Berita Hari Ini – 27 April 2026 | David De Gea kembali menjadi sorotan pada laga Serie A pekan ke-31 antara ACF Fiorentina dan US Sassuolo yang berakhir 0-0. Penjaga gawang asal Spanyol ini tampil sigap sejak menit pertama, menolak serangan cepat tim tamu dan memberi kontribusi penting dalam menjaga gawang La Viola tetap bersih.
Detik‑detik Penyelamatan Pertama
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Hanya dalam sepuluh menit pertama, kombinasi apik Ismael Kone dan Armand Lauriente menyerang sisi kiri Fiorentina. Lauriente melepaskan tembakan keras ke sudut kanan gawang, namun De Gea melompat dengan kaki, menebas bola menggunakan teknik khasnya yang mengandalkan refleks cepat. Penyimpanan ini menjadi sorotan pertama yang menegaskan kesiapan kiper asal Spanyol dalam laga penting ini.
Peran Kunci De Gea dalam Menghadapi Tekanan
Meski Fiorentina menurunkan tiga striker utama karena cedera, tekanan tetap datang dari lini serang Sassuolo yang menurunkan Christian Volpato, Andrea Pinamonti, dan Armand Lauriente. De Gea harus menghadapi serangan berulang, termasuk peluang satu‑dua di sisi kiri yang hampir menghasilkan gol. Pada menit ke‑20, Gudmundsson mengirimkan umpan silang yang berakhir dengan tembakan kaki yang dipertahankan oleh Stefano Turati, namun De Gea tetap waspada, siap mengantisipasi kemungkinan rebound.
Di babak kedua, Sassuolo semakin agresif. Pinamonti menabrak tiang gawang setelah menerima umpan terobosan dari Lauriente, memperlihatkan betapa rapuhnya pertahanan Fiorentina. Namun, De Gea kembali tampil tenang, mengatur posisinya dengan baik dan memotong sudut tembakan sebelum bola melenceng.
Kondisi Tim dan Dampak Hasil
Fiorentina harus puas dengan hasil imbang tanpa gol meski menguasai penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang emas. Absennya Moise Kean dan Roberto Piccoli menjadi faktor utama terbatasnya daya serang. Albert Gudmundsson mengambil peran sebagai penyerang tengah, didukung oleh Jack Harrison dan Manor Solomon di sayap. Di sisi lain, Sassuolo juga bermain tanpa Domenico Berardi, namun tetap menampilkan serangan berbahaya.
Hasil 0-0 menambah tekanan pada La Viola yang masih berjuang mengamankan posisi aman dari zona degradasi. Dengan selisih sembilan poin dari Cremonese, Fiorentina masih berada di zona aman, namun belum dapat memastikan keamanan matematis menjelang empat pertandingan tersisa. Sementara Sassuolo tetap berada di posisi menengah klasemen, menempati peringkat ke‑10 dengan 46 poin.
Kesimpulan dan Pandangan ke Depan
Penampilan David De Gea dalam laga ini menegaskan kualitasnya sebagai kiper kelas dunia. Penyimpanan awalnya memberikan kepercayaan diri pada lini belakang Fiorentina, sekaligus menahan serangan berbahaya dari Sassuolo. Meskipun hasil imbang tidak memberikan poin maksimal, setidaknya gawang La Viola tetap tak kebobolan berkat aksi De Gea.
Ke depan, Fiorentina harus memaksimalkan peluang yang ada, terutama dengan kembalinya striker utama dari cedera. Sedangkan De Gea diharapkan tetap menjadi benteng utama, membantu tim mengamankan hasil positif pada laga-laga krusial menjelang akhir musim.