Daud Yordan Kembali Memukau di Pontianak: Langkah Awal Menuju Duel Legenda Pacquiao
Berita Hari Ini – 22 September 2026 | Petinju Indonesia yang selama ini menjadi ikon Kalimantan Barat, Daud Yordan, kembali menggebrak ring pada 10 Oktober 2026 di GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak. Acara yang dinamakan “Back to Champion 2026” menjadi tonggak penting bagi sang veteran dalam persiapan menuju pertarungan impian melawan legenda tinju dunia, Manny Pacquiao, pada 2027.
Strategi Jangka Panjang dan Fokus pada Legenda
Menurut CEO Daud Yordan Promotions (DYP), Alex Kristian, pertandingan di Pontianak bukan sekadar comeback, melainkan bagian integral dari program “Road to 2027”. DYP berencana membuka jalur komunikasi dengan pihak Pacquiao dan manajernya, sekaligus menempatkan Daud di arena internasional lebih besar. Sebelum mencapai target tersebut, DYP menegaskan bahwa Daud harus menunjukkan performa unggul di atas ring, dimulai dari laga di tanah kelahirannya.
“Back to Champion adalah tempat saya membuktikan diri terlebih dahulu. Saya ingin masyarakat Kalimantan Barat ikut menyaksikan perjalanan ini dari awal,” kata Daud Yordan dalam wawancara. Ia menekankan pentingnya dukungan publik lokal untuk memberi energi tambahan di atas ring.
Komitmen Membangun Ekosistem Tinju Nasional
Selain menampilkan Daud, DYP merancang acara ini sebagai platform sportainment yang memadukan olahraga dan hiburan. Rangkaian laga juga menampilkan petinju muda Indonesia seperti Ongen Saknosiwi, Faisal Panjaitan, dan Leonardo Yordan, berupaya memberi peluang karier jangka panjang bagi atlet nasional.
Penggunaan tiket melalui platform YesPlis serta kedai kopi resmi di Kalimantan Barat menunjukkan strategi promosi yang bersifat inklusif, memudahkan akses bagi masyarakat luas.
Persiapan dan Latihan Intensif
Daud Yordan menegaskan bahwa ia telah intensif menyiapkan latihan di kampung halamannya di Kayong Utara. Fokus pada teknik dan stamina menjadi kunci agar ia siap menghadapi lawan yang belum terungkap, namun diperkirakan berasal dari Filipina, mirip dengan Pacquiao.
Selain latihan fisik, DYP juga menyiapkan sesi media dan pelatihan mental untuk memastikan Daud tetap fokus pada tujuan jangka panjangnya, sekaligus menjaga citra positif di media.
Peran DPD RI dan Keterlibatan Publik
Di samping karier tinju, Daud juga menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2024-2029. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut tidak mengganggu persiapan pertarungan, melainkan menambah dimensi kebanggaan daerah dan nasional.
Antisipasi Penonton dan Pemasaran
Menurut data, tiket acara ini sudah tersedia secara daring dan luring, menandakan antisipasi tinggi dari penggemar tinju. Penjualan tiket di kedai kopi di Kalimantan Barat menambah nuansa komunitas, mengundang penonton dari berbagai lapisan masyarakat.
Acara ini juga diprediksi akan meningkatkan minat publik terhadap tinju profesional di Indonesia, mengingat Daud Yordan tetap berusia 39 tahun namun menunjukkan semangat tinggi.
Kesimpulan
Dengan kemenangan di “Back to Champion 2026”, Daud Yordan berharap dapat membuka pintu bagi duel besar melawan Manny Pacquiao. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian diri, tetapi juga strategi pembangunan ekosistem tinju nasional. Penampilan di Pontianak diharapkan menjadi batu loncatan menuju prestasi internasional yang lebih tinggi, sekaligus memperkuat identitas Kalimantan Barat dalam dunia tinju.
Selama ini, Daud Yordan telah membuktikan bahwa usia tidak menjadi halangan untuk meraih kemenangan, dan dengan dukungan publik serta manajemen yang tepat, ia siap menantang dunia tinju di tahun 2027.