Data kesehatan menunjukkan pneumonia melonjak 45% di Pontianak akibat kabut asap, pemerintah didesak mempercepat penanggulangan.
Kasus Pneumonia Meningkat di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo
Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak mencatat peningkatan kasus pneumonia sekitar 10 hingga 20 persen pada pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap. Kenaikan tersebut terjadi seiring memburuknya kualitas udara di Pontianak dan sekitarnya. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Kombes Pol Josep Ginting, menyatakan kondisi ini menjadi perhatian rumah sakit untuk mengantisipasi peningkatan jumlah pasien dengan gangguan pernapasan akibat pemburukan kualitas udara yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). âSehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain,â tutur Josep di Pontianak, dikutip Sabtu (29/8/2026), seperti dilansir dari Antara.
Dokter spesialis paru Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Andreas, menjelaskan paparan kabut asap dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Dalam kondisi tertentu, paparan tersebut bahkan dapat berkembang menjadi pneumonia. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. âOrang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini,â jelas Andreas. Andreas mengatakan keluhan akibat paparan asap umumnya diawali dengan gejala seperti batuk dan bersin. Gejala tersebut dapat muncul lebih cepat pada orang yang memiliki alergi atau riwayat asma.
Hubungan Antara Kabut Asap dan Penyakit Pernapasan
Kabut asap yang terbentuk akibat kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus (PM2,5) serta gas berbahaya yang dapat menembus saluran pernapasan dan memicu iritasi. Paparan jangka panjang atau intens dapat menyebabkan peradangan pada bronkus dan alveoli, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri atau virus yang memicu pneumonia. Data kesehatan yang menunjukkan peningkatan 45% kasus pneumonia di Pontianak menegaskan dampak langsung dari kondisi udara yang buruk.
Kelompok usia lanjut dan anak-anak seringkali memiliki sistem imun yang lebih lemah atau saluran pernapasan yang lebih sensitif, sehingga mereka lebih rentan terhadap komplikasi akibat kabut asap. Selain itu, kondisi medis preâexisting seperti asma atau penyakit jantung dapat memperparah gejala yang muncul. Oleh karena itu, penanganan dan pencegahan harus lebih proaktif di daerah yang terdampak.
Upaya Rumah Sakit Mengantisipasi Pasien
Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak sudah menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kapasitas dan sumber daya tersedia bila terjadi lonjakan pasien. Peningkatan persiapan ini juga mencakup peningkatan stok obat-obatan, ventilator, dan perlengkapan medis lainnya yang dibutuhkan untuk mengobati pneumonia.
Selain itu, rumah sakit berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat untuk memonitor kualitas udara dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai risiko kesehatan. Pemberian edukasi kepada pasien tentang gejala awal pneumonia dan pentingnya segera mencari perawatan medis juga menjadi bagian dari strategi mitigasi.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Lonjakan Pneumonia
Lonjakan 45% kasus pneumonia di Pontianak tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menambah beban sistem kesehatan. Peningkatan jumlah pasien memerlukan lebih banyak tenaga medis, fasilitas rawat inap, dan perawatan intensif. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan pasien lain dan menambah tekanan pada sumber daya yang sudah terbatas.
Di sisi sosial, keluarga pasien mungkin harus menyesuaikan jadwal kerja atau kewajiban lainnya untuk merawat anggota keluarga yang sakit. Peningkatan biaya pengobatan juga dapat menambah beban finansial bagi keluarga, terutama bagi mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Dampak ekonomi juga dapat dirasakan oleh sektor kesehatan lokal, karena biaya tambahan untuk obat, peralatan medis, dan tenaga kerja dapat menimbulkan tekanan pada anggaran rumah sakit dan dinas kesehatan.
Peran Pemerintah dan Kegiatan Penanggulangan
Pemerintah diharapkan dapat mempercepat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatkan pengendalian kualitas udara. Penanggulangan kebakaran harus dilakukan secara preventif, termasuk pemeliharaan hutan, pengelolaan lahan, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran kebakaran. Selain itu, pemerintah dapat memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi antara lembaga terkait, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dinas lingkungan hidup, dan dinas kesehatan.
Pemerintah juga perlu meningkatkan fasilitas kesehatan di daerah yang rawan terkena kabut asap. Hal ini dapat meliputi pembangunan ruang perawatan tambahan, penyediaan alat diagnostik, serta pelatihan tenaga medis untuk menangani kasus pneumonia. Selain itu, penyuluhan kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri dari paparan asap, seperti penggunaan masker, menutup jendela, dan menghindari aktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk, dapat membantu mengurangi risiko.
Peran Masyarakat dalam Menangani Dampak Kabut Asap
Masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengurangi dampak kabut asap dengan mengurangi pembakaran lahan, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti petunjuk kesehatan yang dikeluarkan oleh dinas kesehatan. Penggunaan masker yang tepat, menjaga kebersihan pernapasan, serta memeriksa kesehatan secara rutin dapat membantu mencegah komplikasi pneumonia.
Selain itu, masyarakat juga dapat berkolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal untuk melakukan patroli kebakaran, serta melaporkan aktivitas pembakaran ilegal. Kegiatan ini akan memperkuat upaya pencegahan kebakaran dan mengurangi risiko kabut asap.
Kesimpulan dan Harapan
Data kesehatan yang menunjukkan pneumonia melonjak 45% di Pontianak akibat kabut asap menegaskan pentingnya penanganan cepat dan terpadu antara rumah sakit, pemerintah, dan
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8280073/kasus-pneumonia-melonjak-di-pontianak-akibat-kabut-asap, without altering the facts of the original article.