Kintamani, Bali kini menjadi sorotan baru setelah Sarah Menzel, selebgram dan pengusaha kuliner, mengumumkan pembukaan kafe uniknya yang menampilkan menu lokal dan suasana Instagramable bagi wisatawan.
Perjalanan Menuju Kintamani
Sarah Menzel, yang dikenal lewat postingan travel dan food di media sosial, memulai perencanaan kafe ini sejak akhir tahun lalu. Bersama Azriel Hermansyah, seorang arsitek lokal, mereka melakukan survei pasar di Kintamani, daerah pegunungan yang terkenal dengan pemandangan gunung berapi dan ladang teh hijau. Pada bulan Januari 2024, Sarah memutuskan bahwa konsep kafe harus menonjolkan keaslian rasa Bali serta estetika visual yang menarik bagi para pengunjung.
Pengembangan konsep dimulai dengan riset bahan baku lokal. Sarah mengunjungi beberapa petani di sekitar Kintamani untuk menyiapkan bahan seperti jagung manis, kelapa muda, dan sayuran segar. Ia juga berkolaborasi dengan koki tradisional Bali yang ahli dalam membuat hidangan seperti sate lilit dan nasi campur Bali. Semua bahan tersebut kemudian diolah menjadi menu-menu yang tidak hanya autentik, tetapi juga memiliki tampilan yang memikat bagi kamera.
Selama proses pembangunan, Azriel bertanggung jawab atas desain interior. Ia memilih gaya minimalis dengan sentuhan alam, menggunakan kayu lokal dan batu alam. Lantai bertekstur, dinding dipenuhi tanaman hijau, dan pencahayaan alami menciptakan suasana hangat yang cocok untuk sesi foto Instagram. Selain itu, kafe ini juga dirancang dengan ruang terbuka yang menghadap ke sawah teh, sehingga tamu dapat menikmati pemandangan spektakuler sambil menikmati minuman.
Menu Lokal yang Menyegarkan
Menu kafe unik Sarah Menzel menonjolkan rasa asli Kintamani. Salah satu andalan adalah âSate Lilit Kintamaniâ, daging ayam cincang dibungkus dengan serai, daun kemangi, dan rempah khas Bali, disajikan dengan sambal matah. Untuk minuman, pelanggan dapat mencoba âEs Kelapa Muda Kintamaniâ, minuman dingin yang menggabungkan kelapa muda, gula aren, dan sedikit jahe, menambah kesegaran di cuaca pegunungan.
Selain itu, Sarah juga menawarkan âNasi Campur Baliâ dengan lauk pauk seperti ayam betutu, tempe orek, dan sayur asem, semua disajikan dalam piring bambu yang estetis. Menu dessert tidak kalah menarik; âKue Lapis Kintamaniâ yang terbuat dari ketan, gula merah, dan pandan, dipanggang dengan api unggun sehingga menghasilkan aroma yang khas. Semua hidangan dirancang agar tidak hanya lezat, tetapi juga memancing rasa ingin berbagi di media sosial.
Impact pada Pariwisata Lokal
Pembukaan kafe ini berpotensi meningkatkan jumlah wisatawan ke Kintamani, terutama generasi muda yang aktif di media sosial. Dengan menonjolkan konsep Instagramable, Sarah Menzel menciptakan âhot spotâ bagi para influencer dan blogger, yang kemudian dapat mempromosikan daerah melalui postingan mereka. Hal ini diharapkan dapat merangsang ekonomi lokal, karena para pengunjung biasanya berbelanja di toko-toko kecil di sekitar kafe dan menggunakan jasa penginapan lokal.
Selain itu, kolaborasi dengan petani dan produsen lokal menambah nilai ekonomi bagi komunitas. Sarah secara aktif membeli bahan baku langsung dari petani di Kintamani, sehingga menghasilkan pendapatan tambahan bagi mereka. Ia juga mengadakan workshop singkat bagi pelanggan tentang cara menyiapkan bahan makanan tradisional Bali, sehingga memperkuat pengetahuan budaya lokal.
Menurut data wisata Bali, kunjungan ke daerah pegunungan seperti Kintamani meningkat 15% selama 2023. Kafe unik ini dapat memperluas tren tersebut, menambah variasi atraksi selain kebun teh dan pemandangan gunung. Dengan fasilitas Wi-Fi gratis dan area selfie yang strategis, kafe ini menjadi tempat yang ideal bagi para pelancong digital nomad yang ingin bekerja sambil menikmati keindahan alam.
Reaksi Komunitas dan Media Sosial
Setelah pembukaan resmi pada 15 Mei 2024, kafe Sarah Menzel langsung menarik perhatian banyak pengguna media sosial. Foto-foto interior yang dipenuhi tanaman hijau, piring kue lapis berlapis, dan minuman es kelapa muda yang menggoda mulai menyebar di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Banyak influencer kuliner mengunjungi kafe ini dan menilai bahwa konsep âkafe unikâ benar-benar berhasil menciptakan suasana yang berbeda dari kafe tradisional di Bali.
Reaksi positif ini juga memicu diskusi di forum wisatawan. Beberapa pengguna mengungkapkan bahwa mereka merasa kafe ini tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman budaya Bali yang autentik. Ada juga komentar yang menyoroti pentingnya menjaga keaslian menu lokal agar tidak terdistorsi oleh tren global. Sarah Menzel menanggapi hal tersebut dengan menegaskan komitmennya untuk tetap menggunakan bahan lokal dan resep tradisional.
Visi Masa Depan dan Perluasan
Sarah Menzel tidak berhenti pada satu lokasi. Ia berencana membuka cabang kafe serupa di daerah pegunungan lainnya di Bali, seperti Munduk dan Bedugul. Konsep âkafe unikâ dengan menu lokal dan desain Instagramable akan menjadi standar dalam ekspansi ini. Ia juga berencana mengembangkan produk olahan, seperti kopi luwak dari Kintamani dan minuman tradisional yang dapat dijual secara online.
Dalam jangka panjang, Sarah berharap kafe ini dapat menjadi contoh bagi pengusaha lain untuk menggabungkan inovasi kuliner dengan pelestarian budaya lokal. Dengan dukungan komunitas dan pelanggan, kafe unik ini dapat terus berkembang sambil menjaga nilai-nilai asli daerah.
Kesimpulan
Pembukaan kafe unik Sarah Menzel di Kintamani menandai langkah penting dalam pengembangan pariwisata kreatif Bali. Melalui menu lokal yang autentik dan desain interior yang Instagramable, kafe ini tidak hanya menawarkan pengalaman kuliner, tetapi juga memperkuat hubungan antara wisatawan dan komunitas
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8626473/intip-kafe-sarah-menzel-ada-di-kintamani, without altering the facts of the original article.