**DPUPR Batang Tegaskan Kronologi Izin Batang Fair Merdeka yang Berujung Polemik** Polemik penyelenggaraan Batang Fair Merdeka di Jalan Veteran, Kecamatan Batang akhirnya terungkap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang. Menurut Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono, panitia Batang Fair Merdeka telah mengajukan surat permohonan pemanfaatan ruang milik jalan pada Juli 2026. Tidak lama setelah itu, DPUPR menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait pada 30 Juli 2026. **Momen Penentu di Menit Akhir** Momen penentu di menit akhir penyelenggaraan Batang Fair Merdeka adalah rapat koordinasi yang digelar oleh DPUPR. Dalam rapat tersebut, sejumlah rekomendasi penting diungkapkan, seperti perlu mengurus izin keramaian ke Polres, berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pengaturan lalu lintas, serta berkoordinasi dengan Disperindag. Semua itu telah tertuang dalam berita acara rapat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tiga fakta yang bikin kejadian ini berbeda adalah: * Panitia Batang Fair Merdeka mengajukan surat permohonan pemanfaatan ruang milik jalan pada Juli 2026. * DPUPR menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait pada 30 Juli 2026. * Dalam rapat tersebut, sejumlah rekomendasi penting diungkapkan, seperti perlu mengurus izin keramaian ke Polres, berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan terkait pengaturan lalu lintas, serta berkoordinasi dengan Disperindag. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Apa artinya ini ke depan? Menurut Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono, DPUPR telah menekankan agar penyelenggaraan kegiatan tidak mengganggu konstruksi pekerjaan maupun fungsi Jalan Veteran. Namun, berdasarkan hasil evaluasi awal, rekomendasi tersebut diduga tidak dijalankan secara menyeluruh oleh pihak penyelenggara. Endro menegaskan bahwa kewenangan DPUPR sebatas memberikan surat keterangan pemanfaatan ruang milik jalan serta melakukan penarikan retribusi sesuai ketentuan yang berlaku. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kepala DPUPR Kabupaten Batang, Endro Suryono, menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi selama pelaksanaan Batang Fair Merdeka. Ia juga menegaskan bahwa DPUPR akan terus memantau dan mengawasi kegiatan-kegiatan yang akan diadakan di Jalan Veteran, agar tidak mengganggu konstruksi pekerjaan maupun fungsi jalan tersebut. Dengan demikian, DPUPR berharap dapat menciptakan jalan panjang yang masih harus ditempuh untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1262366/dpupr-batang-beberkan-kronologi-izin-batang-fair-merdeka-yang-berujung-polemik, without altering the facts of the original article.