**Derap Pembangunan di Gampong Bucue Tidak Berpihak pada Warga** **Pembangunan yang Tidak Berpihak** Pembangunan di Gampong Bucue tidak berpihak pada warga, terutama di Dusun Meulasah Jambee. Jalan tembus ke kecamatan sudah lama dibangun, tetapi jalan itu tidak melintasi dusun ini, sehingga warga Meulasah Jambee termasuk yang paling menderita. **Momen Penentu di Menit Akhir** Saya masih ingat saat kecil, sebelum jalan Dusun Meulasah Jambee dibangun, kondisi jalan sangat buruk. Di musim hujan, jalannya selalu becek berlumpur, dan para pelajar harus melewati beberapa petak tanah kosong yang digenangi banjir untuk sampai ke jalan “besar”. Saat itu, lintah banyak berkeliaran, dan setiap kali selesai “menyeberangi” banjir, kita harus periksa dulu kedua kaki untuk melihat apakah ada gigitan lintah. Baru pada era awal tahun 1970-an, di masa Keuchik Abdurrahman Hasyem, jalan Dusun Meulasah Jambee dibangun dengan susah payah, akibat ada lima buah tikungan patah dan dua rumpun bambu besar yang harus ditebas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Saya juga ingat bahwa nama Gampong Bucue tidak disebutkan dalam manuskrip lama milik orang tua saya, yang berisi tentang agama Islam dalam bentuk puisi berbahasa Aceh. Manuskrip itu berkali-kali saya baca sejak kecil, dan saya merasa heran mengapa nama Gampong Bucue tidak disebutkan. Tahun 1979, saat saya tingkat IV sebagai mahasiswa Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) Universitas Syiah Kuala, minat menulis saya sedang tumbuh bergelora. Ketika itulah saya mulai memperkenalkan nama Kampung Bucue lewat tulisan saya di sejumlah koran, majalah, dan buletin. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sekarang, saya tidak tahu kapan jalan tembus ke jalan kabupaten dibangun di Bucue. Selama para sesepuh kampung masih hidup, saya lupa menanyakan. Tetapi, saya yakin bahwa pembangunan di Gampong Bucue harus lebih adil dan tidak berpihak pada warga, terutama di Dusun Meulasah Jambee. Jalan tembus ke kecamatan harus melintasi dusun ini, sehingga warga Meulasah Jambee tidak lagi menderita. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saya percaya bahwa pembangunan di Gampong Bucue masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Warga Meulasah Jambee harus terus berjuang untuk mendapatkan jalan tembus yang adil dan layak. Saya berharap bahwa pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama untuk menciptakan Gampong Bucue yang lebih baik dan berpihak pada semua warganya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/opini/1036546/mencermati-derap-pembangunan-di-gampong-bucue, without altering the facts of the original article.