Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifDenpasar sukses mengurangi sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Bali. Kini, TPA Suwung hanya menerima 500 ton sampah per hari, turun drastis dari sebelumnya 1.033 ton per hari. Penurunan volume sampah ini merupakan hasil dari upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya. Berbagai program yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil.
Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Volume Sampah
Penurunan volume sampah di TPA Suwung disebabkan oleh semakin banyaknya masyarakat yang mengolah sampah dari sumbernya menggunakan composter bag, tong komposter, maupun teba modern. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Dewa Gede Oka Adhi Saputra, mengungkapkan bahwa pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga mampu mengurangi beban pengangkutan ke TPA secara signifikan.
Pada Mei lalu, volume sampah yang dikirim ke TPA sudah turun menjadi sekitar 500 ton per hari. Penurunan ini terjadi karena semakin banyak masyarakat yang mengolah sampah dari sumbernya. Dengan demikian, tidak hanya memperpanjang usia layanan TPA, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Upaya Pemerintah dalam Mengelola Sampah
DLHK Denpasar terus mendorong partisipasi masyarakat agar konsisten melakukan pemilahan dan pengolahan sampah sejak dari rumah. Edukasi serta distribusi sarana pengolahan sampah juga akan terus diperluas sehingga volume sampah yang berakhir di TPA dapat terus ditekan. Menteri Koordinator Bidang (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan, juga mendukung upaya pengelolaan sampah di Bali dengan menghadiri Apel Siaga Gerakan Bali 100 persen Memilah Sampah.
Zulkifli Hasan juga secara simbolis menyerahkan alat Pengolah Sampah Organik (Lahsamor) kepada 10 Desa Adat di Bali. Selain itu, ia akan melakukan groundbreaking Pengelolaan Sampah Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Kehadiran PSEL diharapkan menjadi solusi penyelesaian dari permasalahan TPA Suwung yang saat ini menjadi masalah besar.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Penurunan volume sampah di TPA Suwung memiliki dampak signifikan bagi pengelolaan sampah di Bali. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengolah sampah dari sumbernya, diharapkan dapat mengurangi beban pengangkutan ke TPA dan memperpanjang usia layanan TPA. Selain itu, upaya pengelolaan sampah ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Kehadiran PSEL juga diharapkan dapat menjadi solusi penyelesaian dari permasalahan TPA Suwung. Dengan demikian, pengelolaan sampah di Bali dapat lebih efektif dan efisien. Pemerintah dan masyarakat harus terus bekerja sama untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski telah terjadi penurunan volume sampah di TPA Suwung, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pemerintah dan masyarakat harus terus bekerja sama untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Dengan demikian, pengelolaan sampah di Bali dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/600921/volume-sampah-dari-denpasar-ke-tpa-suwung-bali-turun-tersisa-500-ton-sampah-per-hari, without altering the facts of the original article.