Davina Karamoy buka suara terkait kasus Hanania Travel yang sedang menjadi sorotan. Dalam keterangannya, Davina Karamoy mengungkapkan bahwa hubungan dengan Hanania Travel hanya sebatas kerja sama dan tidak ada investasi sama sekali. Kasus Hanania Travel ini juga berdampak pada Davina Karamoy sebagai korban, karena dia telah membayar uang muka untuk berangkat Haji Plus bersama ibundanya.
Kasus Hanania Travel dan Keterlibatan Davina Karamoy
Davina Karamoy yang didampingi kuasa hukumnya, Yulius Irawansyah, mengaku bahwa hubungan dengan Hanania Travel hanya sebatas kerja sama. Seperti kesaksian selebritas lain yang sudah diperiksa, Davina juga mendapat uang saku. Untuk uang saku, Davina menegaskan sudah mengembalikan melalui polisi. “Bentuk kerja samanya sama seperti yang lain, dan memang saya mendapat uang saku dan sudah dikembalikan juga uang sakunya,” kata Davina Karamoy di Polda Metro Jaya, Kamis (18/6/2026).
Davina Karamoy dua kali berangkat umrah dengan Hanania Travel, yaitu 2024 dan 2025. Untuk keberangkatan pada 2024, Davina mengatakan itu merupakan kerja sama juga dengan salah satu program televisi. “Kejadiannya adalah memang kita dihubungi oleh pihak Hanania, yaitu Saudara Adit, yang menawarkan kita untuk bekerja sama, tapi untuk tahun 2025 pada saat itu. Tetapi memang klien saya beserta keluarganya punya rencana untuk umrah di 2024 itu. Jadi kita tanya slot-nya, slot-nya tidak ada waktu itu. Akhirnya kita berusaha untuk cari slot baru di tempat travel yang lain karena memang keinginannya untuk umrah,” kata Yulius.
Keberangkatan Umrah dan Pembayaran
Kemudian seseorang bernama Adit, kembali menghubungi Davina dan memberitahukan soal slot keberangkatan pada September 2024. Disitulah adanya kerja sama antara Hanania Travel dengan salah satu program televisi. Namun, perjalanan umrah kedua pada 2025, Davina Karamoy pergi bersama keluarga. Untuk keberangkatan ini, Davina Karamoy bayar. “Itu bayar dan jumlah yang kita bayarkan itu untuk beberapa orang itu… Rp233.800.000. Nah, itu berarti ada pembayaran dari kita untuk keberangkatan,” tegas pengacara Davina Karamoy.
Dampak Kasus Hanania Travel pada Davina Karamoy
Dalam kesempatan itu, kuasa hukum juga menegaskan Davina Karamoy tidak ada hubungan lebih dengan Hanania Travel, apalagi sebagai investor. “Tidak ada investasi sama sekali,” kata Davina Karamoy. “Tidak ada investasi sama sekali. Nah, posisi itulah yang menyebabkan kita bayar,” sambung kuasa hukumnya. Pengacara juga menegaskan Davina Karamoy dalam kasus Hanania Travel juga menjadi korban. Davina disebut sudah membayar DP dengan jumlah ratusan juta rupiah untuk berangkat Haji Plus bersama ibunda. “Klien saya ini dengan orang tuanya sudah mendaftar haji di Hanania, kan sudah bayar uang mukanya. Jadi Rp400 juta (biayanya), sudah dibayar uang mukanya. Dengan kondisi seperti ini, klien saya ini termasuk korban karena sudah pasti akan sulit untuk diberangkatkan dengan uang muka yang sudah dibayar oleh klien saya,” beber kuasa hukum Davina Karamoy.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Davina sudah membayar DP sebesar USD 10 ribu. Namun, untuk kelanjutan soal biaya haji Davina Karamoy belum memutuskan untuk melaporkan Hanania Travel. Davina masih membuka peluang Hanania Travel untuk memberikan solusi, salah satu yang diharapkan adalah mengalihkan dana haji yang sudah disetorkan kepada travel lain. Untuk kerja sama ini, Davina Karamoy hanya menjadi artis yang berangkat bareng program televisi. Oleh karena itu, Davina disebut tidak pernah mempromosikan Hanania Travel. “Betul-betul konteksnya tidak pernah mempromosikan. Kita tidak pernah mempromosikan karena keberangkatan kita di kontrak disebutkan bahwa kita hanya melakukan daily stories. Jadi perjalanan selama ibadah umrah itulah yang dibuat oleh klien saya dan dimasukkan ke Instagram dia, tanpa mempromosikan posisi Hanania,” jelas Yulius.
Kasus Hanania Travel ini masih terus berlanjut dan Davina Karamoy berharap ada solusi yang dapat membantu dirinya dan korban lainnya. Dengan demikian, Davina Karamoy dapat memperoleh keadilan dan tidak menjadi korban penipuan travel.