Pertandingan Crystal Palace vs Manchester City berakhir dengan kemenangan telak The Citizens. Bermain di Selhurst Park pada 28 Agustus 2026, Manchester City berhasil mengalahkan Crystal Palace dengan skor 4-1 dalam lanjutan Premier League 2026/2027.
Duel ini menjadi salah satu pertandingan menarik pada pekan kedua Liga Inggris. Manchester City tampil efektif sepanjang pertandingan dan berhasil mengamankan tiga poin melalui performa gemilang Erling Haaland dan Rayan Cherki. Keduanya sama-sama mencetak dua gol.
Crystal Palace sebenarnya sempat memberikan perlawanan dan bahkan memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Namun, Manchester City mampu merespons dengan cepat melalui gol kedua Cherki. Haaland kemudian menutup kemenangan City lewat gol pada menit ke-84.
Ada sejumlah momen penting dalam pertandingan Crystal Palace vs Manchester City yang menentukan hasil akhir. Berikut ulasan lengkap jalannya laga.
Crystal Palace Memberikan Tekanan Sejak Awal
Bermain di kandang sendiri, Crystal Palace mencoba tampil agresif sejak menit awal. The Eagles berusaha memberikan tekanan kepada Manchester City dan tidak membiarkan tim tamu menguasai pertandingan dengan mudah.
Crystal Palace bahkan mendapatkan peluang pada menit-menit awal. Dean Henderson mampu melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang Manchester City, sementara pertahanan Palace juga beberapa kali harus bekerja keras menghadapi pergerakan Erling Haaland.
Manchester City perlahan mulai mengambil kendali permainan. Sirkulasi bola yang dilakukan The Citizens membuat Palace harus lebih banyak bertahan.
Salah satu peluang awal City datang melalui Elliot Anderson yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Henderson berhasil menggagalkannya.
Situasi tersebut menjadi tanda bahwa Manchester City mulai menemukan ritme permainan.
Momen Penting Pertama: Haaland Buka Skor
Momen penting pertama terjadi pada menit ke-17.
Erling Haaland berhasil membawa Manchester City unggul 1-0 melalui sundulan. Ia menyambut umpan silang Antoine Semenyo dengan sangat baik sebelum mengarahkan bola melewati penjagaan Dean Henderson.
Gol tersebut menjadi awal dari dominasi Manchester City di Selhurst Park.
Haaland menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang dengan kemampuan membaca arah bola dan memanfaatkan ruang di dalam kotak penalti.
Manchester City pun mulai bermain lebih nyaman setelah unggul.
Crystal Palace mencoba memberikan respons. Tuan rumah beberapa kali mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian akhir mereka belum cukup efektif untuk menyamakan kedudukan.
Hingga babak pertama berakhir, skor tetap Crystal Palace 0-1 Manchester City.
Manchester City Seharusnya Bisa Unggul Lebih Jauh
Salah satu hal menarik pada babak pertama adalah Manchester City sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk memperbesar keunggulan.
Setelah Haaland mencetak gol, The Citizens terus menekan pertahanan Crystal Palace. Phil Foden dan Rayan Cherki beberapa kali terlibat dalam kombinasi serangan.
Manchester City tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan sejumlah situasi berbahaya.
Namun, Dean Henderson tampil cukup baik untuk menjaga gawang Palace agar tidak kebobolan lebih banyak.
Crystal Palace juga mempunyai kesempatan untuk menyamakan skor. Tyrick Mitchell sempat mendapatkan peluang melalui sundulan, tetapi bola melebar dari sasaran.
Babak pertama akhirnya berakhir dengan keunggulan tipis Manchester City.
Momen Penting Kedua: Cherki Gandakan Keunggulan
Pertandingan berubah semakin menarik setelah memasuki babak kedua.
Pada menit ke-54, Rayan Cherki mencetak gol kedua Manchester City.
Cherki menerima umpan dari Phil Foden dan kemudian melakukan aksi individu sebelum menaklukkan pertahanan Crystal Palace.
Gol tersebut memperlihatkan kualitas teknik Cherki. Ia mampu membawa bola melewati pemain lawan dan menyelesaikan peluang dengan tenang.
Skor berubah menjadi Crystal Palace 0-2 Manchester City.
Gol tersebut membuat Manchester City semakin percaya diri. Namun, keunggulan dua gol ternyata tidak bertahan lama.
Momen Penting Ketiga: Palace Perkecil Skor
Hanya dua menit setelah Cherki mencetak gol, Crystal Palace berhasil memberikan respons.
Pada menit ke-56, Yéremy Pino mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas. Eksekusinya meluncur keras ke arah gawang, membentur mistar, kemudian bola mengenai Gianluigi Donnarumma sebelum masuk ke gawang.
Gol tersebut secara resmi tercatat sebagai gol bunuh diri Donnarumma.
Crystal Palace memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Momen ini sangat penting karena sempat membuka kembali peluang bagi tuan rumah untuk mengejar Manchester City.
Dukungan suporter Selhurst Park kembali terdengar lebih keras. Para pemain Palace pun berusaha memanfaatkan momentum untuk mencari gol penyama.
Namun, Manchester City memberikan jawaban hanya beberapa menit kemudian.
Momen Penting Keempat: Cherki Cetak Brace
Pada menit ke-59, Rayan Cherki kembali mencetak gol.
Pemain asal Prancis tersebut melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang kemudian mengalami defleksi sebelum masuk ke gawang Dean Henderson.
Manchester City kembali unggul dengan skor 3-1.
Gol tersebut memastikan Rayan Cherki mencetak brace.
Ini menjadi salah satu momen paling menentukan dalam pertandingan. Crystal Palace baru saja mendapatkan momentum melalui gol Pino, tetapi Cherki langsung mengembalikan keunggulan dua gol Manchester City.
Penampilan Cherki menjadi sorotan utama. Ia tampil kreatif, agresif, dan mampu menciptakan perbedaan ketika Manchester City membutuhkan gol.
Laporan pertandingan juga menempatkan Cherki sebagai salah satu pemain terbaik dalam kemenangan City.
Momen Penting Kelima: Haaland Tutup Pertandingan
Manchester City terus mengontrol pertandingan setelah unggul 3-1.
Crystal Palace mencoba menyerang, tetapi kesulitan menemukan ruang di lini pertahanan The Citizens.
Manchester City kemudian mendapatkan peluang untuk menambah gol pada fase akhir pertandingan.
Pada menit ke-84, Erling Haaland mencetak gol keduanya.
Phil Foden memberikan umpan kepada Haaland. Sang striker kemudian menyelesaikan peluang dengan tembakan kaki kiri yang berhasil melewati Dean Henderson.
Skor berubah menjadi Crystal Palace 1-4 Manchester City.
Gol tersebut menjadi penutup pesta Manchester City di Selhurst Park. Haaland dan Cherki sama-sama mencetak brace dalam pertandingan ini.
Haaland dan Cherki Jadi Penentu
Dua pemain yang paling menonjol dalam pertandingan Crystal Palace vs Manchester City adalah Erling Haaland dan Rayan Cherki.
Haaland mencetak dua gol pada menit ke-17 dan ke-84. Gol pertamanya lahir melalui sundulan, sedangkan gol keduanya tercipta melalui tembakan kaki kiri.
Sementara itu, Cherki mencetak dua gol pada menit ke-54 dan ke-59.
Performa keduanya membuat Manchester City memiliki dua sumber ancaman utama di lini depan.
Haaland menjadi target utama di kotak penalti, sedangkan Cherki mampu bergerak lebih bebas dan menciptakan peluang melalui kemampuan individunya.
Kombinasi tersebut menjadi salah satu alasan Crystal Palace kesulitan menghentikan serangan Manchester City.
Phil Foden Ikut Berperan
Selain Haaland dan Cherki, Phil Foden juga memberikan kontribusi penting.
Foden terlibat dalam proses terciptanya gol kedua Haaland. Kreativitasnya membantu Manchester City mengalirkan bola dari lini tengah menuju area pertahanan Palace.
Foden juga beberapa kali terlibat dalam kombinasi serangan bersama Cherki dan Haaland.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Manchester City memiliki variasi serangan yang cukup beragam. Lawan tidak dapat hanya fokus mengawal Haaland karena pemain seperti Cherki dan Foden juga mampu menciptakan ancaman.
Manchester City Tampil Dominan
Secara keseluruhan, Manchester City tampil lebih dominan dalam pertandingan.
The Citizens mampu mengontrol tempo permainan dan menjaga penguasaan bola. Mereka juga lebih efektif ketika mendapatkan peluang.
Crystal Palace memang sempat memberikan perlawanan, tetapi kesulitan mempertahankan momentum.
Setelah Palace mencetak gol menjadi 1-2, Manchester City langsung merespons melalui gol kedua Cherki.
Respons cepat tersebut menjadi salah satu kunci kemenangan The Citizens.
Manchester City kemudian semakin nyaman setelah unggul 3-1 hingga akhirnya Haaland menutup pertandingan dengan gol keempat.
Crystal Palace Harus Segera Bangkit
Kekalahan 1-4 menjadi hasil yang mengecewakan bagi Crystal Palace.
The Eagles sebenarnya mampu memberikan perlawanan pada beberapa fase pertandingan. Namun, mereka kesulitan menjaga konsentrasi ketika menghadapi tekanan Manchester City.
Masalah efektivitas juga menjadi perhatian. Crystal Palace menciptakan beberapa peluang, tetapi tidak mampu mengubahnya menjadi gol secara konsisten.
Sebaliknya, Manchester City mampu memanfaatkan peluang yang didapat dengan lebih baik.
Hasil ini membuat Crystal Palace harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi pertandingan berikutnya.
Man City Raih Enam Poin
Bagi Manchester City, kemenangan atas Crystal Palace memiliki arti penting.
The Citizens berhasil meraih kemenangan kedua dari dua pertandingan awal Premier League 2026/2027. Artinya, Manchester City mengoleksi enam poin dan mempertahankan start sempurna.
Hasil tersebut menjadi modal positif bagi tim asuhan Enzo Maresca.
Performa Haaland dan Cherki juga menjadi kabar baik bagi lini depan City. Keduanya sudah menunjukkan ketajaman sejak awal musim.
Jika performa tersebut dapat dipertahankan, Manchester City memiliki peluang untuk terus bersaing di papan atas Premier League.
Kesimpulan
Crystal Palace vs Manchester City berakhir dengan kemenangan telak The Citizens dengan skor 1-4. Ada sejumlah momen penting yang menentukan hasil pertandingan.
Haaland membuka skor pada menit ke-17. Cherki kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-54 sebelum Palace memperkecil skor melalui gol bunuh diri Donnarumma pada menit ke-56.
Cherki kembali mencetak gol pada menit ke-59 untuk membawa City unggul 3-1. Haaland kemudian menutup kemenangan Manchester City melalui gol keduanya pada menit ke-84.
Dengan hasil tersebut, Manchester City menang 4-1 atas Crystal Palace dan meraih enam poin dari dua pertandingan awal musim.
Penampilan Rayan Cherki dan Erling Haaland menjadi sorotan utama. Keduanya sama-sama mencetak brace dan menunjukkan bahwa lini depan Manchester City memiliki ketajaman yang sangat menjanjikan untuk melanjutkan kompetisi Premier League 2026/2027.
penulis : erviani