Berita Hari Ini – 07 April 2026 | Pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026 menyuguhkan pertandingan yang menegangkan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC dan Persija Jakarta di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Dengan skor akhir 3-2, Bhayangkara berhasil menembus lima besar klasemen sementara berkat penampilan gemilang penyerang asal Mali, Moussa Sidibe, yang mencetak dua gol krusial pada menit-menit akhir.
Kunci Kemenangan Bhayangkara: Kesiapan Mental
Sidibe menegaskan bahwa keberhasilan tim tidak semata-mata berakar pada taktik, melainkan pada kesiapan mental untuk menahan tekanan tim besar seperti Persija. “Kami tahu Persija adalah tim kuat, favorit juara. Mengalahkan mereka di kandang sendiri pada saat-saat terakhir memberi kebahagiaan tersendiri,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip oleh I.League.
Gol penentu muncul pada menit ke-86 melalui tendangan bebas Dendy Sulistyawan, lalu Sidibe menutup pertandingan dengan gol di tambahan waktu (90+3′). Kedua gol tersebut mengubah dinamika laga, menggeser momentum dari Persija yang sempat unggul berkat sundulan Rayhan Hannan pada menit pertama.
Evaluasi Persija: Penampilan Cyrus Margono
Debut kiper muda Persija, Cyrus Margono, menjadi sorotan setelah ia menggantikan Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa sejak menit pertama. Selama 90 menit, Margono mencatat dua penyelamatan, mayoritas di area enam yard, menandakan gaya tradisional shot‑stopper yang cenderung konservatif.
Meski aksi penyelamatannya terbatas, Margono menunjukkan akurasi operan tinggi—93% dengan 13 dari 14 operan berhasil—yang membantu tim membangun serangan dari belakang. Selain itu, ia mencatat enam recoveries dan dua intersepsi, menandakan kemampuan membaca permainan yang baik.
Mauricio Souza: Janji Tanpa Menyerah
Pelatih Persija, Mauricio Souza, memberikan motivasi kepada skuadnya setelah kekalahan. Dalam konferensi pers, ia menegaskan, “Kami tidak akan menyerah. Fokus kami tetap pada gelar juara Super League, dan kami akan bangkit lebih kuat.” Pernyataan ini menjadi landasan moral bagi pemain yang kini harus menyiapkan diri menjelang duel penting melawan Persebaya Surabaya.
Dony Tri Pamungkas: Alarm Bahaya dan Arah Baru
Bek muda Persija, Dony Tri Pamungkas, mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit. Ia menyoroti faktor-faktor yang menyebabkan kebobolan, termasuk kartu merah bagi Jordi Amat pada menit ke‑?? yang memaksa tim bermain dengan 10 pemain. “Kekalahan ini menjadi alarm bahaya menjelang pertemuan dengan Persebaya di GBK,” ujar Dony Tri, menekankan pentingnya konsistensi dan fokus.
Meski Persija sempat unggul lewat tendangan bebas Fabio Calonego pada menit ke‑63, kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir memberi ruang bagi Bhayangkara untuk menyamakan skor dan kemudian menambah gol kemenangan.
Prospek Persija di Laga Berikutnya
Persija kini harus memperbaiki pertahanan, khususnya dalam mengelola situasi satu lawan satu di dalam kotak penalti. Penampilan Margono menunjukkan potensi, namun perlu peningkatan dalam reflex dan keberanian keluar zona. Di sisi ofensif, kontribusi Rayhan Hannan dan Calonego tetap menjadi harapan, sementara Dony Tri diharapkan menambah stabilitas di lini belakang.
Dengan laga melawan Persebaya Surabaya yang dijadwalkan di Gelora Bung Karno, Persija berada pada posisi krusial. Kedua tim bersaing ketat di papan atas, dan hasil pertandingan ini dapat menentukan siapa yang akan memimpin klasemen pada paruh pertama musim.
Secara keseluruhan, kekalahan 3-2 menegaskan bahwa Persija masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam hal konsistensi mental dan taktis. Namun, dukungan penuh dari pelatih, pemain senior, dan pendukung dapat menjadi katalisator untuk perubahan positif menjelang pertandingan selanjutnya.