Dasco bertemu Ketua OJK, janji pastikan stabilitas sektor keuangan nasional di tengah gejolak pasar global.
Pertemuan Strategis di Gedung Nusantara
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menggelar pertemuan penting dengan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kantor OJK pada Selasa, 29 September 2026. Di ruang rapat Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Dasco berjumpa dengan Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK, Sarjito. Pertemuan ini disiarkan secara langsung melalui unggahan Instagram pribadi Dasco, menyoroti dialog intensif antara dua lembaga legislatif dan regulator keuangan.
Di unggahan Instagram tersebut, Dasco menulis: “Kepercayaan masyarakat dijaga lewat pengawasan yang konsisten.” Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara DPR RI dan OJK, khususnya dalam menjaga stabilitas sektor keuangan agar masyarakat dapat menabung dan berinvestasi dengan aman. “Pandangan yang disampaikan kami teruskan ke komisi yang membidangi. Kami di DPR RI akan memastikan koordinasi dengan OJK terus berjalan erat, agar pengawasan sektor keuangan benar-benar bekerja,” jelas Dasco.
Fokus Pada Stabilitas Sektor Keuangan
Dalam diskusi tersebut, ketiga Anggota Dewan Komisioner OJK – Friderica, Hasan, dan Sarjito – bersama Dasco menekankan pentingnya pengawasan yang konsisten sebagai landasan utama kepercayaan publik. Mereka membahas berbagai isu terkait pasar modal, derivatif, dan komoditas strategis, serta bagaimana regulasi OJK dapat menanggapi dinamika pasar global yang semakin kompleks. Fokus utama pertemuan adalah memastikan bahwa kebijakan OJK tetap responsif terhadap perubahan kondisi ekonomi internasional, sekaligus melindungi kepentingan investor domestik.
Dasco mengingatkan bahwa stabilitas sektor keuangan tidak hanya penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan sistem keuangan Indonesia. Ia menegaskan bahwa peran OJK sebagai regulator harus terus diperkuat melalui mekanisme koordinasi yang lebih erat dengan DPR, sehingga kebijakan publik dapat diimplementasikan secara efektif dan transparan.
Koordinasi Antara DPR dan OJK: Mekanisme dan Tantangan
Koordinasi antara DPR dan OJK telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah beberapa kali terjadi volatilitas pasar yang berdampak pada investor ritel. Dasco menekankan bahwa pertemuan ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat mekanisme kerja sama tersebut. Ia menyebutkan bahwa DPR memiliki peran penting dalam memantau dan menilai kebijakan OJK melalui komisi-komisi yang relevan, seperti Komisi Keuangan dan Komisi Pasar Modal.
Namun, tantangan tetap ada. Salah satu tantangan utama adalah memastikan bahwa kebijakan OJK tetap independen namun tetap dapat dipantau secara efektif oleh legislatif. Dasco menekankan perlunya transparansi dalam proses pengambilan keputusan OJK, sehingga masyarakat dapat memahami dasar-dasar regulasi yang diberlakukan. Ia juga menyoroti pentingnya dialog terbuka antara regulator dan pihak legislatif untuk menghindari tumpang tindih fungsi dan memastikan akuntabilitas yang tinggi.
Dampak Terhadap Investor Ritel dan Perekonomian Nasional
Stabilitas sektor keuangan yang diharapkan dari pertemuan ini memiliki dampak langsung pada investor ritel. Ketika kebijakan OJK dijalankan secara konsisten dan transparan, investor ritel akan lebih percaya untuk menabung dan berinvestasi di pasar modal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar dan menurunkan biaya pinjaman bagi perusahaan. Selain itu, peningkatan kepercayaan publik juga dapat menarik investasi asing, memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi yang aman.
Di tingkat makroekonomi, stabilitas sektor keuangan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan pengawasan yang ketat terhadap pasar modal, derivatif, dan komoditas strategis, risiko sistemik dapat diminimalisir. Hal ini penting dalam konteks gejolak pasar global, di mana fluktuasi harga komoditas dan nilai tukar dapat memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Dasco menegaskan bahwa koordinasi yang erat antara DPR dan OJK akan menjadi kunci untuk mengelola risiko tersebut secara proaktif.
Langkah Selanjutnya: Komitmen Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas
Setelah pertemuan, Dasco mengajak semua pihak untuk terus memperkuat mekanisme koordinasi. Ia menekankan bahwa transparansi dalam proses pengawasan dan penetapan kebijakan OJK harus menjadi prioritas utama. Hal ini termasuk publikasi data pasar secara real-time, penjelasan kebijakan regulasi, serta mekanisme umpan balik dari masyarakat dan investor.
OJK, di sisi lain, berjanji akan melanjutkan upaya pengawasan yang lebih ketat dan konsisten. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa OJK akan meningkatkan kapasitas pengawasan melalui teknologi informasi dan peningkatan pelatihan bagi petugas pengawas. Sementara itu, Sarjito, Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK, menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih intensif terhadap sektor komoditas strategis, mengingat peran pentingnya bagi perekonomian nasional.
Kesimpulan: Menjaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global
Dasco bertemu Ketua OJK menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga stabilitas sektor keuangan nasional. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama antara DPR RI dan OJK untuk meningkatkan koordinasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengawasan pasar keuangan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan investor ritel akan lebih percaya untuk menabung dan berinvestasi, sementara perekonomian Indonesia dapat tetap stabil di tengah gejolak pasar global. Demikian informasi tentang pertemuan penting ini yang diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260929164358-17-771897/dasco-temui-ketua-ojk-pastikan-sektor-keuangan-aman, without altering the facts of the original article.