Bus rombongan pendaki Gunung Lawu terlibat kecelakaan di Karanganyar, Jawa Tengah, pada Minggu (21/6) dini hari. Bus yang membawa 55 penumpang dan dua kru itu mengalami rem blong dan menabrak sebuah resto. Akibat kecelakaan itu, 22 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di jalan menurun. Sopir bus, Sukirno (67), mengatakan bahwa bus tersebut datang dari Jakarta membawa rombongan pendaki dan tiba di Terminal Kemuning pada Sabtu (20/6). Sesampainya di terminal, rombongan dilansir dengan menggunakan kendaraan lain untuk melakukan pendakian ke Gunung Lawu via Candi Cetho.
Rombongan pendaki kemudian turun pada Minggu (21/6) malam. Lalu dini hari tadi, rombongan mulai melakukan perjalanan kembali ke Jakarta. Di tengah jalan, bus sempat berhenti untuk melakukan pengecekan rem dan selang power steering. “Rem masih ada, kita jarak 50 meter ada. Cuma ada kayak tembakan, berarti ada selang yang putus. Rem sudah nggak ada sekitar 500 meter dari TKP. Diinjak 3 kali sudah tidak ada, rem tangan sudah tidak ada, berarti angin bocor,” kata Sukirno.
Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda
Di jalanan menurun, bus mulai hilang kendali karena mengalami rem blong. Sopir kemudian memutuskan untuk banting setir agar bus segera berhenti. “Ada selokan, kita masukan ke selokan. Kalau nggak selokan kita berhentinya jauh, malah tambah kenceng. Ada rumah makan, kena. Kita masuk ke tiang listrik jangan sampai terguling dan masuk ke selokan,” kata Sukirno.
Sukirno mengaku sudah belasan kali ke Kemuning, sehingga dia sudah cukup mengenal medan jalan. Langkah ia lakukan dengan banting setir untuk meminimalisir kecelakaan yang lebih parah. “Ini satu rombongan (pendaki), bawa 4 bus. Satu bus 55 orang. Rombongan kampus. Kampusnya campur-campur ada dari Jakarta, Bogor, tapi kumpulnya dari UKI (Universitas Kristen Indonesia),” ujar dia.
Apa Artinya Ini bagi Rombongan Pendaki?
Kecelakaan itu menyebabkan 22 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis. Korban luka berasal dari berbagai daerah, seperti Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Jakarta. Kasat Lantas Polres Karanganyar, AKP Rases Pernando Manurung, menambahkan bahwa kecelakaan terjadi karena sopir bus hilang kendali akibat rem tidak berfungsi.
“Dari keterangan saksi di TKP, bus melaju dari arah dalam timur (Kemuning) hendak menuju ke arah barat (Karangpandan). Sesampainya di TKP pengemudi bus hilang kendali karena pengakuan sopir rem tidak berfungsi, dan menabrak Rumah Makan Mbak Ning,” kata Rases.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kecelakaan bus rombongan pendaki Gunung Lawu ini menjadi pengingat pentingnya perawatan kendaraan dan keselamatan jalan. Bus yang membawa 55 penumpang dan dua kru itu mengalami rem blong dan menabrak sebuah resto. Akibat kecelakaan itu, 22 penumpang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Rombongan pendaki ini masih harus menempuh jalan panjang untuk kembali ke Jakarta. Namun, kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk selalu waspada dan berhati-hati di jalan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.