Deadline damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin dekat, dengan kesepakatan yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni. Kesepakatan ini memberi waktu 60 hari untuk menentukan peta jalan atau langkah selanjutnya agar perang berakhir. Poin pertama dalam MoU itu menyerukan penghentian pertempuran di seluruh front dan sekutu.
Sesuai jadwal kesepakatan itu, deadline akan berakhir pada 17 Agustus. Trump bahkan mengisyaratkan untuk terus menyerang Iran sampai negara itu menghentikan program nuklirnya. Dia mengungkap sejumlah pendekatan untuk menekan Teheran. “Jadi teruskan saja seperti itu. Itu tak berkelanjutan. Serang mereka dengan sangat, sangat keras. Atau ini, ini. Saya pikir yang ketiga adalah menahan mereka secara ekonomi,” kata dia.
Tiga Ganjalan Utama yang Harus Dihadapi
Menjelang deadline yang semakin dekat, ada tiga ganjalan utama yang harus diatasi dalam MoU antara AS dan Iran. Berikut adalah tiga poin utama yang masih menjadi sengketa:
Pasal Pertama: Penghentian Pertempuran di Seluruh Front
Pasal pertama dalam MoU menyerukan penghentian pertempuran di seluruh front dan sekutu. Namun, interpretasinya masih kontroversial. Teheran menolak untuk menghentikan pertempuran di beberapa wilayah seperti Syria dan Yaman. AS juga menuntut Iran untuk menghentikan dukungan militer kepada gerakan-gerakan sayap kiri di Timur Tengah.
Pasal Kedua: Jalur Pelayaran Komersial Bebas di Selat Hormuz
Pasal kedua dalam MoU mewajibkan jalur pelayaran komersial bebas di Selat Hormuz. Namun, interpretasinya masih kontroversial. Teheran mengklaim bahwa pasal ini hanya berlaku untuk kapal-kapal komersial yang dilengkapi dengan peralatan nuklir, sedangkan AS mengklaim bahwa pasal ini berlaku untuk semua jenis kapal. Hal ini menimbulkan konflik antara kedua negara.
Pasal Ketiga: Inspeksi Nuklir
Pasal ketiga dalam MoU menyerukan inspeksi nuklir di Iran. Namun, Iran menolak untuk membuka lapangan inspeksi di beberapa wilayah yang dianggap sebagai “wilayah strategis”. AS juga menuntut Iran untuk menghentikan pengembangan program nuklir.
Menjelang deadline yang semakin dekat, kedua negara masih belum dapat menyelesaikan sengketa-sengketa tersebut. Jika tidak terselesaikan, MoU tersebut akan gagal, dan kemungkinan besar akan terjadi konflik militer antara AS dan Iran.
Demikian informasi tentang tiga ganjalan utama yang harus diatasi dalam MoU antara AS dan Iran. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260812202742-120-1391610/5-hari-lagi-mou-kedaluwarsa-ini-3-ganjalan-as-iran-untuk-berdamai, without altering the facts of the original article.