Detik-Detik Ibunda Meminta Putrinya Pulang Sebelum Jatuh di Laut Selat Sunda
Rasa duka dan kebingungan mendalam masih dirasakan oleh Madesta, ibunda dari Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari KMP Batumandi pada Kamis (9/7/2026) dini hari. Hari ketujuh sekaligus batas akhir pencarian putrinya menjadi momen yang sangat berat bagi Madesta. Ia memilih ikut naik ke atas perahu karet Basarnas, menerjang angin laut demi bisa berada sedekat mungkin dengan titik tempat anaknya diduga hilang.
Kronologi Kejadian
Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19) dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari KMP Batumandi pada Kamis (9/7/2026) dini hari. Selama berhari-hari, Madesta ikut serta dalam pencarian putrinya dengan menggunakan perahu karet Basarnas. Pada Senin (13/7/2026), Madesta tidak kuasa membendung air matanya saat menyisir lautan. Dengan suara parau yang diselingi isak tangis, ia berulang kali melontarkan permohonan maaf dan memanggil nama sang putri ke arah laut lepas. “Mama sayang sama dede. Pulang ya nak, pulang…” lirihnya, berharap ada keajaiban yang membawa putrinya kembali ke dekapannya.
Momen Penentu di Menit Akhir
Momen paling menyayat hati terjadi pada Selasa (14/7/2026), yang bertepatan dengan hari ulang tahun ke-19 Zora. Di tengah keputusasaan operasi pencarian hari keenam, Madesta menuliskan pesan menyentuh melalui status WhatsApp-nya. Sebuah ucapan ulang tahun sekaligus doa seorang ibu yang berharap mukjizat nyata. “Selamat ULTAH Dede… genap 19 tahun sekarang ya nang. Mamah masih nunggu di sini nang, pulang ya nang, pulang ya sayang. Semua orang berdoa buat dede. Tuhan menjaga dede ya nang, Tuhan kasih mukjizat buat dede, buat kita semua. Tak ada yang mustahil bagi Tuhan,” tulisnya pilu.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Hingga hari ketujuh, Rabu (15/7/2026) pukul 17.00 WIB, tim SAR gabungan yang telah memperluas area pencarian hingga radius 25 mil laut meliputi perairan Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga Kalianda, belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan gadis remaja tersebut. Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengonfirmasi bahwa sesuai prosedur, operasi pencarian resmi ditutup setelah memasuki hari ketujuh. Seluruh unsur gabungan mulai dari Basarnas, Polairud, TNI AL, hingga nelayan setempat telah ditarik kembali ke satuan masing-masing. Meski begitu, pemantauan pasif akan tetap dilakukan selama sepekan ke depan jika ada laporan dari nelayan atau warga pesisir.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Keluarga korban kini hanya bisa pasrah dan menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi seluruh petugas yang telah berjuang maksimal. Meski perahu karet penyelamat telah menepi dan operasi resmi dihentikan, di hati terkecil Madesta, ia akan selalu menanti kepulangan “Dede”, putri tercintanya. Dengan harapan yang masih ada, Madesta dan keluarga akan terus menanti keajaiban yang dapat membawa Zora kembali ke rumah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1213746/panggilan-terakhir-ibunda-ke-putrinya-yang-jatuh-di-laut-selat-sunda-pulang-ya-nak, without altering the facts of the original article.