Cita Rahayu, seorang ibu rumah tangga di Jakarta, memilih menggeluti hobi melukis secara santai, menolak komersialisasi karya demi menjaga keaslian seni. Setelah menikah, waktu luangnya bertambah, sehingga ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengeksplorasi dunia seni lukis. âBaru-baru sih pas nikah aja karena banyak di rumah juga ya kan. Terus sambil meditasi, melukis itu,â ungkapnya di Senayan, Jakarta Pusat, kemarin.
Perjalanan Awal Cita Rahayu dalam Dunia Seni Lukis
Cita Rahayu memulai perjalanan seni lukisnya secara spontan, tanpa tujuan profesional. Ia menekankan bahwa proses melukis bagi dirinya lebih bersifat ekspresif daripada kompetitif. âAku tidak punya batasan khusus. Aku melukis mengikuti suasana hati dan inspirasi yang datang.â Cita menambahkan bahwa keindahan alam sering menjadi sumber inspirasi utama, yang kemudian dituangkan ke kanvas. âInspirasi dari mana aja, tapi kebanyakan aku lebih ke alam sih lukisnya,â ujarnya.
Walaupun sudah memiliki koleksi lukisan yang cukup banyak, Cita masih merasa belum layak disebut sebagai pelukis profesional. Ia bahkan merendah ketika ditanya kemungkinan menjual hasil karyanya. âAduh… gaklah, orang gambarnya aja semrawut,â ujarnya. Cita menegaskan bahwa melukis bagi dirinya adalah bentuk ekspresi diri yang lebih penting daripada nilai jual.
Keputusan Cita Rahayu untuk Menolak Komersialisasi
Cita Rahayu menyadari bahwa karyanya memiliki potensi nilai jual. Namun, ia memilih untuk tidak menjadikan hobinya sebagai bisnis. Baginya, melukis merupakan cara untuk menyalurkan emosi dan menenangkan pikiran. âSaya tidak ingin karya saya terdistorsi oleh tekanan pasar,â jelasnya. Cita menekankan pentingnya menjaga keaslian seni, sehingga ia memilih tetap melukis secara bebas tanpa tekanan komersial.
Keputusan ini tidak berarti Cita Rahayu menolak segala bentuk apresiasi. Ia tetap bersedia menampilkan karya-karyanya di pameran kecil atau acara komunitas. Namun, ia menolak untuk memasarkan lukisan secara komersial. âSaya ingin tetap menjaga integritas karya saya. Jika ada orang yang benar-benar menghargai, saya akan berbagi, tapi bukan untuk keuntungan finansial.â
Dampak Positif bagi Kehidupan Pribadi dan Komunitas
Dengan melukis secara santai, Cita Rahayu menemukan keseimbangan antara kehidupan rumah tangga dan kreativitas. Ia menyebut melukis sebagai bentuk meditasi yang membantu menenangkan pikiran setelah menjalankan aktivitas harian. âMelukis memberi ruang bagi saya untuk mengekspresikan perasaan tanpa harus menilai hasilnya secara material,â katanya.
Selain manfaat pribadi, Cita Rahayu juga berkontribusi pada komunitas seni lokal. Ia sering mengadakan sesi melukis bersama tetangga dan teman-teman, memfasilitasi pertukaran ide dan teknik. âSaya suka melihat orang lain belajar melukis, dan saya juga belajar dari mereka,â ujarnya. Kegiatan ini mempererat hubungan sosial di lingkungan sekitarnya dan menumbuhkan apresiasi terhadap seni.
Menjaga Keaslian Seni di Era Digital
Di tengah era digital yang menuntut karya seni untuk dipasarkan secara online, Cita Rahayu tetap mempertahankan prinsip keaslian. Ia menolak untuk memasarkan lukisan melalui platform e-commerce atau media sosial dengan tujuan menjual. âSaya tidak ingin karya saya dilihat hanya sebagai produk. Saya ingin orang melihat makna di balik warna dan bentuk,â jelasnya.
Keputusan ini juga menandai kritik terhadap tren komersialisasi seni yang sering kali mengorbankan kualitas ekspresi. Cita Rahayu berpendapat bahwa seni sejati harus dipelihara dalam ruang kebebasan, di mana seniman dapat mengekspresikan diri tanpa batasan pasar.
Kesimpulan
Cita Rahayu, yang memanfaatkan waktu luangnya di rumah untuk melukis secara santai, memilih untuk menolak komersialisasi karyanya demi menjaga keaslian seni. Keputusan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadinya, tetapi juga memperkuat komunitas seni lokal. Dengan menolak tekanan pasar, Cita Rahayu menunjukkan bahwa seni dapat tetap bersih dan autentik, bahkan di zaman digital yang penuh tekanan komersial. Melalui karya-karyanya, ia mengajarkan pentingnya menjaga integritas dan kebebasan ekspresi dalam dunia seni.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8634432/cita-rahayu-tekuni-hobi-melukis-belum-mau-komersilkan-hasil-karya, without altering the facts of the original article.