Haeda, seorang terapis spa yang kini sukses sebagai penjual jamu rempah, memiliki kisah inspiratif di balik kesuksesannya. Berawal dari usahanya sebagai home spa pada tahun 2020, Haeda harus beradaptasi dengan situasi pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia. Haeda kemudian menciptakan jamu rempah yang kini menjadi produk unggulannya.
Momen Penentu di Tengah Pandemi
Pada tahun 2020, Haeda memulai usahanya sebagai home spa di wilayah Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Namun, kebijakan pembatasan sosial di masa awal pandemi COVID-19 seketika memukul bisnis home spa miliknya hingga mengalami penurunan omzet yang drastis. Terlebih, lokasi usahanya saat itu sempat ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus.
Nah, karena situasi itu, para pelanggan Haeda dari lima RT justru ‘menantang’ Haeda untuk membuat jamu agar imun mereka terjaga dari COVID-19. Dari tantangan itulah, Haeda akhirnya mulai mencoba memproduksi bir pletok, kunyit asam, hingga empon-empon. Modal awal yang dikeluarkan Haeda untuk membuat jamu rempah itu sekitar Rp 100 ribu.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:
Haeda menggunakan modal awal sebesar Rp 100 ribu untuk membeli bahan baku rempah dan botol kemasan. Produksi awalnya mencapai 50 botol berukuran 250 ml yang dijual seharga Rp 15 ribu per botol. Haeda memasok jamu rempah ke tetangga selama masa pandemi berlangsung.
Karena situasi pembatasan sosial yang ketat, Haeda hampir setiap hari menjajakan jamu rempahnya secara door to door. Jamu rempahnya diletakkan di depan pintu rumah warga sekitar.
Perlahan tapi pasti, usaha jamu rempah Haeda kian berkembang. Ia kini memiliki berbagai varian jamu rempah, di antaranya kunyit asam, kunyit temulawak, empon-empon, beras kencur, bir pletok, wedang jahe.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Haeda bergabung dengan Rumah BUMN BRI pada tahun 2025 karena melihat prospek yang bagus dari program ini. Melalui pelatihan dan pembinaan, Haeda dapat meningkatkan kemampuan usahanya dan memperluas jejaring usahanya.
Usaha Haeda semakin terarah setelah mengikuti pelatihan dari Rumah BUMN BRI. Haeda dapat memahami strategi digital marketing, media sosial, konten, dan laporan keuangan. Pembinaan ini telah mengubah total pola pikir Haeda dalam memasarkan produk.
Haeda sadar bahwa cara lama yang hanya sekadar mengunggah foto produk dengan keterangan seadanya tidak lagi efektif memikat calon pembeli di era digital. Membangun branding lewat konten visual yang estetis ternyata memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap peningkatan penjualan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kini, Haeda memiliki rencana untuk terus mengembangkan usahanya. Dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki, Haeda optimis dapat meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.
Jamu Haeda kini telah menjadi salah satu produk jamu rempah yang dikenal di masyarakat. Dengan terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, Haeda berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai salah satu penjual jamu rempah terkemuka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/solusiukm/d-8549205/kisah-haeda-eks-terapis-spa-yang-jadi-penjual-jamu-rempah, without altering the facts of the original article.