**Ekonom Unismuh: Hilirisasi sebagai Solusi untuk Mengatasi Lesunya Ekspor Sulsel** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pemerintah daerah Sulawesi Selatan (Sulsel) dihadapkan pada dilema mengatasi lesunya ekspor pada semester I 2026. Menurut Rendra Anggoro, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, kombinasi berbagai faktor telah menyebabkan perlambatan kinerja ekspor daerah tersebut. “Ada pengaruh perlambatan permintaan di pasar global, fluktuasi harga komoditas ekspor, hingga tantangan efisiensi logistik yang masih menjadi pekerjaan rumah,” kata Rendra. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam wawancara dengan Tribun-Timur.com via WhatsApp, Minggu (19/7/2026), Rendra menjelaskan bahwa penurunan permintaan di pasar internasional, fluktuasi harga komoditas ekspor, dan persoalan efisiensi logistik masih menjadi tantangan yang memengaruhi daya saing ekspor daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya sebatas promosi, tetapi juga melalui penyederhanaan perizinan, kemudahan akses pembiayaan, hingga perbaikan sistem distribusi agar biaya logistik dapat lebih efisien. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Memasuki semester II 2026, Rendra menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah yang lebih agresif untuk memperkuat sektor ekspor. Upaya tersebut antara lain dengan membuka akses pasar baru, meningkatkan promosi perdagangan, serta memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku usaha. “Olehnya itu, memasuki semester II, pemerintah daerah perlu lebih aktif membuka akses pasar baru, memperkuat promosi dagang, dan memberikan kemudahan bagi pelaku ekspor, terutama dari sisi perizinan, pembiayaan, dan distribusi,” jelasnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Menurut Rendra, pelaku usaha harus tidak lagi bergantung pada pasar dan komoditas yang selama ini menjadi andalan. Ia mengingatkan bahwa diversifikasi negara tujuan ekspor harus menjadi strategi utama untuk mengurangi risiko ketika terjadi perlambatan ekonomi di negara tertentu. Selain memperluas pasar, Rendra juga mendorong peningkatan nilai tambah produk ekspor melalui hilirisasi. Hilirisasi merupakan strategi ekonomi untuk meningkatkan nilai tambah suatu komoditas (terutama sumber daya alam) dengan cara mengolah bahan mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi sebelum dijual. Dengan demikian, pemerintah daerah Sulsel harus memprioritaskan program hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor daerah. Dengan demikian, daya saing ekspor Sulsel dapat meningkat dan membantu mengatasi lesunya ekspor pada semester I 2026.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/bisnis/1844723/ekonom-unismuh-hilirisasi-solusi-hadapi-lesunya-ekspor-sulsel, without altering the facts of the original article.