2 Juni 2026

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 02 Mei 2026 | Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih menorehkan sejarah bagi Indonesia pada Asian Beach Games 2026 di Sanya, China. Kedua atlet asal Bali berhasil meraih satu-satunya medali emas Indonesia di cabang panjat tebing, khususnya nomor speed relay putri, sekaligus memecahkan rekor dunia dengan catatan waktu 13,174 detik.

Rekor Dunia Baru di Speed Relay Putri

Pada babak semifinal, pasangan Indonesia berhadapan dengan tuan rumah China, Yafei Zhou dan Lijuan Deng, yang sebelumnya memegang rekor 13,178 detik. Dengan koordinasi yang hampir sempurna, Desak dan Asih melampaui catatan tersebut menjadi 13,174 detik, memotong margin 0,004 detik dan mencetak rekor dunia baru. Keberhasilan ini berlanjut ke final, di mana duo Bali mengalahkan pasangan Korea Selatan Jimin Jeong dan Hanaerum Sung, memastikan emas pertama bagi Tim Nasional Indonesia.

🔖 Baca juga:
Duel Penentu Harapan Juara: Brighton & Hove Albion Jamu Arsenal Women di Lanjutan WSL

Kunci Sukses Duo Bali

Berbagai faktor menjadi pendorong keberhasilan mereka:

  • Fokus setelah kegagalan individu: Desak mengaku hasil kurang maksimal pada nomor perorangan menjadi titik balik. Ia mengalihkan perhatian pada estafet, menekankan proses daripada tekanan medali.
  • Chemistry yang terbangun lama: Kedua atlet berasal dari Bali dan telah berlatih bersama sejak lama. Komunikasi alami dan kepercayaan satu sama lain mempermudah sinkronisasi dalam estafet.
  • Strategi pelatihan khusus: Tim pelatih menyesuaikan program latihan untuk meningkatkan kecepatan start dan transisi tongkat, serta memperkuat mental kompetisi.

Desak menambahkan, “Kami tidak membebani diri dengan harapan medali. Kami hanya fokus pada diri sendiri dan prosesnya,” menegaskan pentingnya mental yang tenang.

🔖 Baca juga:
Buaya Serang Warga di Tinambung, Polman Ternyata Mati Usai Warga Pasang Umpan Beracun

Dampak Prestasi bagi Indonesia

Keberhasilan duo ini memberi sinyal kuat bahwa Indonesia tetap kompetitif di arena panjat tebing internasional, meski negara tuan rumah China mendominasi total medali (24 emas). Prestasi Desak dan Asih juga menambah kebanggaan nasional, terutama karena mereka menjadi satu-satunya peraih emas Indonesia di Asian Beach Games ke-6.

Selain menambah koleksi medali, pencapaian rekor dunia menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga pantai dan panjat tebing. Pemerintah dan federasi olahraga diperkirakan akan meningkatkan program pembinaan di daerah-daerah dengan potensi alam, seperti Bali, untuk mencetak lebih banyak atlet berprestasi.

🔖 Baca juga:
Jangan Ketinggalan! AI Lokal Indonesia Ini Bisa Ubah Cara Kerjamu

Secara keseluruhan, keberhasilan Desak Made Rita dan Kadek Asih tidak hanya memberi Indonesia satu medali emas, melainkan juga membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk menembus batas kemampuan dan mengukir rekor baru di kancah internasional.

Views: 5

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *