Penopang Stabilitas

Meski tekanan global tetap signifikan, Destry menekankan bahwa fundamental domestik Indonesia memberikan dukungan kuat bagi stabilitas rupiah. Inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi yang tetap baik, dan komitmen BI terhadap kebijakan moneter yang transparan menjadi faktor kunci. Kebijakan fiskal yang seimbang dan investasi infrastruktur yang berkelanjutan juga memperkuat prospek ekonomi jangka panjang.

Dengan dukungan fundamental ini, BI yakin bahwa rupiah dapat tetap stabil meski menghadapi tekanan global. Kebijakan moneter yang terkoordinasi dengan kebijakan fiskal dan regulasi pasar modal juga membantu menstabilkan nilai tukar. Hal ini penting agar Indonesia dapat tetap menarik investasi asing dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peran BI dalam Menangani Volatilitas Pasar

BI berperan penting dalam menanggapi volatilitas pasar dengan cepat dan tepat. Melalui intervensi valuta asing dan penyesuaian suku bunga, BI dapat meminimalkan dampak negatif pada perekonomian domestik. Selain itu, BI juga memantau arus modal masuk dan keluar secara real-time, sehingga dapat mengambil tindakan yang diperlukan sebelum situasi menjadi terlalu kritis.

Destry menegaskan bahwa BI tidak hanya menunggu perkembangan global, tetapi juga aktif merespon dengan kebijakan yang sesuai. Hal ini terlihat dari keputusan intervensi valuta asing yang dilakukan secara teratur, serta penyesuaian suku bunga yang responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi global dan domestik.

Prospek Jangka Panjang Rupiah

Melihat kondisi saat ini, prospek jangka panjang rupiah diprediksi tetap stabil. Dukungan fundamental domestik, kebijakan moneter yang proaktif, dan strategi intervensi valuta asing yang kuat menjadi pilar utama. Namun, tetap diperlukan kewaspadaan terhadap faktor eksternal seperti tensi geopolitik dan kebijakan moneter global yang dapat berubah secara tiba-tiba.

BI terus memantau situasi global dan domestik, serta menyesuaikan kebijakan moneter sesuai kebutuhan. Dengan pendekatan yang terukur dan responsif, BI berharap dapat menjaga nilai tukar rupiah tetap stabil, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260924141042-78-1407751/rupiah-lesu-bos-bi-siapkan-jurus-jaga-stabilitas-nilai-tukar, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *