Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifBupati Masinton Larang Sekolah Lakukan Kutipan dan Bully, Begini Pesannya
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, melantik para Kepala Sekolah di halaman sekolah SMP Negeri 1 Sorkam Barat, Jumat (10/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Masinton Pasaribu menyampaikan pesan penting terkait dengan tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam memajukan pendidikan di daerah tersebut. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada lagi praktik pungutan liar dan kutipan yang mengatasnamakan kepala daerah atau pejabat.
Momen Penentu di Pelantikan Kepala Sekolah
Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah kepemimpinan besar yang menuntut integritas, keteladanan, dedikasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan demi kemajuan pendidikan. Ia meminta seluruh kepala sekolah yang baru dilantik agar meninggalkan pola kerja lama dan memulai menghadirkan inovasi baru. Pembentukan karakter dan moral (adab) peserta didik merupakan tugas utama seorang kepala sekolah.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Masinton Pasaribu juga menegaskan bahwa menghadapi era disrupsi teknologi yang berkembang sangat cepat, kepala sekolah dituntut untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif. Mereka harus membimbing para guru agar terus meningkatkan kompetensi dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Setiap ruang kelas harus bertransformasi menjadi tempat belajar yang menyenangkan serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam hak pendidikan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Bupati Tapanuli Tengah memberikan peringatan keras agar tidak ada penyalahgunaan wewenang maupun praktik pungutan liar. Segala bentuk pemotongan anggaran atau pungutan yang mengatasnamakan kepala daerah atau pejabat, dipastikan sudah berakhir. Para kepala sekolah diminta menjadi pemimpin yang tulus melayani, ramah, terbuka, serta mampu memberikan energi positif. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) harus dikelola secara otonom, transparan, dan bertanggung jawab.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Masinton Pasaribu berkomitmen untuk menghentikan praktik pemotongan Dana BOS yang kerap menghambat pembangunan fisik sekolah. Ia juga meminta kepala sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta budaya lokal Sahata Saoloan secara konsisten di lingkungan sekolah. Dengan demikian, diharapkan pendidikan di Tapanuli Tengah dapat maju dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bupati Masinton Pasaribu juga menekankan bahwa ilmu pengetahuan yang tinggi akan kehilangan arah jika tidak dibarengi dengan fondasi karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/tapteng/1802788/usai-lantik-71-kepsek-di-tapteng-perintah-bupati-masinton-pantangkan-kutipan-sekolah-tanpa-bully, without altering the facts of the original article.