**Drama Konflik Agama: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muhammadiyah, NU dan Pemerintah Tegaskan Garis Besar** **Momen Penentu di Menit Akhir** Konflik agama kembali muncul dalam kalender Hijriah. Jadwal puasa Ayyamul Bidh Juli 2026 atau Safar 1448 Hijriah telah ditetapkan oleh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah. Namun, perbedaan sistem perhitungan kalender Hijriah antara Muhammadiyah dan NU membuat jadwal puasa Ayyamul Bidh tidak sejalan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sistem perhitungan kalender Hijriah yang digunakan oleh Muhammadiyah adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Sedangkan, NU menggunakan sistem hisab dan rukyatul hilal. Menurut NU Online, kalender Hijriah dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi, dengan awal bulan ditandai oleh terlihatnya hilal. Dengan demikian, Muhammadiyah dan NU memiliki perbedaan dalam menentukan tanggal 1 Safar 1448 Hijriah. Menurut NU, 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada 16 Juli 2026, sedangkan Muhammadiyah yakin bahwa 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada 15 Juli 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perbedaan jadwal puasa Ayyamul Bidh ini tidak akan mengganggu pelaksanaan ibadah, seperti puasa sunnah. Namun, perbedaan ini akan mempengaruhi pelaksanaan jadwal puasa Ayyamul Bidh dalam bulan Safar 1448 Hijriah. Pemerintah dan NU akan menyusul satu hari kemudian dari jadwal yang ditetapkan oleh Muhammadiyah. Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan sistem perhitungan kalender Hijriah antara Muhammadiyah dan NU masih belum diatasi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk mengatasi perbedaan jadwal puasa Ayyamul Bidh ini, diperlukan kesepakatan dan kompromi dari semua pihak. Pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perbedaan sistem perhitungan kalender Hijriah antara Muhammadiyah dan NU. Dengan demikian, jadwal puasa Ayyamul Bidh dapat ditetapkan secara sejalan dan tidak menimbulkan konflik agama.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://medan.tribunnews.com/tribun-medan-wiki/1803875/jadwal-puasa-ayyamul-bidh-muhammadiyah-nu-dan-pemerintah, without altering the facts of the original article.