Driver Ojol Pinrang Keluhkan Antrean Pertalite Imbas Harga Pertamax Naik
Peningkatan harga Pertamax baru-baru ini berdampak signifikan pada operasional para driver ojek online di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini sangat berpengaruh besar bagi operasional para driver, terutama ketika permintaan orderan dari para pelanggan atau customer masih belum stabil.
Kondisi Operasional yang Menantang
Operator sekaligus Kepala Cabang Maxim Pinrang, Eno, mengungkapkan bahwa para pengemudi ojek online kini mengaku sangat kewalahan dalam menghadapi situasi pelik tersebut. “Kami kewalahan karena harga BBM naik saat kondisi orderan belum stabil,” kata Eno. Kondisi ini diperparah dengan sulitnya mendapatkan BBM subsidi jenis Pertalite di sejumlah SPBU. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengular panjang di setiap pengisian. Rata-rata driver harus mengantre lama di SPBU untuk mendapatkan Pertalite.
Mengapa dan Dampak
MENGAPA: Kenaikan harga Pertamax dan sulitnya mendapatkan Pertalite menyebabkan biaya operasional para driver meningkat. Hal ini terjadi ketika operasional ojek online Maxim baru saja diluncurkan secara resmi di Bumi Lasinrang. DAMPAK: Pihak aplikator masih mempertahankan tarif perjalanan yang lama, meskipun biaya operasional membengkak. “Pihak Maxim dan Grab tetap mempertahankan harga lama bagi para penumpang,” jelas Eno. Pihak manajemen daerah kini sedang menunggu keputusan resmi terkait penyesuaian tarif dari pusat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Peningkatan harga Pertamax dan antrean Pertalite menjadi tantangan bagi para driver ojek online di Pinrang. Dengan kondisi operasional yang masih belum stabil, para driver berharap ada solusi yang dapat membantu mereka. Pihak manajemen akan terus memantau situasi dan menunggu regulasi terbaru dari pemerintah untuk menentukan langkah selanjutnya.