7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Muhammad Risky Pratama, bocah 12 tahun asal Medan, berjuang membantu orang tuanya dengan berjualan ikan. Kisah inspiratifnya akan membuat Anda terharu dan menghargai perjuangan hidupnya.

Muhammad Risky Pratama, bocah 12 tahun asal Bagan Deli, Kota Medan, memiliki kisah inspiratif tentang perjuangan hidupnya. Risky harus mengayuh sepeda puluhan kilometer setiap hari untuk menjual ikan segar demi membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kini, hidupnya telah berubah setelah ia bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan. Melalui sekolah ini, Risky menemukan harapan baru untuk mewujudkan mimpinya.

Dari Penjual Ikan Hingga Bersekolah di Sekolah Rakyat

Risky menjadi anak sulung dari empat bersaudara yang diasuh oleh kakeknya, Salamuddin, dan neneknya, Masitah sejak kelas 4 SD. Ibunya merantau untuk bekerja di luar daerah, sementara ayahnya telah berkeluarga lagi dan menetap cukup jauh. Dengan penghasilan kakek Salamuddin yang tidak menentu, keluarga ini kesulitan memenuhi kebutuhan 13 anggota keluarga, termasuk biaya sekolah Risky. Oleh karena itu, Risky memutuskan untuk berjualan ikan sejak duduk di bangku kelas 6 untuk membantu meringankan beban keluarga.

Momen Penentu di Sekolah Rakyat

Kini, Risky telah bersekolah di SRMP 2 Medan dan menemukan harapan baru. Ibunya, Masitah, mengaku sangat bersyukur dengan hadirnya program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto. “Dulu saya menangis, kenapa? Karena saya tak akan mampu menyekolahkan dia. Tapi kalau sekarang ini saya menangis, tapi menangis bahagia,” ungkapnya. Sejak menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, banyak perubahan yang terlihat dari Risky, mulai dari kemandirian, kepercayaan diri, hingga lebih rajin beribadah.

Apa Artinya Ini bagi Risky ke Depan?

Risky tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri setelah mengalami kesulitan hidup. Melalui Sekolah Rakyat, ia tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, namun juga membentuk karakter dan melatih keterampilan. Risky mengaku senang dengan fasilitas di Sekolah Rakyat, karena sangat mendukung untuk mewujudkan cita-citanya yang ingin menjadi tentara. “Dulu saya enggak pandai baca pak, jadi saya pandai sekarang,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Risky masih memiliki jalan panjang untuk mewujudkan mimpinya. Namun, dengan semangat dan kemandiriannya, ia yakin dapat mencapai cita-citanya. “Kangen (mamak) mau jumpa kaya dulu, dulunya mamak nyuruh nyuci piring, sekarang nggak lagi,” kata Risky berkaca-kaca. Dengan kondisi tersebut, Risky tumbuh menjadi pribadi yang kuat, sebagai anak sulung yang memiliki adik untuk dijaga, secara tidak langsung memupuk kemandirian pada dirinya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/7961961/kisah-risky-bocah-penjual-ikan-yang-kini-bersekolah-di-sekolah-rakyat, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *