**Datun Kejagung Sila Pulungan Suka Jalangkote Sejak 1974 di Makassar: Sebuah Kisah Panjang** Sila Pulungan, seorang Jaksa yang telah membuktikan kemampuannya beberapa kali, duduk ngobrol dengan sahabat di warkop selama berjam-jam. Hingga hari ini, dia masih duduk di Kedai Tujuh Belas, Jalan Anggrek Raya, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Pada pukul 17.14, dia mulai duduk bersama sahabatnya, aktivis antikorupsi Djusman AR, dan jurnalis senior Iwan Taruna. Pertemuan yang santai ini berlangsung selama empat jam 56 menit, menjelang tengah malam, Senin, 28 Juli 2026. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sila Pulungan dan sahabat-sahabatnya duduk rapat mengelilingi meja kayu, ditemani kopi, air mineral, jalangkote, dan makanan ringan. Percakapan mereka bergerak santai dari satu cerita ke cerita lainnya. Tidak ada kesan protokoler atau jarak yang formal. Mereka duduk di kursi kayu yang sama, menghadap kopi dan jalangkote yang sama. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sila Pulungan duduk di Kedai Tujuh Belas sejak pukul 17.14 wita. Bergeser pada pukul 22.10 wita. Empat jam 56 menit kemudian, mereka masih duduk bersama. Saat itu, sudah menjelang tengah malam, Senin, 28 Juli 2026. Selain itu, Sila Pulungan tidak duduk di meja khusus pejabat, dan tidak tampak jarak protokoler. Mereka duduk sederhana, bersama kopi dan jalangkote. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kehadiran Sila Pulungan di Kedai Tujuh Belas, bersama sahabat-sahabatnya, menunjukkan bahwa dia masih memiliki kekuatan untuk membuktikan kemampuan dan integritasnya. Bahkan, kehadirannya di sana menunjukkan bahwa dia masih memiliki kekuatan untuk membentuk hubungan yang erat dengan orang-orang yang dia sayangi. Dengan demikian, Sila Pulungan masih memiliki potensi untuk terus membuktikan kemampuan dan integritasnya di masa depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian ini menunjukkan bahwa Sila Pulungan masih memiliki kekuatan untuk terus maju dan membuktikan kemampuan dan integritasnya. Bahkan, kehadirannya di Kedai Tujuh Belas menunjukkan bahwa dia masih memiliki kekuatan untuk membentuk hubungan yang erat dengan orang-orang yang dia sayangi. Dengan demikian, Sila Pulungan masih memiliki potensi untuk terus membuktikan kemampuan dan integritasnya di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/news/1845607/cerita-sesjam-datun-kejagung-sila-pulungan-suka-jalangkote-sejak-1974-di-makassar-pamit-sahabat, without altering the facts of the original article.