Faktamengejutkan: UNISLA Gandeng UTHM Malaysia dan UNTAG Surabaya Gelar KKN Biopori di Lamongan, 2000 Warga Terdampak Banjir
Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan masyarakat dengan menggandeng Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya untuk menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak di Kabupaten Lamongan, Rabu (29/7/2026). Fokus utama dari program KKN kolaboratif ini adalah pembuatan dan sosialisasi lubang resapan biopori di wilayah yang rawan dilanda banjir tahunan, salah satunya di Desa Keben, Kecamatan Turi.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pemerintah Desa Keben yang ditunjuk sebagai salah satu wilayah penelitian ini memang sangat membutuhkan solusi atas banjir yang terjadi secara rutin. Menurut Rektor UNISLA, Abdul Ghofur, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Rektor Abdul Ghofur menjelaskan bahwa aksi di lapangan ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani oleh pimpinan perguruan tinggi. “Kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas. Muaranya nanti bisa menjadi riset bersama. Kecamatan Turi dipilih karena setiap tahun mengalami banjir, sehingga pembekalan biopori ini diharapkan meningkatkan daya serap air di pemukiman,” ujar Abdul Ghofur.
Tujuan Utama
Target utama dari program biopori ini adalah meningkatkan daya serap air di wilayah yang rentan bencana banjir. Menurut Nur Azizah Afandi, Ketua Litbang UNISLA, program biopori ini dilaksanakan di 17 desa sampel yang ada di Kecamatan Turi.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Para mahasiswa terjun ke 17 desa untuk memberikan sosialisasi tata cara pemasangan, fungsi, hingga perawatan biopori. Target utama kami adalah ibu-ibu rumah tangga agar mereka dapat memanfaatkan lubang biopori ini untuk mengolah sampah organik rumah tangga,” terang Nur Azizah. Dukungan serupa disampaikan oleh Wakil Rektor II Untag Surabaya, Supangat. Ia menilai kolaborasi ini sangat strategis dalam memberikan wawasan internasional (global perspective) kepada para mahasiswa yang sedang mengabdi di tengah masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Sinergi tiga kampus ini diharapkan tidak hanya mereduksi risiko banjir di kawasan Lamongan, namun juga melahirkan inovasi berbasis riset untuk ketahanan lingkungan di masa depan. “Ini kali pertama saya melihat usaha universitas kepada komunitas melalui program KKN seperti ini. Bagi saya ini sangat menarik dan boleh diaplikasikan di UTHM,” ungkap Prof. Zaki Bin Noh, Dekan Pusat Pengajian Siswazah UTHM Malaysia.
Program biopori ini diharapkan dapat menjadi solusi atas banjir yang terjadi di wilayah Lamongan. Dengan kerja sama antara tiga kampus, inovasi berbasis riset untuk ketahanan lingkungan di masa depan dapat diciptakan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/jatim/554374/atasi-banjir-tahunan-unisla-gandeng-uthm-malaysia-untag-surabaya-gelar-kkn-biopori-di-lamongan, without altering the facts of the original article.